This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 14 Juni 2026

Gelar Ruwat Agung Soekarno Kembali kepada Jati Diri Bangsa Wujudkan Misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

KEDIRI, BeritaCakrawala.co.id — Momentum pergantian nama Sang Proklamator kemerdekaan Bangsa Indonesia, dari Koesno menjadi Soekarno, diperingati secara khidmat melalui perhelatan budaya bertajuk "Ruwat Agung Soekarno.

Acara yang berlangsung pada Minggu (14/06/2026) ini digelar di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, sebuah tempat bersejarah yang menjadi saksi perubahan nama Bung Karno masa kecil.

Kegiatan ini diinisiasi oleh pengelola Situs Ndalem Pojok dan Perkumpulan Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG) serta dihadiri oleh Brigjen Pol. Langgeng Purnomo selaku Ketua Dewan Pengarah PIPJATBANG, jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, Kapolres jajaran Polda Jatim eks Polwil Kediri, para tokoh lintas agama serta budayawan setempat.

R.M. Kushartono, Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa ndalem Pojok memegang peran vital dalam sejarah Bapak Bangsa. Di rumah tua inilah nama Soekarno dianugerahkan oleh Raden Mas Mendung atas restu sesepuh agung Raden Mas Panji Somohatmojo.

Melalui Ruwat Agung ini, Kami ingin memulihkan kembali karakter dan mentalitas jati diri bangsa yang mulai memudar. 

Kami berharap dapat membangkitkan kembali jiwa Soekarno di dalam sanubari generasi muda demi menyongsong Indonesia Emas 2045 dan mengantarkan bangsa ini sebagai Imam Perdamaian Dunia," ujar Kushartono.

Rangkaian acara diawali dengan Doa Pangruwatan Bangsa oleh para tokoh lintas agama, disusul Kirab Jati Diri yang mengarak Tumpeng Keselamatan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Panglukatan (penyucian) patung Soekarno, peresmian monumen papan nama perubahan Koesno menjadi Soekarno, penandatanganan prasasti serta pementasan teatrikal padat lakon "Kembang Jagad".


Hadir sebagai narasumber utama, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo yang memiliki kompetensi Master Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa berdasarkan Sertifikat dari BNSP dan selaku Ketua Dewan Pengarah PIPJATBANG yang saat ini menjabat sebagai Karobinkar SSDM Polri, menyampaikan pesan kebangsaan yang mendalam mengenai benang merah Jati Diri Bangsa dengan cita-cita Luhur Bung Karno untuk mewujudkan kedaulatan bangsa melalui "Tri Sakti Bung Karno" yaitu berdaulat di bidang Politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Saat ini kita berada di tengah tarik menarik geopolitik internasional, di mana setiap negara mengutamakan kepentingan nasionalnya, diantaranya agar bebas dari pengaruh asing. Untuk mewujudkan kedaulatan politik agar bebas dari pengaruh asing, pekerjaan rumah komponen bangsa Indonesia saat ini harus mau dan mampu gotong royong nasional dalam mewujudkan berdikari di bidang ekonomi terlebih dahulu," urai Brigjen Langgeng.

Ia menambahkan, kemandirian ekonomi tersebut kini sedang diimplementasikan melalui misi "Asta Cita" Presiden Prabowo Subianto yang antara lain berfokus pada swasembada pangan, energi, air, teknologi dan hilirisasi. Namun, Jenderal bintang satu ini mengingatkan bahwa prasyarat utama untuk mencapai kemandirian ekonomi melalui gotong royong nasional adalah pada poin Tri Sakti yang ketiga yakni kesadaran bersama untuk mewujudkan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Kita sedang menghadapi dampak negatif globalisasi dan pengaruh budaya kapitalisme yang tanpa disadari menyuburkan 'pohon khabitsah' pada diri kita, yaitu sifat manusia berakar dari keserakahan, iri, kedengkian dan penyakit hati lainnya. Penyakit sosial ini jika dibiarkan akan meluluhlantakkan moral, hukum, budaya hingga keamanan nasional. Solusinya adalah kembali ke jati diri bangsa Indonesia," tegasnya.

Mengambil filosofi dari lagu Indonesia Raya, Brigjen Langgeng menekankan kata kuncinya adalah adalah "Bangun dan Membangun", bangun jiwa dan bangun badannya Bangsa Indonesia untuk membangun di segala bidang. Menurutnya, membangun jiwa berarti membentengi diri dari budaya asing yang destruktif dan memperkuat semangat gotong royong untuk mendukung program-program pemerintah.

"Kembali kepada jati diri bangsa adalah kunci utama. Dengan kebudayaan yang berkepribadian, ekonomi yang berdikari melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta politik yang berdaulat, Indonesia akan siap melangkah menjadi mercusuar imam perdamaian dunia yang abadi," pungkas Brigjen Langgeng menutup pesan kebangsaannya. (FARID)
Share:

Ribuan Peserta Siap Padati Jalan Tunjungan, SFF 2026 Kolaborasi Pemkot-Memorandum Dijamin Heboh

SURABAYA, Berita Cakrawala.co.id- dipastikan akan dibuat gempar dan penuh warna pada Minggu, 21 Juni 2026 mendatang. Mega-event tahunan Surabaya Fashion Festival (SFF) memasuki tahun kedua pelaksanaannya dan siap menyuguhkan kemeriahan yang jauh lebih heboh dari tahun sebelumnya. Ada lomba drum band, baris berbaris di antara peserta fashion.

Event akbar yang merupakan hasil kolaborasi apik antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Harian Memorandum ini digelar khusus dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.

Istimewanya, SFF tahun ini akan memanfaatkan momentum dan menyambung langsung dengan agenda Car Free Day (CFD) di sepanjang koridor ikonik Jalan Tunjungan.

Ribuan peserta dari berbagai kalangan dipastikan akan memadati kawasan tersebut sejak pagi. Acara ini rencananya akan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tepat pada pukul 09.00 WIB.

Setelah bendera start dikibarkan, para peserta yang mengenakan beragam kreasi busana terbaik dan unik akan berjalan memamerkan karyanya menuju garis finis di Balai Kota Surabaya. 

Kemeriahan parade mode jalanan ini diperkirakan akan berlangsung semarak hingga seluruh rangkaian acara selesai sekitar pukul 14.00 WIB.

Direktur Memorandum, Ahmad Syaiku, mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas kelanjutan sinergi besar ini. 

Menurutnya, dipercayanya Memorandum untuk mengawal event sebesar SFF merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang sangat tinggi.

"Kami merasa sangat bangga atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Pemkot Surabaya. Kami diberi amanah untuk ikut menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya yang ke-733," ujar Ahmad Syaiku.

Syaiku menambahkan, SFF edisi kedua ini bukan sekadar acara satu hari. Agenda ini telah dirancang sebagai rangkaian festival tahunan yang padat dan menarik. 

Kemeriahan sudah akan mulai terasa sejak hari Jumat (19/6) dan Sabtu (20/6) melalui berbagai agenda pendukung, sebelum akhirnya ditutup dengan puncak acara yang spektakuler pada hari Minggu (21/6). 

Mengingat skala acara yang begitu besar dan lokasinya yang strategis menyatu dengan area CFD, Ahmad Syaiku juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melewatkan momentum langka ini.

"Kepada warga Surabaya dan sekitarnya, kami sangat berharap panjenengan semua ikut ambil bagian dan menjadi bagian dari sejarah gawe akbar di hari jadi kota tercinta ini," serunya.

Di akhir pernyataannya, Syaiku menyampaikan apresiasi, rasa hormat, dan terima kasih yang mendalam kepada Wali Kota Eri Cahyadi beserta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya yang telah memberikan dukungan total.

Ucapan terima kasih juga mengalir kepada seluruh petugas di lapangan, panitia, serta pihak keamanan yang menjaga jalannya acara agar tetap kondusif, terutama dalam mengatur peralihan arus lalu lintas dari momen CFD hingga festival berakhir siang hari. Secara khusus, apresiasi tinggi diberikan kepada jajaran kepolisian yang mengawal ketat jalur protokol kota.

"Kepada semua petugas dan pihak yang terlibat dalam acara ini, termasuk kepolisian Polrestabes Surabaya, kami sampaikan salam presisi dan matur nuwun yang sebesar-besarnya," pungkas Syaiku.

Bagi warga yang ingin menyaksikan langsung kreativitas arek-arek Suroboyo, pastikan untuk datang lebih awal di arena CFD Jalan Tunjungan pada Minggu, 21 Juni 2026, dan bersiaplah menjadi saksi kemeriahan Surabaya Fashion Festival 2026" Pungkasnya. (SJ)
Share:

Link Berita

Definition List

Unordered List

Support