This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 07 November 2026

Hadiri HUT Metro Soerya, Kapolsek Kenjeran Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

SURABAYA, Berita Cakrawala.co.id- Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto, S.H., M.H., didampingi Panit Reskrim Ipda Mochamad Suud, S.E., menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Media Metro Soerya yang berlangsung di Jalan Bulak Banteng Sekolahan, Surabaya, Sabtu (7/11/2026).

Kehadiran jajaran Polsek Kenjeran dalam perayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya mempererat hubungan silaturahmi dan kemitraan antara institusi kepolisian dengan insan pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Yuyus Andriastanto menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Media Metro Soerya yang telah memasuki usia ke-16 tahun. Menurutnya, capaian tersebut merupakan perjalanan yang luar biasa dan patut disyukuri.

"Enam belas tahun merupakan perjalanan yang panjang dan luar biasa. Terlebih, bulan November merupakan bulan Pahlawan. Karena itu, semangat perjuangan harus terus kita kobarkan," ungkap Kompol Yuyus di hadapan para insan media, LSM, dan Ormas yang hadir.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap tema yang diusung dalam peringatan HUT ke-16 Media Metro Soerya, yakni 'Menyajikan Berita yang Berimbang, Membangun, dan Menumbuhkan Kepercayaan Publik.

Menurutnya, tema tersebut memiliki makna penting dan mencerminkan komitmen media dalam menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, bertanggung jawab, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Temanya sangat luar biasa. Apa yang kita capai hingga saat ini merupakan anugerah dan pemberian dari Allah SWT yang patut kita syukuri," tambahnya.

Lebih lanjut, sinergi antara kepolisian dan insan pers diharapkan terus terjalin secara positif melalui komunikasi yang terbuka, profesional, dan saling menghargai. Pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran publik melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.

Kompol Yuyus Andriastanto menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar Media Metro Soerya semakin berkembang serta konsisten menjaga marwah dan integritas jurnalistik.

Selamat ulang tahun ke-16 Media Metro Soerya. Semoga semakin profesional, independen, dan terpercaya, serta senantiasa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Peringatan HUT ke-16 Media Metro Soerya ini diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen dalam menghadirkan pers yang berkualitas, berintegritas, dan senantiasa memperoleh kepercayaan publik.

Selain menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan Media Metro Soerya, Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto, S.H., M.H., juga menyampaikan imbauan kepada seluruh elemen masyarakat agar senantiasa mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, nyaman, dan kondusif.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan semata-mata sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui semangat slogan "Polisi Bersama Masyarakat", Kompol Yuyus mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk insan pers, LSM, dan Ormas, untuk terus membangun kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan, partisipasi, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, menghindari penyebaran berita bohong (hoaks), serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, mari kita bangun komunikasi, kebersamaan, dan kepedulian. Keamanan dan ketertiban akan terwujud apabila kepolisian dan masyarakat saling bersinergi serta bergandengan tangan.

Tak luput pula, Ketua Panita sekaligus Wakil pimpinan Redaksi Siswandi menambahkan saya ucapkan terimakasih atas tamu undangan yang hadir kali ini dan serta para anggota wartawan yang selama ini solid.

Dan kami berharap para anggota bisa lebih berkembang lagi dan memajuhkan Media Metro Soerya, bisa memberikan informasi yang akurat, profesional kepada masyarakat Jawa Timur"Tuturnya.

Acara tersebut mulai pemotongan tumpeng dan Santunan anak Yatim Piatu 

Diakhir kegiatan diiringi dengan musik dangdut Jawa Timur" Pungkasnya.(Red) 


#PolsekKenjeran #KapolsekKenjeran #HUTMetroSoeryaKe16 #KompolYuyusAndriastanto #SinergitasPolriDanPers #PersProfesional #PolisiBersamaMasyarakat
Share:

Jumat, 06 November 2026

DPC Pemuda Pancasila Brondong Tebar Berkah Jumat, Bagi-Bagi Makanan Untuk Warga Sedayulawas.

LAMONGAN, BeritaCakrawala.co.id- Jumat pagi wib. 6.00 sampai selesai menjadi momen penuh berkah bagi warga Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Jajaran. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila Brondong. menggelar kegiatan sosial Bagi-Bagi Makanan & Berkah Jumat, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan dipusatkan di jalan utama Desa Sedayulawas. Sejak pagi hari wib 6.00. dan para anggota DPC yang mengenakan seragam kebanggaan loreng merah-hitam sudah bersiaga di lokasi. Satu unit mobil operasional DPC yang dipasangi spanduk. PEMUDA PANCASILA. tampak terparkir membawa puluhan kantong merah berisi makanan siap bagikan.

Sasaran kegiatan adalah warga yang melintas, mulai dari pengendara motor, pejalan kaki, hingga ibu-ibu bersama anaknya. Satu per satu warga berhenti dan menerima bingkisan dengan wajah sumringah.

Terlihat dalam kegiatan tersebut, anggota DPC dengan ramah menyapa warga, membagikan makanan, hingga berfoto bersama sambil mengacungkan jempol sebagai simbol semangat Pancasila dan soliditas organisasi.

Kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Bagi DPC Pemuda Pancasila Brondong, Berkah Jumat adalah bentuk nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat pesisir.

Kamu ingin pemuda Pancasila tidak hanya di kenal sebagai organisasi yang menjaga keamanan,tapi juga organisasi yang peduli dan berbagi,
Berkah Jum'at ini kecil,tapi semoga bermanfaat untuk warga Sedayu lawas,"ujar sala satu pengurus Budi (DPC) Brondong di sela kegiatan.

Warga Sedayulawas menyambut positif kegiatan tersebut. Banyak warga yang mengucapkan terima kasih dan berharap giat Berkah Jumat ini bisa terus digelar rutin setiap pekannya.

Dengan kegiatan ini, DPC Pemuda Pancasila Brondong kembali menegaskan komitmennya: Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang. Pancasila! Abadi" Pungkasnya.(Red)
Share:

Kamis, 05 November 2026

Kapolda Jatim Kukuhkan Dai Polri Dan Dai Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polri Bersama Masyarakat

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas tingkat Desa dan kelurahan jajaran Polda Jatim dalam agenda silaturahmi di gedung Mahameru, Kamis (5/11/2026).

Pengukuhan ini menjadi momentum perkuat sinergi antara kepolisian tokoh agama, ulama, akademisi, dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Jatim.

Dalam sambutannya Irjen pol Dekananto mengapresiasi para tokoh yang konsisten berkontribusi menjaga kondusivitas wilayah.

Ia menegaskan bahwa peran ulama dan kepolisian sejalan dengan prinsip ma'ruf nahi mungkar, yakni mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran.

" Kedua pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa" Tegasnya.

Kami berharap berkolaborasi tersebut juga sejalan dengan tagline kapolri Polri bersama masyarakat. 

Di Jawa Timur pendekatan humanis itu di wujudkan melalui program subuh keliling dan Jumat keliling yang rutin digelar setiap pekan.

Mengingat bahwa tantangan keamanan semakin kompleks, mulai dampak negatif media sosial sampai hingga ancaman peredaran narkoba. 

" Karena itu Kapolda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama menjaga lingkungan dan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif" Pungkasnya.(M Samsul Bahri)
Share:

Satresnarkoba Polres Gresik Tangkap Residivis Kurir Sabu, 57,96 Gram Barang Bukti Disita

GRESIK, Berita cakrawala.co.id - Satresnarkoba Polres Gresik berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Manyar.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang residivis berinisial GNW (28) yang diduga berperan sebagai kurir sabu dan menyita barang bukti sebanyak 57,96 gram sabu.

Tersangka ditangkap saat berada di sebuah bengkel motor di kawasan Jalan Raya Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

"Menindaklanjuti program Quick Wins Kapolri dan program kerja Kapolda Jatim, Polres Gresik terus mengintensifkan upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui kegiatan penegakan hukum, operasi kepolisian, serta langkah pencegahan di tengah masyarakat," Tegasnya.

Polres Gresik melakukan penangkapan pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 17.10 WIB, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Manyar.

Berbekal informasi tersebut, petugas Satresnarkoba Polres Gresik melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka GNW di lokasi kejadian.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu di saku celana tersangka. Petugas kemudian mengembangkan penyelidikan dengan menggeledah tempat kos tersangka di Desa Suci, Kecamatan Manyar.

Hasilnya, polisi kembali menemukan 17 paket sabu yang disimpan tersangka. Total barang bukti narkotika yang diamankan dari tangan GNW mencapai 18 paket dengan berat keseluruhan sekitar 57,96 gram.

Selain sabu, polisi turut menyita dua timbangan digital merek Camry, satu timbangan digital kecil, plastik klip kosong, buku catatan, tas selempang, satu unit telepon seluler, sepeda motor Suzuki Nex, serta uang tunai Rp850 ribu.

Dari hasil pemeriksaan, GNW mengaku berperan sebagai kurir atau kuda yang bertugas mengambil dan meletakkan paket sabu di sejumlah lokasi sesuai perintah seorang pemasok berinisial WW.

Tersangka mengaku telah menjalankan aktivitas tersebut sejak Agustus 2026. Sebagai imbalan, GNW mendapatkan upah berkisar Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.

Paket sabu tersebut rencananya diedarkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik, meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas, Menganti, Kedamean, Wringinanom, dan Driyorejo.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, GNW tidak hanya menjalankan perintah pemasok. Ia juga mengaku memiliki pembeli sendiri untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dari aktivitas peredaran narkotika tersebut.

Sementara itu, pemasok berinisial WWN kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Satresnarkoba Polres Gresik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba tersebut.

GNW diketahui merupakan residivis kasus narkotika.Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2026.

Ancaman hukumannya berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun serta denda sesuai ketentuan perundang-undangan.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Gresik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus melengkapi berkas penyidikan dan memburu pemasok yang masih buron.

"Polres Gresik menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, dengan melaporkan melalui Call Center 110,Pungkasnya.(Red)
Share:

Rabu, 04 November 2026

Satresnarkoba Polresta Sidoarjo Berhasil Meringkus Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

SIDOARJO, BeritaCakrawala.co.id- Satresnarkoba Polresta Sidoarjo dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan melalui pengungkapan ratusan kasus selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

Dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Kapolres Sidoarjo AKBP Bobby didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Dwi Gastimur menyampaikan bahwa terungkap sebanyak 147 kasus narkoba berhasil diungkap dengan total 180 tersangka diamankan, Rabu (4/11/2026).

Dari jumlah tersebut, 174 tersangka berjenis kelamin laki-laki dan enam lainnya perempuan.

" Dari hasil operasi selama tiga bulan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika dan obat keras dalam jumlah cukup besar, meliputi sabu-sabu seberat 1.765,13 gram, ganja 4,41 gram, ekstasi sebanyak 2.089 butir, serta pil LL sebanyak 30.486 butir" Tegasnya.

Pengungkapan tersebut menjadi bukti keseriusan jajaran Satresnarkoba Polresta Sidoarjo dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Melibatkan tersangka YSF (39), seorang petani asal Kecamatan Sedati. Tersangka ditangkap pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di sebuah gubuk tambak Desa Damarsi, Kecamatan Buduran.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sabu seberat 89,69 gram, timbangan elektrik, dan sebuah telepon genggam. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka diduga berperan sebagai kurir yang mengedarkan sabu menggunakan sistem ranjau dengan imbalan Rp300 ribu setiap berhasil menjual lima gram sabu.

Yang kedua, polisi mengamankan LSA (32), seorang pekerja cleaning service asal Kecamatan Sukodono. Tersangka ditangkap pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di pinggir jalan Desa Geluran, Kecamatan Taman.

Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 61,9 gram, 995 butir ekstasi, serta dua unit telepon genggam. Tersangka diduga menjadi kurir yang mengedarkan narkotika melalui sistem ranjau dengan imbalan Rp100 ribu untuk setiap gram sabu yang berhasil diedarkan.

Lalu ketiga, tersangka RE (32), warga Kecamatan Tanggulangin, ditangkap pada 2 September 2026 sekitar pukul 21.30 WIB di sebuah rumah kawasan Perumahan Mutiara Citra Asri, Desa Sumorame, Kecamatan Candi.

Dari lokasi tersebut, petugas menyita sabu seberat 179,91 gram, timbangan elektrik, mikrotube atau wadah penyimpanan sabu, alat hisap, dan telepon genggam.

Tersangka diduga berperan sebagai kurir yang mendapat tugas mengedarkan sabu dari seorang pemasok berstatus daftar pencarian orang (DPO). Imbalan yang diterima sebesar Rp1 juta setiap berhasil menjual 100 gram sabu.

Kasus keempat melibatkan SDM (35), warga Desa Betro, Kecamatan Sedati. Tersangka ditangkap pada 26 Oktober 2026 sekitar pukul 18.30 WIB di rumahnya.

Petugas mengamankan sabu seberat 76,82 gram, 1.075 butir obat keras merek Hexymer, timbangan elektrik, alat hisap sabu, dan telepon genggam.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka diduga memperoleh narkotika dan obat keras dari seorang pemasok berinisial DANI yang kini berstatus DPO. Tersangka menerima imbalan Rp1,5 juta setiap menerima pengiriman barang untuk diedarkan.

Sementara itu kelima, petugas mengamankan AB (36), seorang sopir ekspedisi asal Kecamatan Taman. Tersangka ditangkap pada 28 Oktober 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di rumahnya di Desa Taman.

" Barang bukti yang disita berupa sabu seberat 43,64 gram, timbangan elektrik, dan telepon genggam. Tersangka diduga bertugas sebagai kurir untuk mengambil sekaligus mengantarkan sabu kepada para pembeli dengan sistem ranjau maupun pengiriman langsung" Imbuhnya.

Modus Peredaran Menggunakan Sistem Ranjau hingga COD dari hasil pengungkapan tersebut, Satresnarkoba Polresta Sidoarjo mengidentifikasi sejumlah modus operandi yang digunakan para pelaku.

Di antaranya transaksi menggunakan sistem ranjau, yakni narkotika dikemas dalam wadah tertentu kemudian diletakkan di lokasi yang telah disepakati untuk diambil pembeli.

Selain itu, pelaku juga menggunakan sistem cash on delivery (COD) dengan bertemu langsung pembeli maupun memanfaatkan orang lain sebagai kurir untuk mengantarkan barang haram tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan ketentuan hukum sesuai jenis tindak pidana yang dilakukan, di antaranya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ketentuan KUHP sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 1 Tahun 2023, serta UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan untuk perkara penyalahgunaan obat keras" Pungkasnya.(Red)
Share:

Jemput Paksa hingga Dugaan Penganiayaan, Orang Tua Korban Laporkan Kelompok Yakuza ke Polres Kediri

KEDIRI, BeritaCakrawala.co.id– Aksi penjemputan paksa yang berujung dugaan penganiayaan terhadap dua warga di Kabupaten Kediri menuai kritik keras. Orang tua korban menyesalkan tindakan kelompok LSM Yakuza yang dinilai bertindak di luar kewenangan hukum, sementara keluarga korban meminta kepolisian mengusut perkara tersebut secara profesional dan berimbang.

Laporan terhadap kelompok Yakuza Manages telah disampaikan ke Polres Kediri pada 26 Oktober 2026. Perkara ini menjadi sorotan setelah beredar luas di media sosial, termasuk melalui akun Radar Yakuza Manages.

Kasus tersebut bermula dari dugaan pelecehan terhadap seorang pemuda berinisial DJS oleh tiga pemuda lain saat mereka berkumpul di rumah temannya berinisial B di wilayah Gurah. Berdasarkan narasi yang beredar, para pemuda tersebut diduga sedang mengonsumsi minuman keras.

Menindaklanjuti aduan tersebut, tim kuasa hukum bersama puluhan anggota kelompok Yakuza disebut bergerak mencari dan mengamankan dua pemuda yang diduga terlibat, sebelum membawa mereka ke Polres Kediri.

Namun, tindakan yang diklaim sebagai upaya penanganan persoalan itu justru memunculkan persoalan baru. Keluarga korban mempertanyakan dasar hukum penjemputan yang dilakukan pada tengah malam, sementara seorang warga lainnya mengaku mengalami kekerasan fisik dalam perjalanan menuju kantor polisi.

Orang Tua Korban Pertanyakan Dasar Hukum Penjemputan

LY, orang tua DJS, menyesalkan tindakan penjemputan yang disebut dilakukan tanpa penjelasan mengenai dasar hukum maupun tujuan membawa anaknya.

Menurut LY, rombongan yang mengenakan kaus hitam bertuliskan Yakuza datang ke rumahnya sekitar pukul 00.30 WIB. Ia menyebut rombongan tersebut terdiri dari sedikitnya tujuh mobil dan puluhan sepeda motor.

“Datang tengah malam tanpa alasan yang jelas, lalu membawa anak saya keluar rumah dan tidak diberitahu ke mana dibawanya anak saya itu,” ujar LY.

Ia menilai kedatangan rombongan dalam jumlah besar pada waktu istirahat telah mengganggu ketenangan keluarga dan warga sekitar.

“Sekurangnya tujuh mobil roda empat dan puluhan sepeda motor sudah mengganggu ketenangan lingkungan. Mereka datang sekitar pukul 00.30 WIB, saat keluarga dan tetangga sedang beristirahat setelah bekerja,” tegasnya.

Bagi keluarga, persoalan ini bukan sekadar soal dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki, melainkan juga menyangkut hak warga atas perlindungan hukum dan rasa aman di lingkungan tempat tinggalnya.

Korban Lain Diduga Mengalami Penganiayaan

Persoalan semakin serius setelah MKR, warga lain yang disebut turut dibawa oleh kelompok Yakuza, diduga mengalami penganiayaan dalam perjalanan menuju Polres Kediri.

MKR dilaporkan mengalami pembengkakan pada pipi dan pelipis, lebam di kedua mata, serta pendarahan. Kondisi tersebut menjadi dasar keluarga untuk meminta penanganan medis sekaligus menempuh jalur hukum.

Kakak MKR, berinisial U, menyatakan pihak keluarga telah mendampingi korban untuk membuat laporan ke kepolisian dan menjalani visum di rumah sakit yang ditunjuk penyidik.

“Adik kami, MKR, sudah kami dampingi untuk membuat laporan ke Polres Kediri. Sekaligus melakukan visum ke rumah sakit penunjukan penyidik,” ujarnya.

Keluarga menegaskan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Mereka berharap dugaan kekerasan yang dialami MKR dapat diusut secara objektif dan tidak berhenti pada polemik yang berkembang di media sosial.

Kuasa Hukum Soroti Dugaan Tindakan Main Hakim Sendiri

Tim kuasa hukum dari Kahuripan Bela Negara yang terdiri dari Akhir Kristiono, A.Md., S.H., Mukhlason, S.H., Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H., dan M. Akson Nul Huda, S.H., M.H., turut menyampaikan keberatan atas tindakan kelompok Yakuza.

Mereka menilai dugaan penjemputan paksa dan kekerasan terhadap warga merupakan persoalan serius yang harus diuji melalui proses hukum, bukan diselesaikan dengan tindakan sepihak.

Akhir Kristiono menyebut pihaknya telah melaporkan dugaan tindak pidana penculikan dan kekerasan secara bersama-sama ke Polres Kediri.

“Kami atas nama pemberi kuasa melaporkan kelompok Yakuza Manages atas dugaan pelanggaran hukum. Kami berharap laporan ini ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Akhir Kristiono.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/85/X/2026/SPKT/POLRES KEDIRI/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 26 Oktober 2026 dan LP/B/84/X/2026/SPKT/POLRES KEDIRI/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 24 Oktober 2026.

Dalam laporannya, kuasa hukum menyebut Pasal 450 dan Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagai ketentuan yang dinilai relevan untuk diperiksa penyidik.

Meski demikian, penentuan unsur pidana, pihak yang bertanggung jawab, serta penerapan pasal tetap menjadi kewenangan penyidik dan proses peradilan.

Polisi Diminta Berani Mengungkap Fakta

Kuasa hukum lainnya, Mukhlason, bersama M. Akson Nul Huda dan Dr. Zaibi Susanto, meminta Polres Kediri menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.

“Kami berharap rekan polisi penyidik di Polres Kediri profesional dan berani mengungkap keadilan serta kebenaran dalam penanganan perkara viral ini,” jelas Mukhlason di Polres Kediri, Selasa (3/11/2026).

Perkara ini menjadi pengingat bahwa dugaan tindak pidana tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan di luar kewenangan hukum.

Jika terdapat dugaan pelecehan maupun tindak pidana lainnya, penanganannya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum. Penjemputan paksa dan dugaan kekerasan terhadap warga, apabila terbukti, justru berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru.

Publik kini menunggu langkah Polres Kediri untuk mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi, siapa saja yang terlibat, serta memastikan hak seluruh pihak tetap terlindungi.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Polres Kediri maupun pihak kelompok Yakuza Manages mengenai laporan dan dugaan kekerasan tersebut. Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada seluruh pihak terkait demi pemberitaan yang berimbang.

Sampai berita ini di turunkan masih mengkonfirmasi pihak pihak terkait" Pungkasnya.(Red)
Share:

Senin, 02 November 2026

Ungkap Kasus Pembunuhan, Kasubdit Jatanras Polda Jatim Terima Piagam Penghargaan Dari Media Berita Cakrawala

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Media Cetak dan online Berita Cakrawala memberikan piagam penghargaan kepada Kasubdit Jatanras Polda Jawa Timur beserta Kanit Unit III, Senin (2/11/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kinerja tinggi dalam mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun yang menjadi perhatian publik.

Kasubdit Jatanras AKBP Arbaridi Jumhur, A.Md., S.H. didampingi Kasubnit III Aipda Sigit Dwi Susanto panggilan sapaan Hellboy menyampaikan kami berterima kasih kepada Media berita Cakrawala yang telah support dan bersinergi terhadap anggota kami yang selama ini.

" Dan kami berharap adanya Media ini bisa memberikan informasi yang akurat, aktual kepada masyarakat Jawa Timur" Tegasnya.

Tak luput pula, Sanjaya Pimpinan Redaksi didampingi para anggota(Crew) Media Berita Cakrawala menambahkan kami berikan Piagam penghargaan terhadap Unit Jatanras Polda Jatim, atas prestasinya luar biasa dalam pengungkapan kasus Pembunuhan ibu dan anak di Madiun.

Berkat pengabdian, dedikasi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas penyelidikan serta penyidikan sehingga kasus tersebut berhasil diungkap dengan cepat dan tepat sesuai hukum yang berlaku" Tuturnya.

Di sisi akhir acara  Media Berita Cakrawala penyerahan Piagam Penghargaan tersebut" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Minggu, 01 November 2026

Dua Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Di Jalur Deandles, Polres Lamongan Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Lamongan, BeritaCakrawala.co.id – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan mobil terjadi di Jalan Raya Deandles, tepatnya di Dusun Ganting, Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Sabtu (31/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka.

Kecelakaan bermula saat mobil warna biru bernomor polisi N 1459 A yang dikemudikan M.A (47), laki laki warga Kecamatan Paciran, melaju dari arah barat menuju timur.

"Berdasarkan keterangan saksi, mobil tersebut melaju secara zig-zag hingga akhirnya menabrak sepeda motor yang dikendarai Z (47), warga Kecamatan Brondong, dengan dua orang penumpang, yakni AN (9) dan A (3)" ungkapnya.

"Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor wanita inisial Z (47) dan salah satu penumpang balita, A (3), mengalami cedera pada bagian kepala dan meninggal dunia." lanjutnya.

Sementara satu penumpang lainnya, AN, (9) mengalami luka lecet pada bagian kening. Seluruh korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Koesma Tuban.

Usai kejadian, pengemudi mobil tidak menghentikan kendaraannya. Namun, sekitar 2–3 kilometer dari lokasi kejadian, pengemudi berhasil diamankan bersama warga dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Brondong.

Mendapatkan laporan kejadian tersebut, jajaran Polres Lamongan segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan, membantu proses evakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan.

"Saat ini, pengemudi telah dibawa ke Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut" tambahnya.

Kasihumas menyampaikan bahwa kepolisian telah melakukan penanganan secara cepat.

"Saat ini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan pengemudi berkendara secara tidak wajar sebagaimana keterangan awal saksi" tegasnya.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, menjaga konsentrasi, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak mengemudikan kendaraan apabila berada dalam pengaruh minuman keras maupun kondisi yang dapat mengganggu kemampuan berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama demi melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya" imbaunya.

Polres Lamongan turut mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian kecelakaan maupun gangguan kamtibmas melalui layanan Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas" Pungkasnya.(MKD)
Share:

Camat Pabean Cantikan Dan Lurah Tanjung Perak Turun Langsung Kerja Bakti Di RW 01 Kalimas Baru

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Kegiatan kerja bakti tingkat RW 01 Kalimas Baru yang diikuti oleh para Ketua RT 01 sampai 10 dan warga, serta dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan wilayah seperti Camat Pabean Cantikan dan Lurah Tanjung Perak turun langsung, Minggu (1/11/2026).

Merupakan agenda gotong royong yang sering dilaksanakan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara instansi pemerintah dan masyarakat.

H.Eddy selaku ketua RW 01 didampingi salah satu RT 09 Sulaiman menyampaikan kegiatan kerja bakti ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang membangun rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.


" Kami juga berterima kepada Camat Pabean Cantikan dan Lurah Tanjung Perak yang ikut hadir dalam giat tersebut" Tegasnya.

" Kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin di setiap wilayah RT/RW guna menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman untuk seluruh warga" Pungkasnya.(SLM)
Share:

Pemerataan Infrastruktur Jalan Di Desa Sembung Dan Desa Bangle Sukorame Berdampak Positif Bagi Perekonomian Masyarakat.

LAMONGAN, Berita cakrawala.co.id-
Infrastruktur jalan merupakan aspek terpenting di dalam Pemerintahan Desa, selain untuk memperlancar konektifitas hubungan antar desa , juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas. 

Terlihat Desa Sembung dan Desa Bangle Kecamatan Sukorame melalui Kementrian Pekerjaan Umum yaitu pengembangan infrastruktur sosial ekonomi Wilayah (PISEW) BPM dari biaya sebesar Rp. 500.000,000, telah melaksanakan dua jenis kegiatan jalan lingkungan dan Jalan Poros Desa, jalan lingkungan rabat beton Desa sembung, dan jalan Poros Desa Bangle menuju arah Desa Mragel.

kata Kades' pada tahun ini, masih kami prioritaskan ke bidang infrastruktur jalan, seperti jalan lingkungan Desa sembung dari volume 215x3, 7x0,15, juga jalan poros desa Bangle arah Desa Mragel dari volume 240x3, 6x0,15.

" Harapnya, setelah semua jalan sudah baik, pertumbuhan ekonomi akan lebih meningkat" ungkap kades. 

Dan kini manfaatnya langsung di rasakan oleh masyarakat sekitar, hingga tidak ada lagi keluhan dari warga saat menjalankan aktifitasnya sehari hari, imbuhnya pada Media Sabtu, 30/10.

Dan atas selesainya kegiatan, kades sembung melalui kelompok kerja sama antar Desa (Pokmas KAD) Maju bersama, mengucapkan terima kasih bahwa semua terwujud tak lepas dari dukungan masyarakat, baik secara moril maupun pengawasanya, dengan demikian , mari bersama sama untuk mendukung pembangunan di desa Sembung khususnya, secara berkelanjutan, tutupnya. 
.
Sebagai Desa yang menuju Desa Mandiri, Pemdes Desa Sembung berkomitmen untuk terus mewujudkan infrastruktur secara merata yang memadai di berbagai sektor yang ada di Desa. Pungkasnya. (Prs)
Share:

Sabtu, 31 Oktober 2026

Bung Taufik Resmi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukuk, Sosok Doktor Muda Dengan Gagasan Hukum Progresif

SURABAYA, Berita cakrawala.co.id — Moh Taufik, yang akrab disapa Bung Taufik, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Keberhasilan ini menjadi pencapaian akademik penting sekaligus menandai kiprahnya sebagai doktor muda ilmu hukum yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan hukum di Indonesia, Jumat 30/10/2026.

Doktor muda ilmu hukum, Bung Taufik, membuktikan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan merupakan fondasi penting dalam membangun pemikiran hukum yang kritis, progresif, dan berorientasi pada kepastian serta keadilan. Gelar doktor yang diraihnya bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan juga bentuk tanggung jawab intelektual untuk terus mengembangkan gagasan dan menjawab berbagai persoalan hukum di tengah masyarakat.

Dalam ujian promosi doktor yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, Bung Taufik berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji yang terdiri atas para guru besar dan doktor. Disertasi tersebut berjudul “Urgensi Pengaturan Pembekuan Berita Acara Sumpah dalam Undang-Undang Advokat untuk Memberikan Kepastian Hukum.”

Melalui penelitian tersebut, Bung Taufik mengangkat persoalan penting mengenai urgensi pengaturan pembekuan berita acara sumpah dalam Undang-Undang Advokat. Kajian ini menyoroti perlunya kejelasan norma hukum untuk mewujudkan kepastian hukum, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem hukum dan pengaturan profesi advokat di Indonesia.

Keberhasilannya mempertahankan disertasi di hadapan para penguji menjadi bukti kesungguhan dalam menempuh pendidikan doktoral dan mendalami persoalan hukum secara akademis. Penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu hukum serta menjadi bahan pemikiran dalam pengembangan regulasi yang lebih jelas, konsisten, dan memberikan kepastian hukum.

Sebagai doktor muda ilmu hukum, Bung Taufik diharapkan tidak hanya hadir sebagai akademisi dengan gelar tertinggi, tetapi juga sebagai figur intelektual yang mampu menyampaikan gagasan, melakukan kajian kritis, dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan hukum. Tantangan hukum yang semakin kompleks membutuhkan pemikiran yang tajam, argumentasi yang kuat, serta keberanian untuk mendorong pembaruan hukum demi kepentingan masyarakat.

Momentum promosi doktor tersebut turut dihadiri keluarga besar MADAS (Madura Asli Sedarah), para ketua DPC dari berbagai daerah di Indonesia, para ketua DPD, jajaran pengurus, dan anggota organisasi. Hadir pula tokoh nasional Haji Her, keluarga besar, kolega, sahabat, serta para alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempan.

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan dan apresiasi atas pencapaian akademik Bung Taufik. Di tengah perjalanan pengabdian dalam organisasi dan kehidupan sosial kemasyarakatan, keberhasilan meraih gelar doktor menunjukkan pentingnya pendidikan dan pengembangan keilmuan sebagai bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

Doktor muda bukan sekadar sebutan atas pencapaian akademik, melainkan tanggung jawab untuk terus berpikir, berkarya, dan mengabdi melalui ilmu pengetahuan. Dengan gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Bung Taufik diharapkan mampu memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pemikiran hukum, pendidikan, advokasi masyarakat, serta perjuangan mewujudkan kepastian dan keadilan hukum.

Keberhasilan ini menjadi awal dari perjalanan intelektual yang lebih luas. Ilmu yang telah diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai ruang pengabdian, sehingga pemikiran hukum tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai jawaban atas kebutuhan dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Selamat kepada Bung Taufik atas raihan gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Semoga menjadi doktor muda yang terus melahirkan gagasan progresif, memperkaya perkembangan ilmu hukum, dan memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum serta keadilan di Indonesia" Pungkasnya.(Red)
Share:

Pembangunan Pujasera Pasar Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Memberikan Ruang Bagi UMKM Warga Lokal Berharap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Ke Depan Lebih Baik

LAMONGAN, Berita cakrawala.co.id- 
Tujuan pembangunan Pujasera pasar Desa, tentunya akan memberikan ruang bagi para pelaku UMKM lokal, selain itu, juga sebagai tempat sarana dalam menggali potensi yang ada di desa . 

Seperti di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang, telah membangun beberapa stant Pujasera dan sudah terealisasikan kini tinggal nunggu musdes teknis selanjutnya. 

Selaku ketua timlak ( Agus ) mengatakan adanya pembangunan pusat jajanan serba ada (Pujasera) tersebut, telah sesuai perencanaan awal dari usulan usulanya masyarakat yang melalui Musrenbangdes, tujuanya tak lain untuk mensejahterakan masyarakat secara merata, Sabtu, 31/10.

Atas terealisasinya pembangunan pujasera pasar Desa, semua bersumber dari hasil keuntungan ternak maupun dari hasil penanaman padi tahun 2025-2026 , terdiri 6 unit dari volume antara 5,5 x 3,5 m2. Dan sistem kegiatanya bersifat Pemberdayaan, yang melibatkan warga lokal, termasuk kategori warga pengangguran, buruh tidak tetap, dan warga tidak punya garapan persil maupun sawah" Tegasnya. 

Dan setelah tersedianya sarana yang baik dan memadai, kami timlak Desa Purwokerto berharap bagi para pelaku UMKM nantinya, akan lebih memudahkan di dalam menawarkan hasil produk produknya maupun jasa lainya, baik terhadap masyarakat lokal, maupun masyarakat luar, dengan efektif, tutupnya.

Kepala Desa Purwokerto (Tarmidi) juga menambahkan, adanya pujasera pasar desa, Pemdes'' bertujuan akan memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam mengembangkan usahanya melalui UMKM dari berbagai hasil produknya sendiri, mari bersama sama kita wujudkan kemandirian ekonomi desa, demi kesejahteraan bersama, pinta kades. 

Lanjut Kades, sebagai desa yang akan menuju Desa mandiri, kami Pemdes Desa Purwokerto membuktikan, bahwa kita sudah siap tidak lagi bergantung dari pihak luar, dan Kami atas nama Pemdes mengajak untuk terus berinovasi menggali potensi yang ada di desa, demi kesuksesan bersama yakni menuju Desa yang sejahtera ke depanya, baik dari segi aspek manapun" pungkasnya. (Prs/Zn ).
Share:

Jumat, 30 Oktober 2026

Jumat Berkah, Polda Jatim Salurkan 600 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Polda Jawa Timur terus memperkuat kedekatan dan sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), salah satunya melalui kegiatan Jumat Berkah bersama komunitas pengemudi ojek online (ojol).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono didampingi Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim berbaur bersama ratusan pengemudi ojol di Lapangan Mapolda Jatim, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat “Polisi Bersama Masyarakat” sekaligus implementasi “Jogo Omah”, dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Selain menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut Polda Jatim menyalurkan sebanyak 600 paket sembako kepada para pengemudi ojol.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus apresiasi Polda Jatim kepada komunitas ojol yang selama ini turut berkontribusi dalam menjaga Kamtibmas serta membantu memberikan informasi terkait situasi di tengah masyarakat.

Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada komunitas ojol yang selama ini telah membangun komunikasi dan sinergi dengan jajaran Polda Jawa Timur.

“Terima kasih kepada rekan-rekan ojol yang selama ini turut berperan mewujudkan Kamtibmas yang kondusif dengan semangat Jogo Omah, Jogo Jawa Timur,” ungkap Irjen Pol Dekananto.

Kapolda Jatim menegaskan, kegiatan Jumat Berkah tersebut tidak hanya dilaksanakan sekali, namun direncanakan menjadi kegiatan rutin setiap hari Jumat.

“Pembagian bantuan nantinya dilakukan secara bergantian, sehingga rekan-rekan ojol yang belum menerima bantuan berkesempatan mendapatkannya pada kegiatan berikutnya,” ujar Irjen Pol Dekananto.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Jatim ingin terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat serta menghadirkan Polri yang tidak berjarak dengan warga.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui kolaborasi nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan bersama.

Sementara itu, bantuan sembako yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Polda Jatim untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para pengemudi ojol.

Dengan komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat, Polda Jatim berharap komunitas ojol dapat terus menjadi mitra dalam menjaga Kamtibmas dengan semangat Jogo Omah, Jogo Jawa Timur," pungkasnya.(Farid)
Share:

Sinergi Kamtibmas, Kapolda Jatim Implementasikan Program 'Polisi Bersama Masyarakat' lewat Jumat Keliling

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, melaksanakan kegiatan Jumat Keliling sekaligus Salat Jumat berjemaah di Masjid Baitussalam, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, pada Jumat (30/10/2026). 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen nyata Polda Jatim dalam mengimplementasikan program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat.

Dalam kunjungannya, Irjen Pol Dekananto memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog langsung dan menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para jemaah. 

Ia mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga untuk memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menjaga situasi kondusif di Jawa Timur.

Kapolda Jatim mengatakan,program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri agar seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Polda, Polres, hingga Polsek, melaksanakan Salat Jumat Keliling serta Subuh Keliling. 

"Tujuannya agar Polisi lebih dekat dengan masyarakat, bisa mendengarkan secara langsung aspirasi, masukan, maupun keluhan warga," ujar Irjen Pol Dekananto.

Menurut Kapolda Jatim, kehadiran Polri di tengah-tengah warga tidak hanya sekadar menjaga keamanan fisik, melainkan juga membangun komunikasi, kebersamaan, dan kepercayaan publik. Sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan kamtibmas yang aman.

Di hadapan para jemaah, Kapolda Jatim juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila dalam pelaksanaan tugas pelayanan maupun penegakan hukum masih terdapat tindakan anggota Polri di lapangan yang kurang berkenan. 

Ia juga menegaskan sikap terbukanya terhadap kritik dan saran dari masyarakat luas demi evaluasi internal.

"Silakan masukan dan kritik disampaikan melalui Bhabinkamtibmas maupun Kapolsek. Saya sudah menekankan kepada seluruh anggota agar tidak mengambil hak masyarakat dalam bentuk apa pun. Berikan pelayanan dengan tulus, tanpa pamrih, dan jangan sampai ada anggota yang melakukan pemerasan, penipuan, atau tindakan yang menyakiti hati masyarakat," tegasnya.

Selain menyoroti reformasi pelayanan internal, jenderal dengan bintang dua tersebut memberikan perhatian khusus pada persoalan krusial generasi muda, seperti kenakalan remaja, tawuran antarpelajar, perundungan (bullying) di sekolah, hingga penyalahgunaan narkoba.

Kapolda Jatim mengingatkan bahwa pengawasan terhadap anak tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah, melainkan memerlukan peran aktif dan kepedulian dari lingkungan keluarga serta masyarakat sekitar. 

Kurangnya perhatian orang tua dinilai menjadi salah satu pemicu utama anak terjerumus ke pergaulan negatif.

Sebagai bentuk konkret penanganan isu tersebut, Kapolda Jatim memaparkan bahwa Polda Jatim kini tengah menggencarkan program Polisi Jogo Sekolah. 

Program ini mengedepankan kolaborasi dengan pihak sekolah, tenaga pendidik, wali kelas, serta instansi terkait untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan nyaman.

Melalui pendekatan pembinaan, kepolisian jajaran Polda Jatim berupaya membentengi para siswa agar tidak menjadi pelaku maupun korban tindakan kriminal.

Menutup kegiatannya, Kapolda Jatim memohon dukungan serta doa restu dari para ulama dan tokoh masyarakat agar jajaran Polda Jatim konsisten meningkatkan kualitas pelayanan. 

Kegiatan Jumat Keliling ini diharapkan terus menjadi sarana efektif dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkokoh hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat Jatim," pungkasnya. (Farid)
Share:

Polres Gresik Amankan 11 Tersangka Curanmor, Empat Motor Dikembalikan ke Korban

GRESIK, BeritaCakrawala.co.id – Satreskrim Polres Gresik Polda Jatim berhasil mengungkap dan mengamankan sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah. 

Sepanjang periode September hingga Oktober 2026, Polres Gresik Polda Jatim sukses mengungkap tujuh kasus curanmor, dan mengamankan 11 orang tersangka, serta belasan barang bukti kendaraan. 

Tak sekadar menangkap pelaku, Polisi juga langsung mengembalikan empat unit sepeda motor kepada pemilik sahnya.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, keberhasilan ini merupakan wujud komitmen total kepolisian dalam menekan angka kriminalitas yang meresahkan warga. Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menyasar kendaraan yang minim proteksi.

"Modus tersangka adalah berkeliling memetakan sasaran. Mereka mengincar kendaraan yang tidak memakai kunci ganda, lalu mengeksekusinya menggunakan kunci T atau anak kunci palsu," ujar AKBP Ramadhan, Kamis (29/10/2026).

Aksi kejahatan para pelaku tersebar di sejumlah titik rawan, meliputi wilayah Kecamatan Menganti, Bungah, Panceng, Manyar, Dukun, Driyorejo, hingga kawasan urban Kecamatan Gresik. 

Adapun 11 tersangka yang diamankan adalah M.R., S.T.C., M.N.K., dan S.D.C. asal Surabaya; A.L.F. dan N.A. warga Gresik; A.M. dan D.R.J. asal Lamongan; serta M.S. warga Batang, Jawa Tengah. Polisi juga mengamankan A.S., seorang anak yang berkonflik dengan hukum (ABH). 

Seluruh tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Langkah responsif Polres Gresik Polda Jatim menuai apresiasi tinggi dari para korban yang motornya kembali. 

Samsuri, Budi Santoso, Munawar, dan Linsy Putri, kompak menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kerja keras petugas yang berhasil menemukan kendaraan mereka dalam waktu relatif cepat.

Menutup keterangannya, Kapolres Gresik mengimbau warga agar memperketat keamanan kendaraan pribadi. 

"Jangan beri ruang bagi pelaku kejahatan. Gunakan selalu kunci pengaman tambahan," tegasnya. 

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 atau hotline Lapor Cak Rama di nomor 081188002006 jika menemui indikasi kriminalitas di lingkungannya" pungkasnya.(Farid)
Share:

Polda Jatim Ungkap Sindikat Jual Beli Akun Bodong hingga Promosi Judi Online Kamboja

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur berhasil membongkar praktik kejahatan siber berskala besar di Kabupaten Sidoarjo. 

Dalam operasi tersebut, Polisi menetapkan seorang pria berinisial DS sebagai tersangka atas kasus manipulasi data elektronik, penyalahgunaan data pribadi, serta promosi situs perjudian online jaringan internasional.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Wakil Direktur (Wadir) Reserse Siber Polda Jatim, AKBP Daniel Somanonasa Marunduri saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Jumat (30/10).

Kombes Pol Abast, menegaskan bahwa Polda Jatim berkomitmen menjaga keamanan data pribadi masyarakat dari berbagai bentuk penyalahgunaan.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan data pribadi, khususnya NIK dan nomor KK, serta tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan yang melanggar hukum," ujar Kombes Pol Abast.

Sementara itu, Wadir Reserse Siber Polda Jatim, AKBP Daniel Somanonasa Marunduri, menjelaskan bahwa tersangka DS menjalankan dua modus kejahatan sekaligus sejak tahun 2023.

Modus pertama adalah memperjualbelikan akun WhatsApp dan Telegram yang telah diaktifkan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) milik orang lain secara ilegal.

"Tersangka melakukan registrasi kartu SIM menggunakan data milik orang lain, kemudian membuat akun WhatsApp dan Telegram untuk diperjualbelikan melalui platform Telegram dengan harga bervariasi," ujar AKBP Daniel.

Untuk satu akun WhatsApp, tersangka mematok harga Rp500 hingga Rp5.000, sedangkan akun Telegram dijual seharga Rp1.000 hingga Rp3.000. Dari bisnis penjualan akun bodong ini, DS meraup keuntungan sekitar Rp100 juta.

Tidak berhenti di situ, sejak November 2025, tersangka DS melebarkan sayap bisnisnya ke ranah perjudian online. Ia membuat perangkat lunak berbasis website (sengmanda.com) secara mandiri untuk menyediakan jasa penyebaran iklan judi massal atau blasting.

Pelanggan cukup mengirimkan materi promosi beserta daftar nomor WhatsApp sasaran.Sistem milik DS kemudian otomatis membombardir nomor-nomor tersebut dengan iklan judi.
 
Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka DS bekerja sama langsung dengan admin jaringan perjudian online yang berada di Kamboja dengan total nilai transaksi mencapai Rp1 miliar.

Dalam penggerebekan ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 1 unit komputer rakitan, 13 unit ponsel, sekitar 6.000 kartu SIM dari berbagai operator (XL, Axis, dan By.U), serta dokumen mutasi rekening dan tangkapan layar transaksi.

Atas perbuatannya, DS dijerat pasal berlapis, yakni UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara atau denda Rp12 miliar, serta UU Perlindungan Data Pribadi dan KUHP terkait perjudian dengan ancaman 9 tahun penjara atau denda Rp2 miliar.

Guna mengantisipasi perluasan dampak, Ditressiber Polda Jatim kini telah membuka layanan hotline pengaduan di nomor 08811043007 serta membentuk tim khusus untuk menelusuri aset (asset tracing) milik tersangka dan jaringan yang terlibat" Pungkasnya.(Farid)
Share:

Kamis, 29 Oktober 2026

Dugaan Sertifikat Tanah Ganda Di BPN Surabaya 1, HGB Diduga Terbit Di Atas Tanah Hak Milik

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id — Dugaan tumpang tindih sertifikat tanah di wilayah kerja Kantor Pertanahan (BPN) Surabaya 1 menjadi sorotan setelah seorang pemilik tanah berinisial IJ menemukan informasi mengenai penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama pihak lain pada lokasi yang diklaim sebagai tanah miliknya.

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai riwayat penerbitan sertifikat, kesesuaian data fisik dan yuridis, serta keakuratan administrasi pertanahan.

Kasus tersebut kini diharapkan mendapat penelusuran menyeluruh dari pihak terkait guna memastikan status hukum bidang tanah yang dipersoalkan.

Berawal dari Pengecekan Pajak Tanah persoalan ini bermula ketika IJ hendak melakukan pembayaran tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya untuk periode 2021 hingga 2026, dengan total nilai yang disebut mencapai Rp220.100.952.

Karena nilai tunggakan cukup besar dan ingin memastikan tidak terjadi kekeliruan letak objek pajak, IJ melakukan pengecekan melalui layanan Sentuh Tanahku. 

Dari hasil pengecekan tersebut, pemilik memperoleh informasi bahwa pada lokasi tanah yang dimaksud telah tercatat penerbitan HGB atas nama dua orang berinisial KD dan KM pada 2008.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi ke Bapenda Kota Surabaya. IJ diarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak pengadu, DPRKPP menyebut lokasi tersebut sesuai dengan peta blok atas nama IJ. Sementara itu, BPKAD disebut memberikan keterangan bahwa lokasi yang dimaksud bukan merupakan aset Pemerintah Kota Surabaya.

Keterangan tersebut menjadi salah satu dasar bagi IJ untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai riwayat administrasi dan status hukum bidang tanah tersebut.
Dugaan Perbedaan Data dalam Riwayat Pertanahan
Menurut dokumen dan kronologi yang disampaikan pihak IJ, pada 2002 terdapat surat ukur (SU) dengan luas yang disebut sama dengan bidang tanah yang dipersoalkan.

Selanjutnya, pada 2003 disebut terbit Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) atas nama pemohon IJ, dengan Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dan luas tanah yang sama atas nama pemohon.

Namun, pada 2008 muncul informasi mengenai penerbitan HGB atas nama KD dan KM di lokasi yang disebut memiliki luas dan letak yang sama.
Pihak IJ mempertanyakan perubahan jenis hak yang sebelumnya diklaim sebagai Hak Milik menjadi HGB atas nama pihak lain.

Selain itu, terdapat dugaan perbedaan pada nomor, NIB, dasar hak, dan identitas pemilik yang tercantum dalam dokumen HGB tersebut.

Pihak IJ juga menyatakan bahwa nama wajib pajak pada administrasi perpajakan masih tercatat atas namanya hingga saat ini.

Datangi BPN Surabaya 1, Minta Penjelasan Dasar Penerbitan HGB
Untuk memperoleh kepastian, pihak IJ bersama perwakilannya mendatangi Kantor BPN Surabaya 1 pada Selasa, 27 Oktober 2026. 

Kedatangan tersebut bertujuan meminta penjelasan mengenai dasar penerbitan HGB, proses pengukuran, pemetaan bidang tanah, serta kesesuaian data administrasi yang tersimpan di kantor pertanahan.

Dalam kunjungan tersebut, pihak pengadu mengaku ditemui staf BPN berinisial Y dan D.

Mereka kemudian diarahkan untuk menyampaikan surat permohonan dan kembali datang pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Pihak pengadu menyebut proses untuk bertemu pejabat terkait berlangsung cukup sulit karena beberapa pihak yang hendak ditemui disebut tidak berada di tempat. 

Setelah melalui proses koordinasi, mereka akhirnya dapat bertemu dengan Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU), Kepala Seksi Pengukuran, serta staf pengukuran.

Dalam pertemuan tersebut, menurut keterangan pihak pengadu, BPN Surabaya 1 berjanji melakukan pengecekan terhadap persoalan yang disampaikan dan memberikan jawaban dalam waktu sekitar dua minggu ke depan.

Janji tindak lanjut tersebut kini menjadi perhatian pihak IJ yang berharap pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan berdasarkan dokumen resmi.

BPN Diharapkan Membuka WARKAH pengajuan permohonan sertifikat atas nama IJ dan pengajuan permohonan HGB atas nama KD dan KM serta Riwayat Administrasi Secara Transparan
Pihak pengadu berharap BPN Surabaya 1 memberikan klarifikasi mengenai riwayat penerbitan HGB yang dipersoalkan, termasuk dasar permohonan, dokumen alas hak, data pengukuran, pemetaan, serta proses administrasi yang mendasari penerbitannya.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah persoalan tersebut berkaitan dengan kesalahan administrasi, tumpang tindih pemetaan, ketidaksesuaian dokumen, atau kemungkinan adanya pelanggaran hukum.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian data maupun indikasi penyimpangan, hasil pemeriksaan diharapkan menjadi dasar untuk mengambil langkah korektif dan penanganan sesuai kewenangan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemberian klarifikasi juga penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi mengenai status hukum tanah dan agar hak para pihak yang berkepentingan dapat diperiksa secara objektif.

Siapkan Pengaduan ke Kanwil BPN Jatim hingga Aparat Penegak Hukum
Pihak IJ menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

Apabila persoalan tersebut tidak memperoleh penyelesaian yang jelas atau ditemukan indikasi pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan, pihaknya berencana menyampaikan pengaduan kepada Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Komisi A DPRD Kota Surabaya,Ombudsman,Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Pihak pengadu juga menyatakan akan mempertimbangkan pelaporan kepada aparat penegak hukum, termasuk Polda Jawa Timur dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), apabila terdapat bukti dan dasar hukum yang menunjukkan adanya dugaan tindak pidana sesuai kewenangan masing-masing lembaga.

Langkah tersebut, menurut pihak pengadu, ditempuh untuk memperoleh kepastian hukum dan memastikan persoalan pertanahan ditangani secara terbuka.

Dugaan manipulasi data dan persoalan penerbitan HGB tersebut masih memerlukan verifikasi melalui dokumen resmi serta klarifikasi dan validasi dari pihak-pihak terkait.

" Sampai berita ini diturunkan masih mengkonfirmasi pihak pihak terkait" Pungkasnya.(Red)
Share:

Empat Siswa Terjebur Sumur Di Sekolah, Polisi Bersama Masyarakat Bergerak Cepat Melakukan Evakuasi

LAMONGAN, BeritaCakrawala.co.id– Empat siswa kelas 1 berusia 7 tahun terjebur ke dalam sumur di lingkungan sekolah dasar diwilayah Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Kamis (29/10) sekitar pukul 09.40 WIB.

Kejadian tersebut berlangsung saat jam istirahat ketika keempat anak tersebut bermain di sekitar sumur yang penutupnya terbuat dari cor beton.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, keempat siswa tersebut naik ke atas penutup sumur dan melompat-lompat hingga penutup sumur jebol dan pecah.

Akibatnya, keempat anak tersebut jatuh ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 8 meter yang terdapat sedikit air di dalamnya.

Mengetahui kejadian tersebut, kepala sekolah segera menghubungi Polsek Modo. Kapolsek Modo AKP Witono Hariadi, S.H., bersama anggota langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan bidan desa.

Bersama warga sekitar, anggota Polsek Modo kemudian melakukan evakuasi hingga keempat anak tersebut berhasil diangkat dari dalam sumur. Setelah berhasil dievakuasi, keempatnya mendapatkan pemeriksaan awal oleh bidan desa dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Modo untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Berdasarkan informasi yang diterima, seluruh anak tersebut telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa respons cepat petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan dan masyarakat sangat membantu proses evakuasi.

“Kami bersyukur keempat anak kita berhasil dievakuasi dan telah mendapatkan penanganan medis. Kami mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat jam istirahat dan ketika bermain di lingkungan sekolah.” jelasnya.

Kasihumas juga mengingatkan pihak sekolah agar memastikan seluruh fasilitas di lingkungan pendidikan berada dalam kondisi aman, khususnya sumur, saluran air, dan area berbahaya lainnya. Penutup sumur yang tidak memenuhi standar keamanan perlu segera diperbaiki dan diamankan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Keselamatan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak serta segera melaporkan apabila ditemukan fasilitas yang berpotensi membahayakan" Pungkasnya.(MKD)
Share:

Ketua Lembaga Marmoyo Dan Pengamat Hukum Apresiasi Kinerja Jatanras Polda Jatim

SURABAYA, Berita cakrawala.co.id - Lembaga Marmoyo Community mengapresiasi setinggi tingginya atas kinerja dari Jatanras Polda Jatim berhasil mengungkap pembunuhan ibu dan anak di Madiun.

Pergerakan cepat dan taktis dari pihak kepolisian dalam hal ini mencerminkan efektifitas penegakan hukum di Polda Jatim yang merupakan salah satu aspek penting dalam menghadapi kasus pembunuhan tersebut.

Pengamat Hukum Advokat Anang Djatmiko, SH atau biasa disebut bang Miko lawyer menyampaikan kami sangat apresiasi atas kinerja unit Jatanras Polda Jatim dalam tersangka Pembunuhan ini.

" Mengingat dengan kejadian yang sadis ini, kami berharap penyidik dari Jatanras Polda Jatim tersangka akan dikenakan dengan hukuman yang seberat beratnya" Tegasnya.

Tak luput pula, acungan jempol yang diberikan oleh ketua Lembaga Marmoyo Community Sutrisno kepada Subdit III Jatanras Polda Jatim dalam pengungkapan dan penegakan hukum.

" Kami menghimbau masyarakat agar percaya sepenuhnya dengan kinerja Polri, khususnya Unit Jatanras Polda Jatim serta memberikan keadilan bagi keluarga korban" Pungkasnya.(M.Samsul Bahri)
Share:

Rabu, 28 Oktober 2026

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Patriotik, Gigih dan Berempati

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Rabu (28/10/2026).

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan, pengabdian serta kepedulian generasi muda terhadap bangsa dan masyarakat.

Wakapolda Jawa Timur Kombes Pol Feri Handoko Soenarso bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.

Dalam sambutan Menpora yang dibacakan Wakapolda Jatim tersebut, generasi muda diajak untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air, memiliki kegigihan dalam menghadapi berbagai tantangan, serta membangun kepedulian dan empati terhadap sesama.

Momentum Hari Sumpah Pemuda sekaligus mengingatkan kembali makna historis ikrar 28 Oktober 1928. Para pemuda dari berbagai latar belakang menyatukan tekad kebangsaan dan menempatkan persatuan di atas berbagai perbedaan.

“Semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi membumi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” demikian petikan sambutan Menpora yang dibacakan Wakapolda Jatim.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, perkembangan teknologi maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, kekuatan karakter, semangat pengabdian serta kepedulian terhadap sesama.

Tiga nilai utama dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, yakni patriotik, gigih dan berempati, diharapkan dapat diwujudkan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

Patriotisme diwujudkan melalui kecintaan kepada bangsa dan negara yang dibuktikan dengan tindakan nyata. Kegigihan menjadi semangat untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Sementara empati diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat serta kesediaan membantu sesama.

“Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian pesan dalam sambutan Menpora.

Generasi muda juga didorong untuk berani bermimpi, bekerja keras, terus berkarya dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa, tanpa meninggalkan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Semangat patriotik, kegigihan dan empati tersebut juga sejalan dengan semangat “Jogo Omah” yang terus digaungkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Melalui semangat Jogo Omah, masyarakat diajak membangun kepedulian dan menjaga keamanan mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, kemudian lingkungan tempat tinggal, hingga bersama-sama menjaga Jawa Timur sebagai rumah bersama.

Bagi generasi muda, semangat tersebut dapat diwujudkan dengan menjaga diri dan keluarga, merawat persaudaraan dan toleransi, bijak serta bertanggung jawab di ruang digital, sekaligus berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Polda Jatim mengajak generasi muda menjadi mitra strategis dalam menjaga persatuan dan keamanan. Semangat Sumpah Pemuda dan Jogo Omah memiliki titik temu dalam membangun kesadaran bahwa menjaga persaudaraan, keamanan dan masa depan bangsa membutuhkan kepedulian serta peran bersama.

Generasi muda juga diharapkan mampu menggunakan ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi maupun konten provokatif yang berpotensi memecah persatuan.

Sebaliknya, ruang digital diharapkan menjadi ruang untuk menyebarkan gagasan, kreativitas, prestasi dan berbagai hal positif yang memperkuat persaudaraan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus merawat persatuan dan mengambil bagian dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Semangat “Jogo Omah, Jogo Lingkungan, Jogo Jawa Timur” diharapkan menjadi bagian dari kepedulian bersama untuk mewujudkan Jawa Timur yang aman, damai dan kondusif.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus dirawat dan diwujudkan melalui karya, pengabdian serta kepedulian nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara" Pungkasnya.(Farid)
Share:

Camat Brondong Sampaikan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun

LAMONGAN, BeritaCakrawala.co id- Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun, Camat Brondong.Nurul Khumaidah, SH, MM menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemuda di wilayah Kecamatan Brondong dan Kabupaten Lamongan.

Kecamatan Brondong yang bertema Patriotik, Gigih, Berempati. Pemuda Untuk Indonesia, Camat Brondong mengajak seluruh pemuda untuk terus menjaga semangat persatuan dan nasionalisme.

Poster tersebut menampilkan Camat Brondong, Nurul Khumaidah dengan mengenakan seragam dinas lengkap berlatar belakang Tugu Pahlawan dan kibaran Bendera Merah Putih, sebagai simbol semangat kepahlawanan dan patriotisme pemuda.

Nurul Khumaidah berharap momentum Sumpah Pemuda ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi generasi muda di Brondong untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi bangsa.

Selamat Hari Sumpah Pemuda Mari Kita Wujudkan Pemuda Yang Patriotik,Gigih,dan berempat untuk Indonesia yang lebih maju.

Pemuda brondong harus menjadi motor penggerak pembangunan mengilan, Brondong Rapatkan,pesanya.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di kalangan pemuda, khususnya di wilayah pesisir Kecamatan Brondong" Pungkasnya.(MKD)
Share:

Bikin KTP Digital Nggak Perlu Ribet Tim Kelurahan Tanjung Perak Turun Langsung ke Wilayah RT

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) kini banyak dilakukan melalui program layanan jemput bola oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang mendatangi langsung tingkat wilayah seperti kantor kelurahan, rumah RW, hingga kediaman ketua RT.

Kali ini seperti halnya yang ada di Kalimas Baru 1  RT 09 kelurahan Tanjung Perak tepatnya di kantor Media Berita Cakrawala melaksanakan kegiatan aktivasi IKD tersebut, Selasa (27/10/2026) sore.

Ketua RT 09 Sulaiman menyampaikan Alhamdulillah atas berkat kerja sama dan dukungan masyarakat, kegiatan aktivasi IKD berjalan dengan lancar sebagai bentuk apresiasi.

" Saya juga berterima kasih kepada petugas kelurahan Tanjung Perak yang sudah hadir mendampingi warga kami untuk Aktivasi IKD" Tegasnya.

Antusiasme masyarakat untuk melakukan aktivasi  IKD sangat tinggi kegiatan ini turut di monitor langsung oleh pihak kelurahan Tanjung Perak Kecamatan Pabean Cantikan, guna  memastikan kelancaran proses  pelayanan kepada warga.

" Diakhir kegiatan berjalan dengan lancar, aman dan kondusif" Pungkasnya.(SLM)
Share:

Momentum Sumpah Pemuda, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Persatuan

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, serta semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Jika dahulu para pemuda dipersatukan oleh tekad kebangsaan, maka generasi muda saat ini memiliki tantangan untuk merawat persatuan di tengah derasnya arus informasi dan dinamika ruang digital.

“Momentum Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan masa depan bangsa. Mari jadikan ruang digital sebagai tempat menyebarkan gagasan, kreativitas, dan hal-hal positif yang memperkuat persaudaraan,” ujar Kombes Pol Abast, Selasa (27/10/2026).

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terlebih informasi yang mengandung provokasi, ajakan kekerasan, maupun narasi yang berpotensi memecah persatuan.

“Jangan mudah terprovokasi dan jangan sekadar ikut-ikutan terhadap ajakan yang belum dipahami tujuan maupun risikonya. Jadilah generasi muda yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab,” pesan Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, Polri menghormati ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pendapat, gagasan, kritik, maupun aspirasi. Namun, kebebasan tersebut hendaknya dijalankan secara bertanggung jawab, tertib, dan damai, serta tetap menghormati hak dan keselamatan orang lain.

Dalam momentum Sumpah Pemuda, Polda Jatim juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak serta memberikan pendampingan terhadap lingkungan pergaulan dan aktivitas mereka di ruang digital.

Menurut Kombes Pol Abast, menjaga generasi muda sekaligus keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Jogo Omah” yang terus digaungkan Kapolda Jawa Timur.

“Jogo Omah bukan hanya menjaga rumah secara fisik. Kita menjaga keluarga kita, menjaga anak-anak kita, menjaga lingkungan kita, dan pada akhirnya bersama-sama menjaga Jawa Timur sebagai rumah kita agar tetap aman dan kondusif,” ungkap Kombes Pol Abast.

Ia berharap momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa semangat menjaga persatuan dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yakni keluarga dan masyarakat.

“Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan. Mari kita mulai dari rumah kita sendiri. Jogo Omah, Jogo Lingkungan, lan Jogo Jawa Timur. Bersama-sama kita jaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.(Farid)
Share:

Polda Jatim Ungkap Dugaan Pembunuhan Berencana Dua Korban di Madiun, Satu Tersangka Diamankan

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang perempuan dan seorang anak berusia empat tahun di Kota Madiun.

Dalam perkara tersebut, penyidik menetapkan seorang pria berinisial DBM (40), warga Kota Madiun, sebagai tersangka. Tersangka diketahui memiliki hubungan pernikahan siri dengan korban perempuan.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M. Sihombing menjelaskan, pengungkapan perkara berawal dari laporan orang hilang yang disampaikan keluarga korban kepada Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan untuk mengetahui keberadaan korban.

“Kasus ini berawal dari adanya laporan orang hilang pada 5 Oktober 2026 yang dilaporkan ke Polres Madiun Kota. Berdasarkan laporan tersebut, dilakukan serangkaian penyelidikan untuk mengetahui keberadaan korban,” ujar Kombes Pol Roy H.M. Sihombing saat memberikan keterangan pers, Selasa (27/10/2026).

Dalam proses penyelidikan, petugas melakukan penelusuran terhadap sejumlah informasi, termasuk rekaman CCTV, jejak digital, serta lokasi yang diketahui pernah didatangi korban.

Dari hasil pendalaman tersebut, penyidik memperoleh petunjuk yang kemudian mengarah pada dugaan terjadinya tindak pidana.

“Dari hasil pengembangan dan alat bukti yang diperoleh, ditemukan fakta yang mengarah bahwa korban yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga telah meninggal dunia. Selanjutnya, perkara tersebut kami dalami sebagai dugaan tindak pidana pembunuhan,” jelas Kombes Roy.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kedua korban diduga meninggal dunia pada 20 September 2026 di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Madiun.

Korban perempuan diduga meninggal dunia di salah satu hotel di Kota Madiun, sedangkan korban anak diduga meninggal dunia di dalam kendaraan di wilayah Kota Madiun.

Penyidik selanjutnya melakukan serangkaian pemeriksaan dan mengumpulkan alat bukti hingga menetapkan DBM sebagai tersangka.

Terkait motif, Kombes Roy mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, terdapat dugaan perselisihan dalam hubungan pribadi antara tersangka dan korban perempuan yang menjadi salah satu latar belakang peristiwa tersebut.

“Motif sementara yang kami peroleh berkaitan dengan adanya perselisihan antara tersangka dengan korban perempuan. Namun, motif secara keseluruhan masih terus kami dalami berdasarkan keterangan, alat bukti, serta hasil pemeriksaan lainnya,” ungkap Kombes Roy.

Sementara terkait meninggalnya korban anak, penyidik juga masih mendalami rangkaian peristiwa dan motif tersangka.

“Berdasarkan keterangan tersangka kepada penyidik, terdapat kekhawatiran bahwa korban anak mengetahui peristiwa yang terjadi terhadap korban perempuan. Keterangan tersebut masih terus kami dalami dan akan disesuaikan dengan alat bukti lainnya,” jelas Kombes Roy.

Setelah kedua korban meninggal dunia, tersangka diduga melakukan serangkaian tindakan untuk menyembunyikan keberadaan jenazah sekaligus menghilangkan jejak perbuatannya.

Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi dan menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Penyidik telah menemukan sejumlah material yang diduga berkaitan dengan korban. Material tersebut telah diserahkan untuk pemeriksaan forensik, termasuk pemeriksaan DNA. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan keterkaitannya dengan kedua korban,” terang Kombes Roy.

Selain melakukan pemeriksaan forensik, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa kendaraan, telepon seluler, peralatan, serta barang lain yang diduga berkaitan dengan perkara.

Seluruh barang bukti tersebut saat ini masih diperiksa dan didalami untuk memperkuat pembuktian serta merekonstruksi rangkaian peristiwa secara utuh.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan dengan ketentuan pidana terkait kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia serta tindak pidana pembunuhan dan/atau pembunuhan berencana.

Penerapan pasal dilakukan berdasarkan konstruksi hukum, fakta serta alat bukti yang diperoleh penyidik dalam proses penyidikan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengimbau masyarakat maupun insan media untuk menghormati privasi korban dan keluarganya, terutama korban anak yang masih di bawah umur.

“Kami mengingatkan seluruh masyarakat dan rekan-rekan media untuk tetap menghormati privasi korban. Jangan menyebarluaskan identitas, foto, alamat, maupun informasi pribadi lainnya yang dapat mengungkap identitas korban anak,” ujar Kombes Pol Abast.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi dalam proses penegakan hukum tetap harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap korban dan keluarganya.

“Kami berharap semua pihak membantu menjaga privasi korban dan keluarganya. Mari mengedepankan empati serta tidak menyebarluaskan dokumentasi maupun informasi mengenai korban secara berlebihan yang dapat menambah beban maupun menimbulkan trauma bagi keluarga,” tegasnya.

Polda Jatim memastikan proses penyidikan masih terus dikembangkan, termasuk melalui pemeriksaan forensik, pendalaman keterangan para saksi dan tersangka, serta pemeriksaan alat bukti lainnya.

Penyidik juga terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa dan kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui ataupun berkaitan dengan perkara tersebut.

“Proses penyidikan masih berjalan. Kami akan menangani perkara ini secara profesional, transparan dan berdasarkan alat bukti serta ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Kombes Pol Abast" pungkasnya.(Farid)
Share:

Link Berita

Definition List

Unordered List

Support