This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 26 Juni 2026

Presiden ABJI Resmi Adukan Dugaan Kelalaian Pengamanan Aksi Damai ke Propam Polda Jatim

GRESIK, BeritaCakrawala.co.id– Presiden Alam Bersatu Jaya Indonesia (ABJI), Suliono, S.H., resmi melaporkan dugaan kurang optimalnya pengamanan aksi damai yang digelar organisasi tersebut di depan Kantor Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur.

Laporan tersebut disampaikan melalui surat pengaduan yang ditujukan kepada Kapolda Jawa Timur cq. Kabid Propam Polda Jawa Timur, menyusul pelaksanaan aksi damai ABJI pada 24 Juni 2026.

Dalam surat pengaduan tersebut, ABJI menyoroti kinerja aparat penegak hukum (APH) yang dinilai kurang maksimal dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan tindakan provokatif selama kegiatan berlangsung.

Presiden ABJI, Suliono, menyatakan bahwa pengamanan aksi seharusnya tidak hanya dilakukan saat massa telah berada di lokasi kegiatan, melainkan sejak awal keberangkatan peserta dari Kantor DPD ABJI Kabupaten Gresik di Kecamatan Cerme menuju titik aksi di Kecamatan Wringinanom.

"Kami mempertanyakan fungsi dan kinerja aparatur dalam pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat. Pengamanan tidak cukup hanya saat aksi berlangsung, tetapi harus dimulai sejak awal keberangkatan peserta hingga kegiatan selesai," ujar Suliono kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, tidak adanya pengawalan selama perjalanan massa aksi dari Cerme menuju Wringinanom menjadi salah satu faktor yang dinilai berpotensi membuka ruang munculnya pihak-pihak yang dapat mengganggu jalannya aksi damai.

"Jika dilakukan pengamanan dan pengawalan sejak awal, potensi-potensi provokatif bisa lebih cepat terdeteksi dan diminimalisir. Yang kami soroti adalah aspek pencegahan dan deteksi dini," katanya.

ABJI juga mengaku menyayangkan adanya sejumlah peristiwa yang menurut organisasi tersebut menimbulkan ketegangan di lokasi aksi. Karena itu, pihaknya meminta Propam Polda Jatim melakukan pemeriksaan, klarifikasi, dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengamanan yang dilakukan aparat di lapangan.

Suliono menegaskan, langkah pengaduan ke Propam bukan dimaksudkan untuk mendiskreditkan institusi kepolisian, melainkan sebagai bentuk penggunaan mekanisme pengawasan internal yang tersedia dalam institusi Polri.

"Kami menghormati institusi Polri dan menghargai tugas-tugas yang telah dijalankan. Namun, sebagai organisasi yang menyampaikan aspirasi secara resmi dan sah, kami juga berhak meminta evaluasi apabila terdapat dugaan kekurangan dalam pelaksanaan pengamanan," tegasnya.

ABJI berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan transparan sehingga menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak dalam menjamin keamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Gresik maupun Polda Jawa Timur terkait pengaduan yang diajukan Presiden ABJI tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait untuk memenuhi prinsip keberimbangan informasi" Pungkasnya.(Kaperwil)
Share:

Darurat Narkoba Gilas Tanpa Ampun, di HANI 2026, Satreskoba KP3 AKP Adik Agus Putrawan, S.H,. M.H,. Siap Selamatkan Generasi Emas Bangsa

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran gelap narkotika demi menyelamatkan masa depan bangsa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.

"Tahun ini, peringatan HANI mengusung tema sentral "Bersama Melawan Narkoba Demi Generasi Emas Bangsa," ucapnya, Jumat (26/06/2026).

Sinergi Bersama Masyarakat, lanjut kata Adik Agus Putrawan, bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Perlu ada kolaborasi kuat dari seluruh lapisan masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

"Maka Benteng Utama terpenting adalah Keluarga sebagai pelindung pertama anak dari bahaya narkoba, begitu juga Peran Tokoh masyarakat dan agama wajib mengedukasi warga," tegasnya.

Perlu Kami sampaikan, masih lanjut Adik Agus Putrawan, Laporan Warga (Masyarakat) diminta aktif melaporkan bilamana ada dugaan aktivitas mencurigakan.

"Polres Pelabuhan Tanjung Perak Komitmen, Sebagai wilayah gerbang laut utama di Surabaya, akan memperketat pengawasan di area pelabuhan dan pesisir," ujarnya.

AKP Adik Agus menekankan, ada dua strategi utama dalam penanganan narkoba, yaitu tindakan tegas (penegakan hukum) dan tindakan humanis (pencegahan), akan kami Sikat habis bandar dan jaringan pengedar narkoba tanpa pandang bulu.

"Dan yang terpenting jajaran Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung perak (KP3), dengan cara melakukan Tindakan Edukatif, seperti Sosialisasi masif ke sekolah, komunitas pemuda, dan pekerja pelabuhan, serta Penyelamatan Korban untuk Mendorong rehabilitasi bagi para pengguna yang menjadi korban," ulasnya.

Kasat Narkoba menambahkan,Menuju Generasi Emas Bangsa, pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika generasi muda hancur karena narkoba, maka cita-cita Indonesia Emas akan sulit tercapai.

"Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pengedar narkoba di wilayah hukum kami. Mari kita jaga anak-anak kita, bersihkan lingkungan kita, dan wujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, serta berprestasi tanpa narkoba," tegas AKP Adik Agus Putrawan dihadapan awak media"Pungkasnya. (FARID)
Share:

Kamis, 25 Juni 2026

Puluhan Massa Pemuda Indonesia Mendesak Dinkes Pamekasan Jangan Jadi Tameng Rumah Sakit

PAMEKASAN, BeritaCakrawala.co.id – Puluhan massa dari Pemuda Indonesia menggeruduk kantor Dinas kesehatan Pamekasan, menuntut kejelasan dan pertanggungjawabkan atas nasib seorang pasien yang di duga kehilangan rahim akibat tindakan medis yang kini di persoalkan, Kamis (25/06/2026).

Massa menilai persoalan ini bukan sekadar sengketa pelayanan kesehatan biasa, melainkan dugaan pelanggaran serius terhadap hal pasien yang berpotensi menimbulkan cacat permanen dan kerugian seumur hidup.

Kordinator lapangan aksi, Imam Arifin mengungkapkan bahwa pasien berinisial QQ(29), warga kecamatan Pakong, awalnya menjalani operasi sesar di RSIA Puri Buda Madura. Namun Setelah mengalami pendaharaan, pasien kembali menjalani operasi yang berujung pada pengangkatan rahim.

Menurut imam, kondisi pasien justru semakin memburuk sehingga harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di Rumah sakit rujukan tersebut, pasien kembali menjalani tindakan medis dan ditemukan adanya masalah pada usus yang melintir.

" Yang menjadi pertanyaan besar, jika sumber masalahnya berada pada usus, lalu atas dasar pertimbangan medis apa rahim pasien sampai diangkat? Ini yang harus dijelaskan secara terbuka kepada publik dan keluarga pasien" tegasnya.

Tak hanya mempertanyakan tindakan media, masaa juga menyoroti dugaan sulitnya akses keluarga terhadap dokumen rekam medis pasien.

Rekam medis adalah hak pasien, keluarga merasa dipersulit saat meminta dokumen yang seharusnya menjadi dasar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Ketertupan seperti ini justru memunculkan kecurigaan publik.

Dalam aksinya, massa mendesak Dinkes 
Pamekasan untuk tidak hanya menjadi 
penonton atau sekadar menerima laporan 
administratif dari rumah sakit.  Mereka 
meminta investigasi dilakukan secara 
independen dan transparan.

Dinkes harus membuktikan keberpihakan kepada masyarakat, bukan menjadi tameng bagi fasilitas kesehatan yang sedang di persoalkan.  Jika ditemukan pelanggaran prosedur atau dugaan malapraktik, maka harus ada tindakan tegas bukan sekadar pembinaan" imbuhnya.

Pernyataan Dinkes yang menyebut hasil investigasi belum dapat disampaikan ke publik juga menuai sorotan. Massa menilai alasan menunggu kordinasi dan konsolidasi tidak boleh dijadikan dalih untuk memperlambat keterbukaan publik yang menjadi hak pasien dan keluarganya.

Di tengah tuntutan masyarakat akan transparan, publik kini menunggu apakah investigasi yang dilakukan benar benar independen atau hanya berakhir sebagai formalitas birokrasi yang tidak menyentuh substansi personalan.

Kasus ini pun menjadi ujian serius bagi integritas pengawasan pelayanan kesehatan di kabupaten Pamekasan. Sebab yang dipertanyakan bukan hanya nama sebuah rumah sakit, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan dan perlindungan hak hak pasien di Indonesia.

Sampai berita ini diturunkan masih mengkonfirmasi pihak pihak terkait" Pungkasnya.(Red)
Share:

JOGO SUROBOYO" Antisipasi Antrean Panjang dan Pastikan Stok Aman, Polrestabes Surabaya Pantau Distribusi Solar Real-Time

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya menggelar patroli rutin ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Wilayah Kota Surabaya. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar. Selain memastikan ketersediaan pasokan, kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk mengurai antrean kendaraan.

Terkait hal tersebut di atas, AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M selaku Kasatlantas Polrestabes Surabaya, Kamis (25/06/2026) mengatakan, Jika terjadi penumpukan arus lalu lintas di sekitar area SPBU, anggota Satlantas akan langsung bersiaga di tengah masyarakat untuk melakukan pengaturan jalan dan menjaga ketertiban.

"Patroli intensif ini menyasar sejumlah titik SPBU strategis guna memantau langsung aktivitas pengisian bahan bakar dan memastikan pasokan Solar tetap aman bagi masyarakat," ujarnya.

Polrestabes Surabaya berkomitmen, lanjut kata Galih, memberikan pelayanan prima dan rasa aman di fasilitas publik, dan personelnya tidak hanya sekadar melakukan pemantauan visual, dan Jika ditemukan adanya antrean panjang kendaraan yang mengular hingga ke bahu jalan, petugas yang berpatroli akan langsung turun ke lapangan.

"Aksi Cepat Tanggap Polrestabes Surabaya di Lapangan, terkait situasi tersebut, Petugas secara langsung mendatangi titik-titik SPBU guna memonitor ketersediaan pasokan solar secara real-time dan mencegah potensi penyalahgunaan," lugasnya.

AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M menambahkan, Satlantas terus berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU dan Pertamina untuk mempercepat proses distribusi, termasuk mendukung penambahan armada mobil tangki di wilayah Surabaya Raya apabila dibutuhkan.

"Petugas secara langsung mendatangi titik-titik SPBU guna memonitor ketersediaan pasokan solar secara real-time dan mencegah potensi penyalahgunaan, serta Upaya ini merupakan wujud pelayanan Polri untuk memastikan kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik di Kota Surabaya tetap aman serta kondusif," tutup Kasatlantas Polrestabes Surabaya."Pungkasnya (FARID)
Share:

Rabu, 24 Juni 2026

Ciptakan Suasana Nyaman, Satlantas Hadirkan Nobar Piala Dunia dan Pemohon SIM Bikin Antrean SIM Makin Ceria

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Cegah Kebosanan Saat Antre, Satlantas Sulap Ruang Tunggu Pembuatan SIM Jadi Arena Nobar Piala Dunia 2026. Langkah ini menjadi giat humanis kepolisian untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menciptakan suasana pelayanan publik yang santai, akrab, dan menyenangkan.

Suasana Berbeda di Ruang Pelayanan Satpas, Pemandangan tidak biasa terlihat di ruang tunggu Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas). Alih-alih suasana tegang dan membosankan khas antrean administrasi, kini area tersebut dipadati gelak tawa dan sorak sorai masyarakat yang tengah mengurus perpanjangan maupun pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menurut keterangan Kasatlantas AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M, melalui Kanit Regident Satpas SIM Colombo yakni AKP Tri Arda Meidiansyah, S.TR.K, Sik, dan dampingi Ipda Hariyo Indarto, di dampingi Ipda Dani Kurniawan, serta Aipda Wage Santoso (Tim Pokja Praktek), Kamis (25/06/2026) mengatakan, Hal ini tercipta berkat inovasi pihak kepolisian yang menghadirkan fasilitas layar televisi khusus untuk nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola Piala Dunia," ucapnya.

Lanjut kata Tri Arda, Layanan Ekstra untuk Kenyamanan Warga, Bukan sekadar menyiarkan pertandingan, kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana merajut keakraban antara Polri dan warga. Di sela-sela waktu tunggu proses verifikasi data dan ujian, para pemohon SIM tampak sangat antusias menyaksikan jalannya turnamen sepak bola akbar tersebut.

"Untuk menambah kenyamanan pemohon, petugas bahkan secara proaktif menyediakan suguhan makanan ringan dan air minum secara gratis. Pendekatan sederhana ini dinilai sangat efektif mengusir rasa jenuh sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang humanis dan merakyat," katanya.

Polri dengan Masyarakat, masih kata Tri Arda, Inovasi pelayanan ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, di sejumlah daerah menyatakan bahwa momentum pesta bola dunia adalah waktu yang tepat untuk membangun komunikasi dua arah yang lebih cair antara petugas dan pemohon SIM.

"Suasana yang rileks membuat mereka tidak merasa terbebani oleh prosedur administrasi yang biasanya memakan waktu tunggu. Ke depannya, inovasi-inovasi berbasis pendekatan sosial dan hiburan sederhana ini diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan pelayanan publik yang modern dan menyenangkan," ujar Kanit Regident.

AKP Tri Arda Meidiansyah, S.TR.K, Sik menambahkan, tak hanya itu, personel Satpas SIM Colombo juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas serta mengajak masyarakat meningkatkan kepatuhan terhadap aturan di jalan.

"Melalui inovasi tersebut, Satlantas Polrestabes Surabaya berharap dapat menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga nyaman, humanis, dan semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat," pungkas Kanit Regident Satpas Colombo."Pungkasnya.(FARID)
Share:

Aksi Damai ABJI di Wringinanom Di Warnai Intimidasi Pihak Perusuh, Peserta Soroti Sikap APH

GRESIK, BeritaCakrawala.co.id - Aksi damai yang digelar Alam Bersatu Jaya Indonesia (ABJI) di depan Kantor Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Rabu (24/6/2026), diwarnai ketegangan setelah munculnya sejumlah oknum yang diduga sengaja melakukan provokasi dan berupaya mengganggu jalannya penyampaian aspirasi.

Pihak ABJI menduga kemunculan oknum-oknum tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan terorganisir atau atas perintah pihak kecamatan Wringinanom untuk mengalihkan fokus massa dari substansi tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Dugaan tersebut muncul setelah sejumlah peserta aksi mengaku mendapat intimidasi verbal dan upaya pemancingan emosi selama berlangsungnya Aksi.

Menurut keterangan peserta aksi, upaya provokasi diduga telah dimulai sejak para orator ABJI menyampaikan aspirasi. Sejumlah oknum yang berada di sekitar lokasi disebut beberapa kali melontarkan kata-kata yang dianggap tidak pantas dan berpotensi memancing emosi massa aksi. Meski demikian, peserta aksi tetap berupaya menahan diri dan melanjutkan kegiatan sesuai agenda yang telah direncanakan.

Di sisi lain, ABJI juga mempertanyakan mekanisme pengamanan yang dilakukan aparat di lokasi. Menurut pengamatan peserta aksi, oknum yang diduga melakukan provokasi tersebut tetap berada di sekitar lokasi tanpa adanya tindakan pencegahan yang dianggap memadai. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap pihak-pihak yang dinilai berpotensi mengganggu jalannya aksi damai.

Selain itu, sejumlah peserta aksi menyoroti minimnya kehadiran personel dari jajaran Polres Gresik dalam pengamanan kegiatan tersebut. Situasi tersebut kemudian memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan massa aksi mengenai penyebab munculnya kelompok yang diduga berupaya menciptakan kericuhan di tengah penyampaian aspirasi.

Meski demikian, kegiatan penyampaian aspirasi sempat berjalan sesuai agenda setelah perwakilan ABJI diterima untuk melakukan audiensi dengan pihak Kecamatan Wringinanom. 

Namun, suasana kembali memanas ketika sejumlah oknum yang sebelumnya diduga melakukan provokasi kembali mendatangi lokasi aksi dan diduga melakukan intimidasi terhadap anggota ABJI yang berada di luar ruang audiensi.

Menurut peserta aksi, sejumlah oknum tersebut kembali melontarkan perkataan yang dianggap tidak pantas kepada tim ABJI yang tidak mengikuti audiensi. Kondisi tersebut menyebabkan suasana yang sebelumnya kondusif kembali memanas dan mengganggu jalannya kegiatan yang sedang berlangsung. 

Bahkan salah satu anggota ABJI mendapat informasi jika oknum yang melakukan provokasi tersebut adalah seorang perangkat desa, dan salah seorang Kasun yang diduga dalam pengaruh minuman keras. 

Presiden ABJI, Suliono, S.H., menyatakan pihaknya meminta seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara transparan.

"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara damai dan konstitusional. Namun sangat disayangkan muncul pihak-pihak yang diduga berupaya mengganggu jalannya aksi. Kami meminta seluruh pihak terkait memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat. Fokus kami adalah mengawal kepentingan masyarakat dan mendorong transparansi penggunaan anggaran negara," tegas Suliono.

Ia menjelaskan, seusai aksi damai ini pihak ABJI akan segera membuat laporan yang akan diserahkan kepada APH.

“Yang jelas kami akan segera membuat laporan berdasarkan hasil temuan tim investigasi kami dilapangan yang beberapa waktu lalu sudah melakukan penelusuran langsung di desa-desa yang ada di Kecamatan Wringinanom,” ungkapnya. 

Dalam aksi tersebut, ABJI menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan penggunaan Dana Desa, Bantuan Khusus Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Program TPS3R, Bantuan Khusus Perkim, audit pekerjaan fisik yang bersumber dari Dana Desa, dugaan praktik jual beli proyek dan pungutan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, serta evaluasi terhadap fungsi pembinaan dan pengawasan yang dilakukan pihak kecamatan terhadap pemerintahan desa.

Wakil Presiden ABJI, Sulikan, menegaskan bahwa seluruh tuntutan yang disampaikan bertujuan mendorong keterbukaan informasi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

"Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana yang berasal dari uang rakyat digunakan. Transparansi dan pengawasan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ABJI, Sukadi, S.H., meminta aparat penegak hukum dan instansi pengawas untuk menindaklanjuti berbagai informasi yang berkembang di masyarakat secara profesional dan objektif.

"Kami berharap seluruh aspirasi dan informasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Tujuannya agar tidak ada lagi keraguan maupun pertanyaan publik terhadap pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan," kata Sukadi.

Panglima Satgasus ABJI, Sariyono, menyampaikan kekecewaannya atas situasi yang terjadi selama aksi berlangsung. Menurutnya, aksi yang awalnya berjalan damai justru diwarnai kemunculan sejumlah oknum yang diduga melakukan provokasi dan intimidasi.

"Kami sangat menyayangkan adanya oknum yang diduga sengaja mengganggu jalannya aksi damai. Kami juga mempertanyakan pengamanan di lokasi karena menurut pengamatan kami tidak terlihat adanya tindakan yang cukup untuk mencegah potensi gangguan tersebut. Bahkan saat audiensi berlangsung, masih terdapat pihak-pihak yang diduga melakukan intimidasi terhadap rekan-rekan kami di luar ruang audiensi. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai siapa pihak yang berada di balik munculnya oknum-oknum tersebut. Kami berharap seluruh pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan polemik di tengah masyarakat," ujar Sariyono.

Lebih lanjut, Sariyono menyatakan bahwa ABJI akan mengumpulkan bukti-bukti terkait jalannya pengamanan selama aksi berlangsung. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pihak keamanan saat ABJI menggelar aksi damai di Kantor Kecamatan Wringinanom merupakan kelalaian atau lambannya respons aparat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, maka pihaknya akan menempuh jalur resmi dengan menyampaikan laporan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur.

"Kami menghormati tugas dan kewenangan aparat keamanan. Kami mendapati saat itu ada dugaan kelalaian atau respons yang dinilai tidak maksimal dalam menjaga kondusivitas aksi damai. Ya masak ada oknum pengganggu yang memprovokasi malah dibiarkan, dari hal tersebut kami dari ABJI sepakat menyampaikan laporan secara resmi ke Propam Polda Jawa Timur agar dilakukan evaluasi dan pemeriksaan secara objektif. Langkah ini kami tempuh sebagai bentuk kontrol dan harapan agar pengamanan penyampaian aspirasi masyarakat ke depan dapat berjalan lebih baik," tegas Sariyono.


ABJI menegaskan akan terus mengawal berbagai persoalan yang menjadi tuntutan aksi hingga adanya tindak lanjut dari pihak-pihak yang berwenang. Organisasi tersebut juga menyatakan komitmennya untuk tetap menempuh jalur konstitusional dan sesuai ketentuan hukum dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat" Pungkasnya.(Pras/roy)
Share:

Teladani Pahlawan, Kapolres Tanjung Perak Pimpin Tabur Bunga di Makam WR Supratman Beserta Pejabat Utama dan Bhayangkari

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) WR Supratman, Surabaya, pada hari ini, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi untuk meneladani semangat patriotisme para pahlawan bangsa.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H., dan Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres termasuk Kasat Resnarkoba AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H serta personel Polres dan Pengurus Bhayangkari Cabang Prosesi ziarah berlangsung khidmat.

Acara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu makam oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tabur bunga bersama di pusara makam Wage Rudolf Soepratman, sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak menyampaikan bahwa ziarah makam pahlawan ini bukan sekadar tradisi seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kinerja.

"Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami berkomitmen untuk meneladani semangat juang para pahlawan. Harapannya, hal ini dapat mengimplementasikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang presisi kepada seluruh masyarakat," tegas Kapolres.

Dengan semangat kepahlawanan yang terus berkobar, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berharap institusi kepolisian dapat semakin profesional, modern, dan terpercaya dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa.

Terpisah di waktu yang sama, Kasat Resnarkoba AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H mengatakan, agenda giat tersebut bertujuan untuk mengenang, menghormati, dan mendoakan jasa para kusuma bangsa yang telah berkorban jiwa raga demi kemerdekaan. Tradisi ini juga menjadi bentuk penghargaan tertinggi atas perjuangan para pahlawan," ucapnya.

Seperti yang di sampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak (KP3), masih kata Adik, jajaran kepolisian Polres KP3 Menunjukkan apresiasi dan penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Mengingatkan kita kembali pengorbanan yang telah diberikan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan seperti nasionalisme, patriotisme, serta sikap rela berkorban untuk diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Tradisi tabur bunga sendiri ini, lanjut kata Adik, melambangkan penghormatan terakhir dan kemuliaan bagi arwah yang telah berjasa besar bagi negara. Pelaksanaan ziarah dan tabur bunga di TMP sering kali dilakukan pada momen-momen peringatan nasional, seperti Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan, atau HUT institusi tertentu.

"Dan dapat Memperkokoh Persatuan, sehingga Menjadi momentum untuk memperkuat rasa persatuan, kesatuan, dan cinta tanah air antar sesama anak bangsa," pungkas AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H dihadapan awak media."Pungkasnya. (FARID)
Share:

Terus Gencar, Imigrasi Surabaya Deportasi Dari Surabaya Delapan WNA Asal Tiongkok Bekerja Tidak Sesuai Izin

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Delapan warga negara Tiongkok harus angkat koper dari Indonesia. Kantor imigrasi kelas I khusus TPI Surabaya di Juanda resmi mendeportasi dan mencekal mereka karena ketahuan bekerja tidak sesuai izin tinggal, Rabu (24/06/2026).

Pelanggaran ini terbongkar saat tim intelijen dan penindakan keimigrasian melakukan sidak di proyek renovasi restoran Pakuwon mall Surabaya. Di lokasi petugas mendapati kedelapan WNA itu aktif mengejarkan instalasi listrikk, pipa, kontruksi, ducting, bahkan jadi pengawas proyek.

Setelah dokumen diperiksa terungkap tiga jenis pelanggaran yakni empat orang pemegang izin tinggal kunjungan D2, tapi terjun langsung kerja teknis lapangan.

Tiga orang pemegang izin kunjungan C20
berkerja di perusahaan berbeda dengan penjamin izinnya.

Satu pemegang ITAS berposisi technical
Manager, tapi lokasi dan perusahaan tempatnya  bekerja tidak sesuai dokumen.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Surabaya menyampaikan, Indonesia terbuka untuk investasi dan TKA yang memberi manfaat, akan tetapi izin tinggal harus dipakai dengan sesuai peruntukannya. Kerja sesuai jabatan dan di perusahaan penjamin.

" Dengan semangat Imigrasi untuk rakyat, Ditjen Imigrasi berkomitmen jaga kedaulatan negara sekaligus menciptakan iklim investasi yang tertib dan taat hukum" Tegasnya.


Pengawasan asal negara asing akan di perketat lewat operasi lapangan serta kerja sama lintas instansi. Langkah ini sejalan dengan arahan  Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko layanan dan penegakan hukum harus profesional, akuntabel, berkeadilan.

Kedelapan WNA dinyatakan melanggar pasal 122 huruf a UU No.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Proses deportasi dan penangkalan dilakukan Senin 22 Juni via bandara Juanda langsung dipulangkan di negara asal" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Selasa, 23 Juni 2026

Imigrasi Surabaya dan Polda Jatim Ungkap Jaringan Love Scamming, Empat WNA Diamankan

SURABAYA, Berita Cakrawala.co.id- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya bersama Direktorat Siber Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penipua daring (Love Scamming).

Perlu diketahui, empat warga negara asing (WNA) asal Ghana, pantai Gading dan Nigeria, selain diduga terlibat dalam kejahatan Siber.

Para WNA tersebut melakukan pelanggaran keimigrasian berupa overstay dan penyalahgunaan izin tinggal.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral I migrasi Jawa Timur Novianto Sulastono menyampaikan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kolaborasi antara imigrasi Jatim melalui kantor I migrasi kelas I khusus TPI Surabaya bersama Dirsiber Jatim dan Polres Sidoarjo.

Sinergi ini menjadi kunci dalam mengungkap dugaan tindak pidana yang melibatkan warga negara asing serta memastikan penegakan hukum dapat berjalan secara optimal" tegasnya.

Dalam operasi yang dilakukan di Apartemen puncak Dharmahusada Surabaya, petugas mengamankan tiga WNA berinisial CEM(Nigeria), YVA (pantai Gading) dan CKN(Nigeria).

Petugas juga amankan barang bukti berupa telepon genggam, laptop, kartu SIM, serta data kontak yang diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas penipuan daring.

" Berdasarkan hasil pengembangan, petugas kemudian mengindentifikasi seorang WNA asal Ghana berinisial KKP yang diduga berperan sebagai kordinator jaringan" Imbuhnya.

Selanjutnya Tim gabungan berhasil mengamankan yang bersangkutan disebuah hotel di Surabaya.


Tak luput pula Kepala Kantor Kelas I khusus TPI Surabaya Agus Winarto menegaskan bahwasanya kasus tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan orang asing yang dilakukan secara berkelanjutan dan didukung oleh pertukaran informasi yang efektif antara instansi.

" Kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan orang asing tidak hanya berfokus pada aspek administrasi Keimigrasian, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mendeteksi potensi pelanggaran hukum yang melibatkan warga negara asing sejak dini" Katanya.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan, kamu dapat mendukung upaya penegakan hukum sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kantor Imigrasi kelas I khusus TPI Surabaya akan terus memperkuat fungsi pengawasan melalui kegiatan intelijen Keimigrasian, operasi lapangan, serta kordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan lainya.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Direktur jendral imigrasi, Hendarsam Marantoko untuk menghadirikan pelayanan dan penegakan hukum Keimigrasian yang profesional, adaptif dan berdampak langsung bagi masyarakat melalui semangat Imigrasi untuk rakyat" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Senin, 22 Juni 2026

Group Komunitas Jurnalis Nusatara Mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-80 Ibunda Tercinta AKP. Adek Agus Putrawan, SH.

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Momentum ulang tahun ke-80 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan menjadi refleksi perjalanan panjang yang sarat pengalaman, pengorbanan, serta dedikasi dalam membangun nilai-nilai keluarga, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

"Selamat Ulang Tahun ke-80, Ibunda Tercinta Bunda BERTHA H.M.L. TOBING. Angka 80 adalah bukti nyata dari kesetiaan, kekuatan, dan cinta kasih Bunda yang luar biasa. Puji syukur kami panjatkan atas setiap detik kebersamaan ini.

Semoga di usia yang baru ini, Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, memanjangkan usia yang berkah, dan memenuhi hari-hari Bunda dengan tawa dan kedamaian.

Berkat Usia Indah ini. Semoga Sehat Selalu, Bahagia, dan Panjang Umur dalam Lindungan-Nya.

Cinta dan Hormat TIM dari Group Komunitas Jurnalis Nusantara - "KJN" Pungkasnya.(FARID)
Share:

Pasporia Meriahkan Car Free Day Surabaya, Dekatkan Layanan Paspor kepada Masyarakat

SURABAYA, Beritacakrawala.co.id-
Kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Surabaya kembali menghadirkan layanan pasporia dalam kegiatan Car Free Day (CFD) dikawasan jalan Darmo, tepatnya diarea Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya, Minggu (21/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai 06.00 hingga 09.00WIB tersebut di sambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan waktu berolahraga di CFD untuk sekaligus mengurus paspor.

Petugas memberikan layanan secara langsung mulai dari pemberian nomer antrian, pengambilan foto, perekaman biometrik, wawancara hingga pemeriksaan kelengkapan berkas pemohon.

Perlu diketahui kantor imigrasi Surabaya melayani total 40 permohonan paspor yang terdiri dari 30 permohonan melalui aplikasi M-paspor dan 10 permohonan melalui mekanisme walk-in.

Selain menghadirkan layanan paspor, kantor imigrasi Surabaya juga melakukan penyebaran informasi keimigrasian kepada masyarakat tersebut.

Seperti halnya brosur layanan keimigrasian, konsultasi secara langsung serta berbagai permainan interaktif yang di sertai hadiah dan souvernir menarik.


Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang mendatangi booth kantor imigrasi Surabaya untuk memperoleh informasi dan konsultasi terkait keimigrasian hingga berpartisipasi dalam berbagai permainan yang disediakan.

Kepala kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Surabaya Agus Winarto menyampaikan bahwa layanan Pasporia merupakan salah satu upaya mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat melalui konsep jemput bola.

" Kehadiran layanan diruang publik diharapkan dapat memberikan kemudian akses sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat" Tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Kantor imigrasi Surabaya terus berkomitmen menghadirikan pelayanan yang mudah dijangkau, cepat, dan responsif serta memperluas diseminasi informasi keimigrasian.

Sejalan dengan semangat Direktorat Jendral Imigrasi dalam memberikan pelayanan terbaik melalui program( Imigrasi untuk rakyat..red) 

" Seluruh proses pelayanan berjalan tertib, lancar, dan tanpa kendala" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Ditressiber Poda Jatim dan Imigrasi Kelas 1 Ungkap Sindikat Love Scamming Internasional, Raup Rp. 1,1 Miliar 53 Korban

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur bersama Polresta Sidoarjo dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil mengungkap jaringan penipuan daring bermodus percintaan (love scamming) yang telah beroperasi sejak Agustus 2025. Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan empat warga negara asing (WNA) dan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut. Senin,(22/06/2026).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K. mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Ditressiber Polda Jatim, Polresta Sidoarjo, serta pihak Imigrasi.

Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto, S.H., S.I.K. menjelaskan, para pelaku menjalankan aksinya dengan mencari korban melalui media sosial seperti Facebook dan TikTok. Setelah berhasil membangun hubungan dan mendapatkan kepercayaan korban, pelaku berpura-pura akan mengirimkan barang-barang bernilai tinggi seperti perhiasan, laptop, maupun barang berharga lainnya.

"Korban diajak menjalin hubungan, kemudian pelaku menjanjikan akan mengirimkan barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun selanjutnya korban diberi informasi bahwa barang tersebut tertahan atau bermasalah dengan pihak kepolisian maupun bea cukai, sehingga korban diminta mengirimkan sejumlah uang untuk mengurus pengeluaran barang tersebut. Padahal barang tersebut tidak pernah ada dan tidak pernah diamankan oleh pihak kepolisian," ujar Kombes Pol Bimo Ariyanto.

Salah satu tersangka berinisial AT alias Atse Titus, warga negara Ghana, diketahui berperan dengan berpura-pura sebagai petugas pengiriman atau ekspedisi. Tersangka menghubungi korban dan mengirimkan pesan seolah-olah paket yang dijanjikan tertahan di bea cukai. Korban kemudian diminta mentransfer sejumlah uang dengan nominal yang bervariasi agar paket tersebut dapat dikirimkan.

Selain itu, seorang tersangka lainnya berperan sebagai admin sekaligus pembuka rekening yang digunakan untuk menampung hasil kejahatan. Berdasarkan hasil penyidikan, keuntungan dari aksi penipuan tersebut dibagi kepada para pelaku dengan porsi terbesar diterima oleh tersangka utama.

Penyidik mengungkap, sindikat tersebut telah beroperasi sejak Agustus 2025 dan berhasil meraup keuntungan sekitar Rp1,1 miliar. Hingga saat ini, polisi telah mengidentifikasi sebanyak 53 korban yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan masih terus melakukan pendalaman untuk menemukan korban lainnya.

Khusus di Jawa Timur, tercatat terdapat 22 korban yang berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Madiun, Kota Pasuruan, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan dan Sampang.

"Kami masih melakukan pengembangan terhadap kemungkinan adanya korban lainnya serta memburu pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini. Untuk itu, kami juga bekerja sama secara intensif dengan pihak Imigrasi guna melengkapi proses penyidikan," kata Kombes Pol Bimo.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil sinergi antara Imigrasi Jawa Timur melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Ditressiber Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo.

Dari empat WNA yang diamankan, dua di antaranya diketahui melakukan pelanggaran keimigrasian dan akan diproses oleh pihak Imigrasi.

"Walaupun terdapat unsur tindak pidana siber, dua warga negara asing juga terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian sehingga akan dilakukan penegakan hukum oleh Imigrasi," ujar Kakanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur.

Dua WNA asal Nigeria yang akan ditindak tersebut masing-masing berinisial CAM dan CKN. CAM diketahui menggunakan visa kunjungan dengan indeks 211A dan telah melakukan overstay selama 883 hari, serta diduga menyalahgunakan izin tinggal sebagaimana diatur dalam Pasal 122 huruf a Undang-Undang Keimigrasian serta Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Sedangkan CKN, yang menggunakan izin tinggal terbatas investor dengan indeks E28A, diketahui telah overstay selama 35 hari setelah masa berlaku izin tinggalnya berakhir pada 10 Juni 2026. Pelanggaran yang dilakukan berupa overstay dan penyalahgunaan izin tinggal.

Dengan pengungkapan ini, Ditressiber Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus memberantas kejahatan siber lintas negara yang merugikan masyarakat serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait dalam mengungkap jaringan pelaku lainnya"Pungkasnya. (FARID)
Share:

Minggu, 21 Juni 2026

Wujud Kepedulian HUT Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo

GRESIK, BeritaCakrawala.co.id - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Gresik kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap keluarga besar Polri melalui program Bakti Sosial Bedah Rumah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman AKP (Purn) Mulyo Utomo di Desa Tanjungan RT 018/RW 003, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Senin (22/6/2026).

Program kemanusiaan ini mendapat perhatian langsung dari Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, yang turun ke lokasi untuk meninjau progres renovasi rumah.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Gresik, di antaranya Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo Budi, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, serta Kanit Gakkum Satlantas Iptu Ahmad Andri Aswoko,

Kehadiran jajaran Polres Gresik menjadi bentuk nyata perhatian institusi kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

Selain melakukan pengecekan kondisi bangunan, rombongan juga menyempatkan diri berdialog dengan keluarga penerima bantuan.


Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dan keluarga besar Bhayangkara.

“Melalui program ini kami berharap dapat membantu mewujudkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. AKP (Purn) Mulyo Utomo beserta keluarga mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Polres Gresik. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

Baginya, program bedah rumah tersebut bukan sekadar bantuan renovasi bangunan, melainkan juga wujud kepedulian dan penghargaan dari institusi Polri kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara.

Melalui kegiatan sosial ini, Polres Gresik kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Polri yang Presisi, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat agar semakin dekat, humanis, dan dicintai rakyat."Pungkasnya (FARID)
Share:

Link Berita

Definition List

Unordered List

Support