This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 06 November 2026

DPC Pemuda Pancasila Brondong Tebar Berkah Jumat, Bagi-Bagi Makanan Untuk Warga Sedayulawas.

LAMONGAN, BeritaCakrawala.co.id- Jumat pagi wib. 6.00 sampai selesai menjadi momen penuh berkah bagi warga Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Jajaran. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila Brondong. menggelar kegiatan sosial Bagi-Bagi Makanan & Berkah Jumat, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan dipusatkan di jalan utama Desa Sedayulawas. Sejak pagi hari wib 6.00. dan para anggota DPC yang mengenakan seragam kebanggaan loreng merah-hitam sudah bersiaga di lokasi. Satu unit mobil operasional DPC yang dipasangi spanduk. PEMUDA PANCASILA. tampak terparkir membawa puluhan kantong merah berisi makanan siap bagikan.

Sasaran kegiatan adalah warga yang melintas, mulai dari pengendara motor, pejalan kaki, hingga ibu-ibu bersama anaknya. Satu per satu warga berhenti dan menerima bingkisan dengan wajah sumringah.

Terlihat dalam kegiatan tersebut, anggota DPC dengan ramah menyapa warga, membagikan makanan, hingga berfoto bersama sambil mengacungkan jempol sebagai simbol semangat Pancasila dan soliditas organisasi.

Kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Bagi DPC Pemuda Pancasila Brondong, Berkah Jumat adalah bentuk nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat pesisir.

Kamu ingin pemuda Pancasila tidak hanya di kenal sebagai organisasi yang menjaga keamanan,tapi juga organisasi yang peduli dan berbagi,
Berkah Jum'at ini kecil,tapi semoga bermanfaat untuk warga Sedayu lawas,"ujar sala satu pengurus Budi (DPC) Brondong di sela kegiatan.

Warga Sedayulawas menyambut positif kegiatan tersebut. Banyak warga yang mengucapkan terima kasih dan berharap giat Berkah Jumat ini bisa terus digelar rutin setiap pekannya.

Dengan kegiatan ini, DPC Pemuda Pancasila Brondong kembali menegaskan komitmennya: Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang. Pancasila! Abadi" Pungkasnya.(Red)
Share:

Kamis, 05 November 2026

Kapolda Jatim Kukuhkan Dai Polri Dan Dai Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polri Bersama Masyarakat

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas tingkat Desa dan kelurahan jajaran Polda Jatim dalam agenda silaturahmi di gedung Mahameru, Kamis (5/11/2026).

Pengukuhan ini menjadi momentum perkuat sinergi antara kepolisian tokoh agama, ulama, akademisi, dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Jatim.

Dalam sambutannya Irjen pol Dekananto mengapresiasi para tokoh yang konsisten berkontribusi menjaga kondusivitas wilayah.

Ia menegaskan bahwa peran ulama dan kepolisian sejalan dengan prinsip ma'ruf nahi mungkar, yakni mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran.

" Kedua pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa" Tegasnya.

Kami berharap berkolaborasi tersebut juga sejalan dengan tagline kapolri Polri bersama masyarakat. 

Di Jawa Timur pendekatan humanis itu di wujudkan melalui program subuh keliling dan Jumat keliling yang rutin digelar setiap pekan.

Mengingat bahwa tantangan keamanan semakin kompleks, mulai dampak negatif media sosial sampai hingga ancaman peredaran narkoba. 

" Karena itu Kapolda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama menjaga lingkungan dan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif" Pungkasnya.(M Samsul Bahri)
Share:

Satresnarkoba Polres Gresik Tangkap Residivis Kurir Sabu, 57,96 Gram Barang Bukti Disita

GRESIK, Berita cakrawala.co.id - Satresnarkoba Polres Gresik berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Manyar.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang residivis berinisial GNW (28) yang diduga berperan sebagai kurir sabu dan menyita barang bukti sebanyak 57,96 gram sabu.

Tersangka ditangkap saat berada di sebuah bengkel motor di kawasan Jalan Raya Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

"Menindaklanjuti program Quick Wins Kapolri dan program kerja Kapolda Jatim, Polres Gresik terus mengintensifkan upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui kegiatan penegakan hukum, operasi kepolisian, serta langkah pencegahan di tengah masyarakat," Tegasnya.

Polres Gresik melakukan penangkapan pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 17.10 WIB, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Manyar.

Berbekal informasi tersebut, petugas Satresnarkoba Polres Gresik melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka GNW di lokasi kejadian.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu di saku celana tersangka. Petugas kemudian mengembangkan penyelidikan dengan menggeledah tempat kos tersangka di Desa Suci, Kecamatan Manyar.

Hasilnya, polisi kembali menemukan 17 paket sabu yang disimpan tersangka. Total barang bukti narkotika yang diamankan dari tangan GNW mencapai 18 paket dengan berat keseluruhan sekitar 57,96 gram.

Selain sabu, polisi turut menyita dua timbangan digital merek Camry, satu timbangan digital kecil, plastik klip kosong, buku catatan, tas selempang, satu unit telepon seluler, sepeda motor Suzuki Nex, serta uang tunai Rp850 ribu.

Dari hasil pemeriksaan, GNW mengaku berperan sebagai kurir atau kuda yang bertugas mengambil dan meletakkan paket sabu di sejumlah lokasi sesuai perintah seorang pemasok berinisial WW.

Tersangka mengaku telah menjalankan aktivitas tersebut sejak Agustus 2026. Sebagai imbalan, GNW mendapatkan upah berkisar Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.

Paket sabu tersebut rencananya diedarkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik, meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas, Menganti, Kedamean, Wringinanom, dan Driyorejo.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, GNW tidak hanya menjalankan perintah pemasok. Ia juga mengaku memiliki pembeli sendiri untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dari aktivitas peredaran narkotika tersebut.

Sementara itu, pemasok berinisial WWN kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Satresnarkoba Polres Gresik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba tersebut.

GNW diketahui merupakan residivis kasus narkotika.Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2026.

Ancaman hukumannya berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun serta denda sesuai ketentuan perundang-undangan.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Gresik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus melengkapi berkas penyidikan dan memburu pemasok yang masih buron.

"Polres Gresik menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, dengan melaporkan melalui Call Center 110,Pungkasnya.(Red)
Share:

Rabu, 04 November 2026

Satresnarkoba Polresta Sidoarjo Berhasil Meringkus Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

SIDOARJO, BeritaCakrawala.co.id- Satresnarkoba Polresta Sidoarjo dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan melalui pengungkapan ratusan kasus selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

Dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Kapolres Sidoarjo AKBP Bobby didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Dwi Gastimur menyampaikan bahwa terungkap sebanyak 147 kasus narkoba berhasil diungkap dengan total 180 tersangka diamankan, Rabu (4/11/2026).

Dari jumlah tersebut, 174 tersangka berjenis kelamin laki-laki dan enam lainnya perempuan.

" Dari hasil operasi selama tiga bulan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika dan obat keras dalam jumlah cukup besar, meliputi sabu-sabu seberat 1.765,13 gram, ganja 4,41 gram, ekstasi sebanyak 2.089 butir, serta pil LL sebanyak 30.486 butir" Tegasnya.

Pengungkapan tersebut menjadi bukti keseriusan jajaran Satresnarkoba Polresta Sidoarjo dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Melibatkan tersangka YSF (39), seorang petani asal Kecamatan Sedati. Tersangka ditangkap pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di sebuah gubuk tambak Desa Damarsi, Kecamatan Buduran.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sabu seberat 89,69 gram, timbangan elektrik, dan sebuah telepon genggam. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka diduga berperan sebagai kurir yang mengedarkan sabu menggunakan sistem ranjau dengan imbalan Rp300 ribu setiap berhasil menjual lima gram sabu.

Yang kedua, polisi mengamankan LSA (32), seorang pekerja cleaning service asal Kecamatan Sukodono. Tersangka ditangkap pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di pinggir jalan Desa Geluran, Kecamatan Taman.

Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 61,9 gram, 995 butir ekstasi, serta dua unit telepon genggam. Tersangka diduga menjadi kurir yang mengedarkan narkotika melalui sistem ranjau dengan imbalan Rp100 ribu untuk setiap gram sabu yang berhasil diedarkan.

Lalu ketiga, tersangka RE (32), warga Kecamatan Tanggulangin, ditangkap pada 2 September 2026 sekitar pukul 21.30 WIB di sebuah rumah kawasan Perumahan Mutiara Citra Asri, Desa Sumorame, Kecamatan Candi.

Dari lokasi tersebut, petugas menyita sabu seberat 179,91 gram, timbangan elektrik, mikrotube atau wadah penyimpanan sabu, alat hisap, dan telepon genggam.

Tersangka diduga berperan sebagai kurir yang mendapat tugas mengedarkan sabu dari seorang pemasok berstatus daftar pencarian orang (DPO). Imbalan yang diterima sebesar Rp1 juta setiap berhasil menjual 100 gram sabu.

Kasus keempat melibatkan SDM (35), warga Desa Betro, Kecamatan Sedati. Tersangka ditangkap pada 26 Oktober 2026 sekitar pukul 18.30 WIB di rumahnya.

Petugas mengamankan sabu seberat 76,82 gram, 1.075 butir obat keras merek Hexymer, timbangan elektrik, alat hisap sabu, dan telepon genggam.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka diduga memperoleh narkotika dan obat keras dari seorang pemasok berinisial DANI yang kini berstatus DPO. Tersangka menerima imbalan Rp1,5 juta setiap menerima pengiriman barang untuk diedarkan.

Sementara itu kelima, petugas mengamankan AB (36), seorang sopir ekspedisi asal Kecamatan Taman. Tersangka ditangkap pada 28 Oktober 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di rumahnya di Desa Taman.

" Barang bukti yang disita berupa sabu seberat 43,64 gram, timbangan elektrik, dan telepon genggam. Tersangka diduga bertugas sebagai kurir untuk mengambil sekaligus mengantarkan sabu kepada para pembeli dengan sistem ranjau maupun pengiriman langsung" Imbuhnya.

Modus Peredaran Menggunakan Sistem Ranjau hingga COD dari hasil pengungkapan tersebut, Satresnarkoba Polresta Sidoarjo mengidentifikasi sejumlah modus operandi yang digunakan para pelaku.

Di antaranya transaksi menggunakan sistem ranjau, yakni narkotika dikemas dalam wadah tertentu kemudian diletakkan di lokasi yang telah disepakati untuk diambil pembeli.

Selain itu, pelaku juga menggunakan sistem cash on delivery (COD) dengan bertemu langsung pembeli maupun memanfaatkan orang lain sebagai kurir untuk mengantarkan barang haram tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan ketentuan hukum sesuai jenis tindak pidana yang dilakukan, di antaranya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ketentuan KUHP sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 1 Tahun 2023, serta UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan untuk perkara penyalahgunaan obat keras" Pungkasnya.(Red)
Share:

Jemput Paksa hingga Dugaan Penganiayaan, Orang Tua Korban Laporkan Kelompok Yakuza ke Polres Kediri

KEDIRI, BeritaCakrawala.co.id– Aksi penjemputan paksa yang berujung dugaan penganiayaan terhadap dua warga di Kabupaten Kediri menuai kritik keras. Orang tua korban menyesalkan tindakan kelompok LSM Yakuza yang dinilai bertindak di luar kewenangan hukum, sementara keluarga korban meminta kepolisian mengusut perkara tersebut secara profesional dan berimbang.

Laporan terhadap kelompok Yakuza Manages telah disampaikan ke Polres Kediri pada 26 Oktober 2026. Perkara ini menjadi sorotan setelah beredar luas di media sosial, termasuk melalui akun Radar Yakuza Manages.

Kasus tersebut bermula dari dugaan pelecehan terhadap seorang pemuda berinisial DJS oleh tiga pemuda lain saat mereka berkumpul di rumah temannya berinisial B di wilayah Gurah. Berdasarkan narasi yang beredar, para pemuda tersebut diduga sedang mengonsumsi minuman keras.

Menindaklanjuti aduan tersebut, tim kuasa hukum bersama puluhan anggota kelompok Yakuza disebut bergerak mencari dan mengamankan dua pemuda yang diduga terlibat, sebelum membawa mereka ke Polres Kediri.

Namun, tindakan yang diklaim sebagai upaya penanganan persoalan itu justru memunculkan persoalan baru. Keluarga korban mempertanyakan dasar hukum penjemputan yang dilakukan pada tengah malam, sementara seorang warga lainnya mengaku mengalami kekerasan fisik dalam perjalanan menuju kantor polisi.

Orang Tua Korban Pertanyakan Dasar Hukum Penjemputan

LY, orang tua DJS, menyesalkan tindakan penjemputan yang disebut dilakukan tanpa penjelasan mengenai dasar hukum maupun tujuan membawa anaknya.

Menurut LY, rombongan yang mengenakan kaus hitam bertuliskan Yakuza datang ke rumahnya sekitar pukul 00.30 WIB. Ia menyebut rombongan tersebut terdiri dari sedikitnya tujuh mobil dan puluhan sepeda motor.

“Datang tengah malam tanpa alasan yang jelas, lalu membawa anak saya keluar rumah dan tidak diberitahu ke mana dibawanya anak saya itu,” ujar LY.

Ia menilai kedatangan rombongan dalam jumlah besar pada waktu istirahat telah mengganggu ketenangan keluarga dan warga sekitar.

“Sekurangnya tujuh mobil roda empat dan puluhan sepeda motor sudah mengganggu ketenangan lingkungan. Mereka datang sekitar pukul 00.30 WIB, saat keluarga dan tetangga sedang beristirahat setelah bekerja,” tegasnya.

Bagi keluarga, persoalan ini bukan sekadar soal dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki, melainkan juga menyangkut hak warga atas perlindungan hukum dan rasa aman di lingkungan tempat tinggalnya.

Korban Lain Diduga Mengalami Penganiayaan

Persoalan semakin serius setelah MKR, warga lain yang disebut turut dibawa oleh kelompok Yakuza, diduga mengalami penganiayaan dalam perjalanan menuju Polres Kediri.

MKR dilaporkan mengalami pembengkakan pada pipi dan pelipis, lebam di kedua mata, serta pendarahan. Kondisi tersebut menjadi dasar keluarga untuk meminta penanganan medis sekaligus menempuh jalur hukum.

Kakak MKR, berinisial U, menyatakan pihak keluarga telah mendampingi korban untuk membuat laporan ke kepolisian dan menjalani visum di rumah sakit yang ditunjuk penyidik.

“Adik kami, MKR, sudah kami dampingi untuk membuat laporan ke Polres Kediri. Sekaligus melakukan visum ke rumah sakit penunjukan penyidik,” ujarnya.

Keluarga menegaskan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Mereka berharap dugaan kekerasan yang dialami MKR dapat diusut secara objektif dan tidak berhenti pada polemik yang berkembang di media sosial.

Kuasa Hukum Soroti Dugaan Tindakan Main Hakim Sendiri

Tim kuasa hukum dari Kahuripan Bela Negara yang terdiri dari Akhir Kristiono, A.Md., S.H., Mukhlason, S.H., Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H., dan M. Akson Nul Huda, S.H., M.H., turut menyampaikan keberatan atas tindakan kelompok Yakuza.

Mereka menilai dugaan penjemputan paksa dan kekerasan terhadap warga merupakan persoalan serius yang harus diuji melalui proses hukum, bukan diselesaikan dengan tindakan sepihak.

Akhir Kristiono menyebut pihaknya telah melaporkan dugaan tindak pidana penculikan dan kekerasan secara bersama-sama ke Polres Kediri.

“Kami atas nama pemberi kuasa melaporkan kelompok Yakuza Manages atas dugaan pelanggaran hukum. Kami berharap laporan ini ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Akhir Kristiono.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/85/X/2026/SPKT/POLRES KEDIRI/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 26 Oktober 2026 dan LP/B/84/X/2026/SPKT/POLRES KEDIRI/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 24 Oktober 2026.

Dalam laporannya, kuasa hukum menyebut Pasal 450 dan Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagai ketentuan yang dinilai relevan untuk diperiksa penyidik.

Meski demikian, penentuan unsur pidana, pihak yang bertanggung jawab, serta penerapan pasal tetap menjadi kewenangan penyidik dan proses peradilan.

Polisi Diminta Berani Mengungkap Fakta

Kuasa hukum lainnya, Mukhlason, bersama M. Akson Nul Huda dan Dr. Zaibi Susanto, meminta Polres Kediri menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.

“Kami berharap rekan polisi penyidik di Polres Kediri profesional dan berani mengungkap keadilan serta kebenaran dalam penanganan perkara viral ini,” jelas Mukhlason di Polres Kediri, Selasa (3/11/2026).

Perkara ini menjadi pengingat bahwa dugaan tindak pidana tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan di luar kewenangan hukum.

Jika terdapat dugaan pelecehan maupun tindak pidana lainnya, penanganannya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum. Penjemputan paksa dan dugaan kekerasan terhadap warga, apabila terbukti, justru berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru.

Publik kini menunggu langkah Polres Kediri untuk mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi, siapa saja yang terlibat, serta memastikan hak seluruh pihak tetap terlindungi.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Polres Kediri maupun pihak kelompok Yakuza Manages mengenai laporan dan dugaan kekerasan tersebut. Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada seluruh pihak terkait demi pemberitaan yang berimbang.

Sampai berita ini di turunkan masih mengkonfirmasi pihak pihak terkait" Pungkasnya.(Red)
Share:

Senin, 02 November 2026

Ungkap Kasus Pembunuhan, Kasubdit Jatanras Polda Jatim Terima Piagam Penghargaan Dari Media Berita Cakrawala

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Media Cetak dan online Berita Cakrawala memberikan piagam penghargaan kepada Kasubdit Jatanras Polda Jawa Timur beserta Kanit Unit III, Senin (2/11/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kinerja tinggi dalam mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun yang menjadi perhatian publik.

Kasubdit Jatanras AKBP Arbaridi Jumhur, A.Md., S.H. didampingi Kasubnit III Aipda Sigit Dwi Susanto panggilan sapaan Hellboy menyampaikan kami berterima kasih kepada Media berita Cakrawala yang telah support dan bersinergi terhadap anggota kami yang selama ini.

" Dan kami berharap adanya Media ini bisa memberikan informasi yang akurat, aktual kepada masyarakat Jawa Timur" Tegasnya.

Tak luput pula, Sanjaya Pimpinan Redaksi didampingi para anggota(Crew) Media Berita Cakrawala menambahkan kami berikan Piagam penghargaan terhadap Unit Jatanras Polda Jatim, atas prestasinya luar biasa dalam pengungkapan kasus Pembunuhan ibu dan anak di Madiun.

Berkat pengabdian, dedikasi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas penyelidikan serta penyidikan sehingga kasus tersebut berhasil diungkap dengan cepat dan tepat sesuai hukum yang berlaku" Tuturnya.

Di sisi akhir acara  Media Berita Cakrawala penyerahan Piagam Penghargaan tersebut" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Minggu, 01 November 2026

Dua Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Di Jalur Deandles, Polres Lamongan Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Lamongan, BeritaCakrawala.co.id – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan mobil terjadi di Jalan Raya Deandles, tepatnya di Dusun Ganting, Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Sabtu (31/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka.

Kecelakaan bermula saat mobil warna biru bernomor polisi N 1459 A yang dikemudikan M.A (47), laki laki warga Kecamatan Paciran, melaju dari arah barat menuju timur.

"Berdasarkan keterangan saksi, mobil tersebut melaju secara zig-zag hingga akhirnya menabrak sepeda motor yang dikendarai Z (47), warga Kecamatan Brondong, dengan dua orang penumpang, yakni AN (9) dan A (3)" ungkapnya.

"Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor wanita inisial Z (47) dan salah satu penumpang balita, A (3), mengalami cedera pada bagian kepala dan meninggal dunia." lanjutnya.

Sementara satu penumpang lainnya, AN, (9) mengalami luka lecet pada bagian kening. Seluruh korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Koesma Tuban.

Usai kejadian, pengemudi mobil tidak menghentikan kendaraannya. Namun, sekitar 2–3 kilometer dari lokasi kejadian, pengemudi berhasil diamankan bersama warga dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Brondong.

Mendapatkan laporan kejadian tersebut, jajaran Polres Lamongan segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan, membantu proses evakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan.

"Saat ini, pengemudi telah dibawa ke Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut" tambahnya.

Kasihumas menyampaikan bahwa kepolisian telah melakukan penanganan secara cepat.

"Saat ini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan pengemudi berkendara secara tidak wajar sebagaimana keterangan awal saksi" tegasnya.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, menjaga konsentrasi, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak mengemudikan kendaraan apabila berada dalam pengaruh minuman keras maupun kondisi yang dapat mengganggu kemampuan berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama demi melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya" imbaunya.

Polres Lamongan turut mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian kecelakaan maupun gangguan kamtibmas melalui layanan Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas" Pungkasnya.(MKD)
Share:

Camat Pabean Cantikan Dan Lurah Tanjung Perak Turun Langsung Kerja Bakti Di RW 01 Kalimas Baru

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Kegiatan kerja bakti tingkat RW 01 Kalimas Baru yang diikuti oleh para Ketua RT 01 sampai 10 dan warga, serta dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan wilayah seperti Camat Pabean Cantikan dan Lurah Tanjung Perak turun langsung, Minggu (1/11/2026).

Merupakan agenda gotong royong yang sering dilaksanakan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara instansi pemerintah dan masyarakat.

H.Eddy selaku ketua RW 01 didampingi salah satu RT 09 Sulaiman menyampaikan kegiatan kerja bakti ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang membangun rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.


" Kami juga berterima kepada Camat Pabean Cantikan dan Lurah Tanjung Perak yang ikut hadir dalam giat tersebut" Tegasnya.

" Kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin di setiap wilayah RT/RW guna menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman untuk seluruh warga" Pungkasnya.(SLM)
Share:

Pemerataan Infrastruktur Jalan Di Desa Sembung Dan Desa Bangle Sukorame Berdampak Positif Bagi Perekonomian Masyarakat.

LAMONGAN, Berita cakrawala.co.id-
Infrastruktur jalan merupakan aspek terpenting di dalam Pemerintahan Desa, selain untuk memperlancar konektifitas hubungan antar desa , juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas. 

Terlihat Desa Sembung dan Desa Bangle Kecamatan Sukorame melalui Kementrian Pekerjaan Umum yaitu pengembangan infrastruktur sosial ekonomi Wilayah (PISEW) BPM dari biaya sebesar Rp. 500.000,000, telah melaksanakan dua jenis kegiatan jalan lingkungan dan Jalan Poros Desa, jalan lingkungan rabat beton Desa sembung, dan jalan Poros Desa Bangle menuju arah Desa Mragel.

kata Kades' pada tahun ini, masih kami prioritaskan ke bidang infrastruktur jalan, seperti jalan lingkungan Desa sembung dari volume 215x3, 7x0,15, juga jalan poros desa Bangle arah Desa Mragel dari volume 240x3, 6x0,15.

" Harapnya, setelah semua jalan sudah baik, pertumbuhan ekonomi akan lebih meningkat" ungkap kades. 

Dan kini manfaatnya langsung di rasakan oleh masyarakat sekitar, hingga tidak ada lagi keluhan dari warga saat menjalankan aktifitasnya sehari hari, imbuhnya pada Media Sabtu, 30/10.

Dan atas selesainya kegiatan, kades sembung melalui kelompok kerja sama antar Desa (Pokmas KAD) Maju bersama, mengucapkan terima kasih bahwa semua terwujud tak lepas dari dukungan masyarakat, baik secara moril maupun pengawasanya, dengan demikian , mari bersama sama untuk mendukung pembangunan di desa Sembung khususnya, secara berkelanjutan, tutupnya. 
.
Sebagai Desa yang menuju Desa Mandiri, Pemdes Desa Sembung berkomitmen untuk terus mewujudkan infrastruktur secara merata yang memadai di berbagai sektor yang ada di Desa. Pungkasnya. (Prs)
Share:

Sabtu, 31 Oktober 2026

Bung Taufik Resmi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukuk, Sosok Doktor Muda Dengan Gagasan Hukum Progresif

SURABAYA, Berita cakrawala.co.id — Moh Taufik, yang akrab disapa Bung Taufik, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Keberhasilan ini menjadi pencapaian akademik penting sekaligus menandai kiprahnya sebagai doktor muda ilmu hukum yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan hukum di Indonesia, Jumat 30/10/2026.

Doktor muda ilmu hukum, Bung Taufik, membuktikan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan merupakan fondasi penting dalam membangun pemikiran hukum yang kritis, progresif, dan berorientasi pada kepastian serta keadilan. Gelar doktor yang diraihnya bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan juga bentuk tanggung jawab intelektual untuk terus mengembangkan gagasan dan menjawab berbagai persoalan hukum di tengah masyarakat.

Dalam ujian promosi doktor yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, Bung Taufik berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji yang terdiri atas para guru besar dan doktor. Disertasi tersebut berjudul “Urgensi Pengaturan Pembekuan Berita Acara Sumpah dalam Undang-Undang Advokat untuk Memberikan Kepastian Hukum.”

Melalui penelitian tersebut, Bung Taufik mengangkat persoalan penting mengenai urgensi pengaturan pembekuan berita acara sumpah dalam Undang-Undang Advokat. Kajian ini menyoroti perlunya kejelasan norma hukum untuk mewujudkan kepastian hukum, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem hukum dan pengaturan profesi advokat di Indonesia.

Keberhasilannya mempertahankan disertasi di hadapan para penguji menjadi bukti kesungguhan dalam menempuh pendidikan doktoral dan mendalami persoalan hukum secara akademis. Penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu hukum serta menjadi bahan pemikiran dalam pengembangan regulasi yang lebih jelas, konsisten, dan memberikan kepastian hukum.

Sebagai doktor muda ilmu hukum, Bung Taufik diharapkan tidak hanya hadir sebagai akademisi dengan gelar tertinggi, tetapi juga sebagai figur intelektual yang mampu menyampaikan gagasan, melakukan kajian kritis, dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan hukum. Tantangan hukum yang semakin kompleks membutuhkan pemikiran yang tajam, argumentasi yang kuat, serta keberanian untuk mendorong pembaruan hukum demi kepentingan masyarakat.

Momentum promosi doktor tersebut turut dihadiri keluarga besar MADAS (Madura Asli Sedarah), para ketua DPC dari berbagai daerah di Indonesia, para ketua DPD, jajaran pengurus, dan anggota organisasi. Hadir pula tokoh nasional Haji Her, keluarga besar, kolega, sahabat, serta para alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempan.

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan dan apresiasi atas pencapaian akademik Bung Taufik. Di tengah perjalanan pengabdian dalam organisasi dan kehidupan sosial kemasyarakatan, keberhasilan meraih gelar doktor menunjukkan pentingnya pendidikan dan pengembangan keilmuan sebagai bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

Doktor muda bukan sekadar sebutan atas pencapaian akademik, melainkan tanggung jawab untuk terus berpikir, berkarya, dan mengabdi melalui ilmu pengetahuan. Dengan gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Bung Taufik diharapkan mampu memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pemikiran hukum, pendidikan, advokasi masyarakat, serta perjuangan mewujudkan kepastian dan keadilan hukum.

Keberhasilan ini menjadi awal dari perjalanan intelektual yang lebih luas. Ilmu yang telah diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai ruang pengabdian, sehingga pemikiran hukum tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai jawaban atas kebutuhan dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Selamat kepada Bung Taufik atas raihan gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Semoga menjadi doktor muda yang terus melahirkan gagasan progresif, memperkaya perkembangan ilmu hukum, dan memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum serta keadilan di Indonesia" Pungkasnya.(Red)
Share:

Pembangunan Pujasera Pasar Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Memberikan Ruang Bagi UMKM Warga Lokal Berharap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Ke Depan Lebih Baik

LAMONGAN, Berita cakrawala.co.id- 
Tujuan pembangunan Pujasera pasar Desa, tentunya akan memberikan ruang bagi para pelaku UMKM lokal, selain itu, juga sebagai tempat sarana dalam menggali potensi yang ada di desa . 

Seperti di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang, telah membangun beberapa stant Pujasera dan sudah terealisasikan kini tinggal nunggu musdes teknis selanjutnya. 

Selaku ketua timlak ( Agus ) mengatakan adanya pembangunan pusat jajanan serba ada (Pujasera) tersebut, telah sesuai perencanaan awal dari usulan usulanya masyarakat yang melalui Musrenbangdes, tujuanya tak lain untuk mensejahterakan masyarakat secara merata, Sabtu, 31/10.

Atas terealisasinya pembangunan pujasera pasar Desa, semua bersumber dari hasil keuntungan ternak maupun dari hasil penanaman padi tahun 2025-2026 , terdiri 6 unit dari volume antara 5,5 x 3,5 m2. Dan sistem kegiatanya bersifat Pemberdayaan, yang melibatkan warga lokal, termasuk kategori warga pengangguran, buruh tidak tetap, dan warga tidak punya garapan persil maupun sawah" Tegasnya. 

Dan setelah tersedianya sarana yang baik dan memadai, kami timlak Desa Purwokerto berharap bagi para pelaku UMKM nantinya, akan lebih memudahkan di dalam menawarkan hasil produk produknya maupun jasa lainya, baik terhadap masyarakat lokal, maupun masyarakat luar, dengan efektif, tutupnya.

Kepala Desa Purwokerto (Tarmidi) juga menambahkan, adanya pujasera pasar desa, Pemdes'' bertujuan akan memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam mengembangkan usahanya melalui UMKM dari berbagai hasil produknya sendiri, mari bersama sama kita wujudkan kemandirian ekonomi desa, demi kesejahteraan bersama, pinta kades. 

Lanjut Kades, sebagai desa yang akan menuju Desa mandiri, kami Pemdes Desa Purwokerto membuktikan, bahwa kita sudah siap tidak lagi bergantung dari pihak luar, dan Kami atas nama Pemdes mengajak untuk terus berinovasi menggali potensi yang ada di desa, demi kesuksesan bersama yakni menuju Desa yang sejahtera ke depanya, baik dari segi aspek manapun" pungkasnya. (Prs/Zn ).
Share:

Jumat, 30 Oktober 2026

Jumat Berkah, Polda Jatim Salurkan 600 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Polda Jawa Timur terus memperkuat kedekatan dan sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), salah satunya melalui kegiatan Jumat Berkah bersama komunitas pengemudi ojek online (ojol).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono didampingi Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim berbaur bersama ratusan pengemudi ojol di Lapangan Mapolda Jatim, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat “Polisi Bersama Masyarakat” sekaligus implementasi “Jogo Omah”, dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Selain menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut Polda Jatim menyalurkan sebanyak 600 paket sembako kepada para pengemudi ojol.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus apresiasi Polda Jatim kepada komunitas ojol yang selama ini turut berkontribusi dalam menjaga Kamtibmas serta membantu memberikan informasi terkait situasi di tengah masyarakat.

Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada komunitas ojol yang selama ini telah membangun komunikasi dan sinergi dengan jajaran Polda Jawa Timur.

“Terima kasih kepada rekan-rekan ojol yang selama ini turut berperan mewujudkan Kamtibmas yang kondusif dengan semangat Jogo Omah, Jogo Jawa Timur,” ungkap Irjen Pol Dekananto.

Kapolda Jatim menegaskan, kegiatan Jumat Berkah tersebut tidak hanya dilaksanakan sekali, namun direncanakan menjadi kegiatan rutin setiap hari Jumat.

“Pembagian bantuan nantinya dilakukan secara bergantian, sehingga rekan-rekan ojol yang belum menerima bantuan berkesempatan mendapatkannya pada kegiatan berikutnya,” ujar Irjen Pol Dekananto.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Jatim ingin terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat serta menghadirkan Polri yang tidak berjarak dengan warga.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui kolaborasi nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan bersama.

Sementara itu, bantuan sembako yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Polda Jatim untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para pengemudi ojol.

Dengan komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat, Polda Jatim berharap komunitas ojol dapat terus menjadi mitra dalam menjaga Kamtibmas dengan semangat Jogo Omah, Jogo Jawa Timur," pungkasnya.(Farid)
Share:

Sinergi Kamtibmas, Kapolda Jatim Implementasikan Program 'Polisi Bersama Masyarakat' lewat Jumat Keliling

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, melaksanakan kegiatan Jumat Keliling sekaligus Salat Jumat berjemaah di Masjid Baitussalam, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, pada Jumat (30/10/2026). 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen nyata Polda Jatim dalam mengimplementasikan program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat.

Dalam kunjungannya, Irjen Pol Dekananto memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog langsung dan menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para jemaah. 

Ia mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga untuk memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menjaga situasi kondusif di Jawa Timur.

Kapolda Jatim mengatakan,program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri agar seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Polda, Polres, hingga Polsek, melaksanakan Salat Jumat Keliling serta Subuh Keliling. 

"Tujuannya agar Polisi lebih dekat dengan masyarakat, bisa mendengarkan secara langsung aspirasi, masukan, maupun keluhan warga," ujar Irjen Pol Dekananto.

Menurut Kapolda Jatim, kehadiran Polri di tengah-tengah warga tidak hanya sekadar menjaga keamanan fisik, melainkan juga membangun komunikasi, kebersamaan, dan kepercayaan publik. Sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan kamtibmas yang aman.

Di hadapan para jemaah, Kapolda Jatim juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila dalam pelaksanaan tugas pelayanan maupun penegakan hukum masih terdapat tindakan anggota Polri di lapangan yang kurang berkenan. 

Ia juga menegaskan sikap terbukanya terhadap kritik dan saran dari masyarakat luas demi evaluasi internal.

"Silakan masukan dan kritik disampaikan melalui Bhabinkamtibmas maupun Kapolsek. Saya sudah menekankan kepada seluruh anggota agar tidak mengambil hak masyarakat dalam bentuk apa pun. Berikan pelayanan dengan tulus, tanpa pamrih, dan jangan sampai ada anggota yang melakukan pemerasan, penipuan, atau tindakan yang menyakiti hati masyarakat," tegasnya.

Selain menyoroti reformasi pelayanan internal, jenderal dengan bintang dua tersebut memberikan perhatian khusus pada persoalan krusial generasi muda, seperti kenakalan remaja, tawuran antarpelajar, perundungan (bullying) di sekolah, hingga penyalahgunaan narkoba.

Kapolda Jatim mengingatkan bahwa pengawasan terhadap anak tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah, melainkan memerlukan peran aktif dan kepedulian dari lingkungan keluarga serta masyarakat sekitar. 

Kurangnya perhatian orang tua dinilai menjadi salah satu pemicu utama anak terjerumus ke pergaulan negatif.

Sebagai bentuk konkret penanganan isu tersebut, Kapolda Jatim memaparkan bahwa Polda Jatim kini tengah menggencarkan program Polisi Jogo Sekolah. 

Program ini mengedepankan kolaborasi dengan pihak sekolah, tenaga pendidik, wali kelas, serta instansi terkait untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan nyaman.

Melalui pendekatan pembinaan, kepolisian jajaran Polda Jatim berupaya membentengi para siswa agar tidak menjadi pelaku maupun korban tindakan kriminal.

Menutup kegiatannya, Kapolda Jatim memohon dukungan serta doa restu dari para ulama dan tokoh masyarakat agar jajaran Polda Jatim konsisten meningkatkan kualitas pelayanan. 

Kegiatan Jumat Keliling ini diharapkan terus menjadi sarana efektif dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkokoh hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat Jatim," pungkasnya. (Farid)
Share:

Link Berita

Definition List

Unordered List

Support