This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 25 Oktober 2026

Minggu Kasih, Kapolsek Kenjeran Pererat Sinergi Polri dan Jemaat Gereja Nazareth

SURABAYA, Berita cakrawala.co.id — Upaya memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat terus dilakukan Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui program Minggu Kasih.

Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Gereja Protestan Nazareth, Jalan Wiratno No. 40, Komplek TNI AL, Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu (25/10/2026).

Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto, S.H., M.H., hadir bersama Kanit Binmas Ipda Tonny Arisandy dan personel piket fungsi. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pengurus gereja dan jemaat.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Yuyus menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak seluruh jemaat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Kami memohon doa, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat agar dapat menjalankan amanah dengan baik serta memberikan pelayanan terbaik,” ujar Kompol Yuyus.

Ia menegaskan bahwa program Minggu Kasih menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, menyerap aspirasi, sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi atau berita hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman.

Masyarakat yang membutuhkan kehadiran polisi atau menghadapi gangguan kamtibmas juga diimbau memanfaatkan layanan Polisi 110 untuk mendapatkan respons kepolisian.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga kerukunan, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif,” pesannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama. Pengurus Gereja Protestan Nazareth menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap program Minggu Kasih dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Polsek Kenjeran kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis, membangun komunikasi yang terbuka, serta memperkuat semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

#polsekkenjeran #polrespelabuhantanjungperak #polisibersamamasyarakat #jogoomah #jogoperak
Share:

Siapa Jagoan Surabaya Malam Ini?Hoofdbureau City Night Race Gaspol Tepat di Depan Mapolrestabes Surabaya

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id-Suara knalpot menggelegar, aroma bensin bercampur adrenalin, dan lampu sirkuit yang menyala di tengah kota. Bukan di jalanan gelap yang mempertaruhkan nyawa, melainkan di lintasan resmi yang aman dan terukur. Inilah Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026, ajang drag bike 201 meter yang siap mengguncang Kota Pahlawan malam ini, Sabtu (24/10/2026).

Tepat di Depan Markas Polisi, Bukan Lagi Kucing-kucingan, Digelar di Sirkuit Sikatan Race Way, Jl. Sikatan, persis di depan Mapolrestabes Surabaya, event ini menjadi pesan tegas sekaligus ajakan hangat bahwa hobi kebut-kebutan tak harus dilarang, tapi harus disalurkan ke tempat yang benar. Para pecinta kecepatan yang biasanya "main" di jalan raya kini punya panggung resmi, lengkap dengan pengamanan dan lintasan yang diperhatikan kelayakan aspalnya.

Balapan dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai dengan konsep Night Drag Bike, sehingga malam di jantung kota bakal berubah jadi pesta kecepatan.

Dari Pembalap Pro sampai Anak Sunmori, Semua Dapat Tempat. Ajang ini tidak pilih kasih. Berbagai kategori disiapkan untuk mengakomodasi pebalap profesional, pemula, hingga komunitas.

Lebih dari sekadar adu cepat, event ini membawa misi sosial menyalurkan hobi generasi muda dan pencinta top speed metropolis ke jalur yang aman, sekaligus menekan angka kecelakaan akibat balap liar yang selama ini meresahkan warga.

Pendekatan ini dinilai efektif oleh seluruh pecinta kecepatan di surabaya, alih-alih hanya melarang, anak-anak muda diajak terlibat, ditantang, dan diberi ruang untuk membuktikan skill secara sportif.

Dengan kelas yang beragam dan semangat komunitas yang membara, City Night Race diprediksi menjadi magnet ribuan penonton. Dari motor 2 tak yang meraung ganas, matic yang tak boleh diremehkan, hingga bebek 4 tak yang sering bikin kejutan, semua punya peluang jadi bintang malam ini.

Jadi, buat kamu yang suka kecepatan tapi sayang nyawa, ini saatnya membuktikan bahwa gaspol itu keren kalau di tempat yang benar" pungkasnya.(Farid)
Share:

Sabtu, 24 Oktober 2026

Tak Kenal Lelah, Imigrasi Juanda Fasilitasi Mediasi Perselisihan Hubungan Industrial Di Just Yoga

SIDOARJO, Berita cakrawala.co.id- Tak kenal lelah, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Juanda memfasilitasi pertemuan antara manajemen JUST YOGA dan dua tenaga kerja asing (TKA) asal India yang bekerja sebagai instruktur yoga, Kamis (22/10). 

Kegiatan ini dihadiri jajaran Kantor Imigrasi Juanda, Bakesbangpol Kota Surabaya, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, pihak manajemen JUST YOGA beserta penasihat hukum, kedua TKA beserta penasihat hukum, serta perwakilan member JUST YOGA.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Imigrasi Juanda tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait untuk mendengar keterangan para pihak dan mendorong penyelesaian perselisihan sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam sesi dengar pendapat, pihak manajemen menyampaikan bahwa perselisihan bermula dari kondisi keuangan perusahaan yang berdampak pada pemenuhan kewajiban pembayaran upah. 

Dua TKA berinisial AB dan R, masing-masing mengajukan tuntutan kekurangan pembayaran upah sekitar Rp145 juta hingga Rp150 juta dan Rp50 juta. 

Nilai tersebut masih memerlukan verifikasi karena terdapat perbedaan perhitungan antara pihak perusahaan dan pekerja.

Sementara itu, kedua TKA menyampaikan bahwa pembayaran upah yang semula berjalan lancar mulai mengalami hambatan dan tidak lagi sesuai kesepakatan sejak Oktober 2024. Keduanya menyebutkan bahwa kesepakatan awal pendapatan sebesar Rp12 juta per bulan terdiri atas gaji Rp10 juta dan biaya akomodasi Rp2 juta. 

Seluruh pembayaran disebut dilakukan melalui transfer. Keterangan dari masing-masing pihak masih memerlukan pendalaman dan pencocokan dengan dokumen pendukung.

Selain persoalan pembayaran upah, pertemuan turut membahas sejumlah hal yang masih memerlukan klarifikasi, termasuk dugaan ketidakhadiran pekerja selama lebih dari lima hari berturut-turut serta klaim terkait kewajiban dalam kontrak pembiayaan visa dan administrasi keimigrasian. 

Para pihak menyatakan kesediaan untuk melanjutkan pembahasan guna mencari penyelesaian atas perselisihan tersebut.
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya mengarahkan penyelesaian perselisihan melalui mekanisme mediasi tripartit sesuai kewenangannya. 

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur merencanakan pemeriksaan dan pengawasan terhadap perusahaan sebagai tindak lanjut atas pengaduan yang telah diterima dari kedua TKA.

Bakesbangpol Kota Surabaya turut menekankan pentingnya menjaga iklim investasi dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. 

Keberadaan dan kegiatan orang asing juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah. 

Koordinasi lintas instansi diharapkan dapat mendukung penanganan permasalahan secara proporsional dan sesuai ketentuan.

Kantor Imigrasi Juanda akan terus memantau perkembangan penyelesaian perselisihan serta berkoordinasi dengan instansi terkait. 

Sejalan dengan semangat Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, Imigrasi untuk Rakyat diwujudkan melalui pengawasan, koordinasi, dan fasilitasi sesuai kewenangan untuk mendukung kepastian hukum, ketertiban, serta penyelesaian permasalahan secara objektif dan bertanggung jawab" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Imigrasi Juanda Berikan Edukasi Mahasiswa Internasional UINSA Terkait Izin Tinggal

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Juanda memperkuat edukasi keimigrasian bagi mahasiswa internasional melalui kegiatan Immigration Briefing for New International Students yang diselenggarakan bersama Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya di Gedung Student Center UINSA, Kamis (23/10).

Dalam kegiatan ini juga di hadiri kepala seksi informasi dan komunikasi Keimigrasian dan Direktur International Office UINSA, Nabiela Naily, S.Si., M.H.I., M.A., bersama mahasiswa internasional.

Perlu diketahui, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Academic and Culture Exposure tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa internasional mengenai ketentuan keimigrasian, khususnya terkait izin tinggal dan kewajiban administratif selama menempuh pendidikan di Indonesia. 

Materi disampaikan oleh Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Juanda, R. Muhammad Umar, menjelaskan bahwa Izin Tinggal Terbatas (ITAS) merupakan dokumen penting yang menjadi dasar legal bagi mahasiswa internasional untuk tinggal di Indonesia sesuai dengan tujuan dan jangka waktu yang ditetapkan.

Mahasiswa perlu memastikan izin tinggal tetap berlaku dan sesuai dengan kegiatan pendidikan yang dijalankan, termasuk memahami ketentuan perpanjangan yang diberikan sesuai aturan keimigrasian, dengan jangka waktu paling lama satu tahun.

“Setiap perubahan selama masa studi, mulai dari kehilangan atau pergantian paspor hingga perubahan alamat dan kepulangan setelah lulus, perlu ditindaklanjuti sesuai prosedur keimigrasian yang berlaku,” Tegasnya.

 Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap ketentuan keimigrasian menjadi bagian penting agar mahasiswa dapat menjalani masa studi dengan tertib dan nyaman.

Selain aspek administratif, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa internasional untuk mengenal lingkungan sosial dan budaya Indonesia. 

" Pemahaman terhadap aturan keimigrasian diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengalaman akademik dan interaksi lintas budaya, sehingga mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik selama berada di Indonesia" Imbuhnya.

Tak luput pula, Direktur International Office UINSA, Nabiela Naily, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif serta memberikan pengalaman akademik dan budaya yang bermakna bagi mahasiswa internasional. 

Dukungan berbagai pihak, termasuk imigrasi, diperlukan agar mahasiswa dapat menjalankan aktivitas pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya membutuhkan support system, salah satunya dari Kantor Imigrasi Juanda, agar mahasiswa internasional tetap dapat menjalankan aktivitasnya sesuai dengan aturan yang berlaku sebagai upaya preventif untuk menekan risiko yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Kolaborasi antara Kantor Imigrasi Juanda dan UINSA menjadi bagian dari upaya mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan edukasi dan sinergi keimigrasian.

Sejalan dengan semangat Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, Kantor Imigrasi Juanda terus mendorong kehadiran layanan keimigrasian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

" Edukasi ini merupakan wujud komitmen Imigrasi untuk Rakyat, tidak hanya melalui penegakan aturan, tetapi juga melalui pendampingan dan edukasi yang mendukung kebutuhan masyarakat serta kemajuan pendidikan Indonesia' Pungkasnya.( SJ)
Share:

Imigrasi Juanda Berhasil Amankan WNA Suriah Dugaan Pelanggaran Keimigrasian

 
SIDOARJO,Berita Cakrawala.co.id- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Juanda berkordinasi dengan kepolisian Polres Sidoarjo melalui unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) berhasil mengamankan warga negara asing diduga menjalankan usaha restoran tanpa izin dijalan Imam Bonjol nomor 8 kecamatan Taman kabupaten Sidoarjo pada 21 Oktober 2026.

Tak hanya itu, juga mengenai pelecehan seksual terhadap seorang pegawai tersebut.

Perlu diketahui, warga negara asing asal Suriah berinisial F.D alias D.W.

Petugas langsung melakukan pemeriksaan F.D yang tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian dan bersikap tidak kooperatif. Lalu Petugas kemudian mengamankan yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut bersama pegawai restoran.

Menurut keterangan saksi menyebutkan bahwa F.D menggunakan nama lain, serta terlibat dalam persiapan dan pengelolaan restoran termasuk perekrutan pegawai dan pemberian intruksi diluar tugas utama mereka.

Berdasarkan data Keimigrasian F.D tercatat sebagai pemegang Izin Tinggal Terbatas( ITAS) indeks investasi dengan penjamin PT.A.J.G yang beralamat di jembatan Merah Plaza(JMP) Surabaya.

Sedangkan dari pemeriksaan terhadap F.D dokumen pengajuan ITAS investor, serta investigasi dilokasi usaha PT.A.J.G petugas menemukan sejumlah indikasi pelanggaran Keimigrasian. Temuan tersebut meliputi dugaan penggunaan identitas penjamin palsu dan pencatuman alamat perusahaan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya yakni di JMP 1 lantai 2 blok B nomor A55 Surabaya.

Sementara itu, hasil validasi kepada pengelola JMP mengindentifikasikan bahwa alamat fiktif, F.D juga menerangkan bahwa PT. A.J.G tidak pernah menggunakan alamat usaha sebagaimana tercantum dalam dokumen pengajuan ITAS investor.

Selain itu, surat permohonan alih status izin tinggal kunjungan (ITK) menjadi ITAS beserta fotokopi KTP penjamin berinisial EL diduga palsu berdasarkan pemeriksaan sistem kependudukan F.D dan mengaku tidak mengenal orang yang indentitasnya digunakan sebagai penjamin Rekening Bank Indonesia (BRI) atas nama PT.A.J.G yang dicantumkan dalam permohonan ITAS investor juga terindikasi palsu karena dinyatakan tidak dikenal setelah dilakukan pengecekan.

Kantor Imigrasi kelas I khusus TPI Juanda menegaskan bahwa komitmennya untuk menangani setiap dugaan pelanggaran Keimigrasian secara profesional dan sesuai perundang undangan.

" Untuk perkembangan perkara akan dilaporkan secara berkala seiring proses pemeriksaan dan kordinasi dengan instansi terkait imigrasi untuk rakyat" Tegasnya.

Berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan F.D diduga kuat melanggar pasal 123 huruf a undang undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian terkait dugaan kesengajaan memberikan surat atau palsu maupun keterangan tidak benar untuk memperoleh visa atau izin tinggal bagi diri sendiri atau orang lain.

Saat ini F.D telah dikenali tindakan administrasi Keimigrasian (TAK) berupa pendetensian diruang detensi imigrasi kantor Imigrasi Juanda juga berkordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu satu pintu/ badan kordinasi penanaman Modal (DPMPTSP/BKPM) provinsi Jawa Timur guna memverifikasi kesesuaian permodalan PT. A.J.G" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Jumat, 23 Oktober 2026

Fasilitas Wartelsuspas Rutan Kelas I Surabaya Diharapkan Menjaga Kondisi Psikologis Warga Binaan

SIDOARJO, BeritaCakrawala.co.id — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya menyediakan fasilitas Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas) sebagai sarana komunikasi resmi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk terhubung dengan keluarga dan kerabat di luar rutan. Layanan ini memanfaatkan teknologi panggilan suara dan panggilan video yang dioperasikan secara legal dan terawasi.

Pengoperasian Wartelsuspas ini ditujukan untuk memfasilitasi kebutuhan interaksi sosial warga binaan tanpa melanggar ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan. Melalui sarana ini, warga binaan dapat melepas rindu serta memantau perkembangan keluarga mereka secara berkala selama menjalani proses masa penahanan.

Sistem operasional Wartelsuspas menggunakan mekanisme berbasis voucher. Warga binaan terlebih dahulu membeli voucher komunikasi di koperasi rutan yang berisi sejumlah deposit atau durasi panggilan. Selanjutnya, warga binaan memasukkan kode yang tertera pada voucher ke dalam perangkat telepon yang telah disediakan di ruang khusus. Setelah kode terverifikasi, panggilan dapat terhubung ke nomor tujuan yang telah didaftarkan.

Seluruh proses komunikasi di dalam area Wartelsuspas berada di bawah pengawasan langsung petugas pemasyarakatan. Langkah pengawasan ini diterapkan guna memastikan bahwa isi pembicaraan tidak menyinggung hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban rutan, serta mencegah penyalahgunaan sarana komunikasi untuk tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyatakan bahwa penyediaan sarana komunikasi resmi ini berdampak langsung pada stabilitas psikologis para warga binaan. Hubungan yang tetap terjalin dengan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor pendukung utama agar warga binaan dapat mengikuti seluruh tahapan pembinaan dengan baik.

"Sarana komunikasi tersebut dapat memengaruhi psikologi warga binaan selama pembinaan. Harapannya, dengan tersedianya sarana komunikasi tersebut, psikologi warga binaan tetap terjaga baik selama menjalani proses pembinaan," kata Tristiantoro Adi Wibowo, Jumat (23/10/2026).

Pihak Rutan Kelas I Surabaya mencatat bahwa keberadaan Wartelsuspas juga berfungsi sebagai upaya preventif dalam menekan potensi penyusupan dan penggunaan telepon seluler secara ilegal di dalam blok hunian. Dengan tersedianya akses komunikasi yang sah, murah, dan terjangkau, dorongan warga binaan untuk memiliki perangkat komunikasi rahasia dapat diminimalisasi.

Fasilitas ini diakses oleh warga binaan secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola rutan guna menjaga ketertiban dan kelancaran penggunaan fasilitas secara merata" pungkasnya.(Farid)
Share:

Polda Jatim Ungkap 1.345 Kasus dalam Operasi Sikat Semeru 2026, Sebanyak 1.212 Tersangka Diamankan

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengungkap hasil pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang berlangsung selama 12 hari, mulai 10 hingga 21 Oktober 2026. Dalam operasi yang digelar untuk menekan angka kriminalitas dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) tersebut, jajaran kepolisian berhasil mengungkap sebanyak 1.345 kasus tindak pidana dan mengamankan 1.212 tersangka.

Hasil pelaksanaan operasi tersebut disampaikan oleh Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K., didampingi Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (23/10/2026).

Operasi Sikat Semeru 2026 merupakan salah satu langkah strategis Polda Jatim bersama jajaran kepolisian resor (polres) di seluruh wilayah Jawa Timur untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum, menekan tindak kriminalitas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pelaksanaan operasi ini menyasar berbagai bentuk kejahatan yang dinilai meresahkan masyarakat, terutama pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), atau yang dikenal dengan istilah kejahatan 3C.

Melalui operasi tersebut, kepolisian berupaya mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan kehadiran aparat di tengah masyarakat.

Ungkap 1.345 Kasus, Amankan 1.212 Tersangka
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam konferensi pers, selama pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, jajaran Polda Jatim berhasil mengungkap 1.345 kasus tindak pidana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 288 kasus merupakan target operasi (TO), sedangkan 1.057 kasus lainnya merupakan kasus di luar target operasi (non-TO).

Sementara itu, jumlah tersangka yang berhasil diamankan mencapai 1.212 orang. Rinciannya, sebanyak 339 tersangka masuk dalam target operasi dan 873 tersangka lainnya merupakan hasil pengungkapan kasus di luar target operasi.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kepolisian selama operasi tidak hanya berfokus pada sasaran yang telah ditentukan sebelumnya, tetapi juga menghasilkan pengungkapan tindak pidana lain yang ditemukan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Pengungkapan kasus di luar target operasi menjadi bagian penting dalam upaya kepolisian merespons berbagai bentuk kriminalitas yang terjadi di tengah masyarakat.


Dengan hasil tersebut, Polda Jatim bersama jajaran polres di wilayah Jawa Timur diharapkan dapat terus meningkatkan efektivitas penindakan terhadap pelaku kejahatan serta memperkuat upaya pencegahan kriminalitas secara berkelanjutan.

“Kejahatan 3C Menjadi Prioritas Penindakan
Dalam pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, kejahatan 3C menjadi salah satu prioritas utama penindakan. Ketiga jenis kejahatan tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap keamanan masyarakat karena dapat menimbulkan kerugian materiil, mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga mengancam keselamatan korban.

Pencurian dengan pemberatan merupakan tindak pidana pencurian yang dilakukan dengan keadaan atau cara tertentu sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum. Sementara itu, pencurian dengan kekerasan melibatkan penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap korban.

Adapun pencurian kendaraan bermotor menjadi perhatian karena kendaraan merupakan salah satu sarana utama masyarakat dalam menunjang mobilitas, pekerjaan, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi.

Selain menindak kejahatan 3C, petugas juga melakukan penindakan terhadap perjudian, penyalahgunaan senjata tajam, serta berbagai tindak pidana lainnya sesuai dengan sasaran operasi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah hukum Polda Jatim.
Libatkan Jajaran Polda dan Polres se-Jawa Timur
Operasi Sikat Semeru 2026 dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan direktorat terkait di lingkungan Polda Jatim serta jajaran polres di berbagai kabupaten dan kota.


Kordinasi antar unit menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan operasi, terutama untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan informasi, penyelidikan, penindakan, dan pengungkapan perkara.

Melalui sinergi tersebut, kepolisian berupaya memastikan penanganan tindak kriminalitas dapat dilakukan secara terarah sesuai karakteristik gangguan keamanan di masing-masing wilayah.

Operasi kepolisian juga menjadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan aparat terhadap potensi kejahatan yang dapat berkembang dan mengganggu ketenteraman masyarakat.

Selain melakukan penindakan, kepolisian tetap dituntut mengedepankan profesionalitas, ketelitian dalam penyidikan, serta kepatuhan terhadap prosedur hukum agar setiap perkara dapat diproses secara akuntabel.


Sejumlah Barang Bukti Turut Diamankan
Dalam pengungkapan kasus selama operasi, petugas turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.

Barang bukti tersebut antara lain kendaraan bermotor, uang tunai, telepon seluler, barang elektronik, serta sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk mendukung aksi kejahatan.

Dalam pemaparan hasil operasi juga disebutkan adanya kunci yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian serta bahan kimia tertentu.

Namun, rincian lengkap mengenai jumlah, jenis, dan keterkaitan masing-masing barang bukti dengan perkara yang ditangani masih perlu mengacu pada data resmi kepolisian. Oleh karena itu, angka dan spesifikasi barang bukti yang belum terkonfirmasi tidak dicantumkan secara terperinci dalam pemberitaan ini.

Barang bukti yang telah disita akan digunakan untuk mendukung proses penyidikan dan pembuktian perkara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, penanganan terhadap para tersangka dilakukan melalui proses hukum dengan tetap memperhatikan hak-hak tersangka serta asas praduga tak bersalah.

Komitmen Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 menjadi bagian dari upaya Polda Jatim dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Timur. Meski operasi khusus telah berakhir, upaya pemberantasan tindak kriminalitas tetap menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kegiatan kepolisian melalui operasi terpusat, patroli, penyelidikan, penindakan, serta kegiatan rutin yang ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak pidana sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran aparat kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman. Kepolisian mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika memarkir kendaraan, menyimpan barang berharga, maupun melakukan aktivitas di tempat umum.

Masyarakat juga diharapkan memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dengan baik, menggunakan kunci pengaman tambahan bila diperlukan, serta tidak mudah memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan.

“Apabila mengetahui atau mengalami tindak kriminalitas, masyarakat diimbau segera melapor kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Kerja sama antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini dan mencegah berkembangnya tindak kejahatan.

Sinergi Polisi dan Masyarakat untuk Jawa Timur yang Kondusif
Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun keamanan yang tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga mengutamakan pencegahan dan kepedulian bersama.

Keberhasilan mengungkap ribuan kasus dalam Operasi Sikat Semeru 2026 diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalitas, serta respons terhadap laporan dan kebutuhan masyarakat.

Pada saat yang sama, keterlibatan masyarakat, tokoh lingkungan, dan berbagai unsur terkait diperlukan untuk membangun kewaspadaan kolektif terhadap potensi kriminalitas.

Dengan penegakan hukum yang konsisten, langkah pencegahan yang berkelanjutan, serta sinergi antara kepolisian dan masyarakat, situasi keamanan di Jawa Timur diharapkan semakin terjaga.

Polda Jatim bersama seluruh jajaran diharapkan terus hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, nyaman, dan tenang.

Operasi Sikat Semeru 2026 menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen untuk mewujudkan Jawa Timur yang aman, tertib, dan kondusif," pungkasnya. (Farid)
Share:

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Pimpin Green Policing di Pantai Cumpat

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Green Policing berupa aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Batu-Batu Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Kamis (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, dengan diikuti Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kabag Ops Polres Pelabuhan Tanjung Perak, para PJU Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kapolsek Kenjeran, Camat Bulak, Kasi Trantib Kecamatan Bulak, personel Polsek Kenjeran, serta sekitar 20 warga RW 02 Cumpat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah itu, Kapolsek Kenjeran memberikan arahan dan pembagian tugas kepada seluruh peserta sebelum pelaksanaan aksi bersih-bersih pantai.

Dengan semangat kebersamaan, personel Polsek Kenjeran bersama warga turun langsung membersihkan kawasan pesisir Pantai Batu-Batu Cumpat dengan mengumpulkan sampah yang terdapat di sepanjang area pantai.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara kepolisian dan warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Usai kegiatan bersih-bersih pantai, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak menyerahkan bantuan sembako kepada sekitar 20 warga Cumpat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan cangkrukan bersama warga Cumpat.

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan aspirasi, masukan, serta berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan Green Policing merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar KOMPOL Yuyus.

Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Pantai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir, sehingga kebersihan dan kelestariannya harus kita jaga bersama,” tambahnya.

KOMPOL Yuyus juga menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan personel kepolisian dan masyarakat secara langsung menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi serta membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasi mereka, sekaligus membangun sinergi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan kondusif,” tegasnya.

Pelaksanaan Green Policing Polres Pelabuhan Tanjung Perak tersebut merupakan bagian dari implementasi program Quick Wins prioritas Kapolri, khususnya dalam mendorong peran aktif Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, serta penguatan kemitraan bersama masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan Green Policing di Pantai Batu-Batu Cumpat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif" Pungkasnya.(SJ) 

#polsekkenjeran #polrespelabuhantanjungperak #greenpolicing #polisibersamamasyarakat #pantaicumpat
Share:

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Tunggangi Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Surabaya

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengamankan 11 orang yang diduga hendak menunggangi aksi unjuk rasa mahasiswa di Surabaya, Kamis (22/10/2026). Sebelas orang yang diamankan selanjutnya menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Surabaya.

Pengamanan dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya kericuhan dalam penyampaian aspirasi mahasiswa. Langkah tersebut juga dimaksudkan agar peserta aksi dapat menyampaikan pendapat secara aman dan damai.

Mereka diamankan di sejumlah titik yang mengarah ke lokasi aksi, sebelum diduga melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dari 11 orang tersebut, dua di antaranya tercatat sebagai mahasiswa, sedangkan sembilan lainnya merupakan pelajar. Berdasarkan keterangan kepolisian, dua orang berasal dari Sidoarjo dan sembilan lainnya dari Surabaya.

Berdasarkan Konferensi Pers yang berlangsung di Gedung M. Yasin Polrestabes Surabaya, Dihadiri Kapolda Jatim Irjen. Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., Dirressiber Polda Jatim Kombes Pol. Bimo Ariyanto, S.H., S.I.K., Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K., Dirreskrimmum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, S.I.K.

Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan unjuk rasa berakhir sekitar pukul 17.45 WIB, dan mengapresiasi mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib.

Dalam pengamanan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan rencana gangguan keamanan. Barang bukti yang diperlihatkan kepada awak media antara lain benda yang disebut berpotensi digunakan untuk pembakaran, minuman keras, serta sejumlah telepon seluler.

Polisi juga menyebutkan adanya temuan komunikasi yang berisi ajakan untuk membuat kerusuhan. Temuan tersebut masih didalami untuk mengetahui tujuan komunikasi, keterlibatan pihak lain, serta kemungkinan adanya kelompok yang berupaya mengganggu jalannya aksi.

Meski demikian, dugaan keterlibatan para pihak tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian menyatakan akan mendalami bukti dan keterangan yang diperoleh sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Polisi juga menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat, baik mahasiswa maupun kelompok masyarakat sipil lainnya, sepanjang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Dengan pemeriksaan yang masih berlangsung, polisi berharap dapat mengungkap secara jelas tujuan para pihak yang diamankan sekaligus memastikan penyampaian aspirasi di muka umum tetap berlangsung aman, tertib, dan damai" pungkasnya.(Farid)
Share:

Kamis, 22 Oktober 2026

Pelaporan dugaan tindak pidana provokasi oleh oknum Perangkat Desa Mojokerto

MOJOKERTO, Berita Cakrawala.co.id- Terkait adanya pengaduan dugaan penghasutan dan kekerasan bersama sama serta pemaksaan pemberhentian pekerjaan di lahan milik sendiri.

Kali ini penyidik polres Mojokerto menindak lanjuti adanya pengaduan dan pemanggilan pelapor tersebut, Rabu 21/10/2026.

Pelapor Guntoro bersama kuasa hukum dari M.P & ASSOCIATES, Anang Djatmiko SH menyampaikan, bahwasannya hari ini telah pemanggilan oleh pihak kepolisian Polres Mojokerto mendampingi kepada klien kami atas pengaduannya tindak pidana penghasutan provokator yang dilakukan oleh kepala desa inisial MS dan kepala Dusun inisial SB saat ini proses Lidik.

" Dan hari ini pelapor sudah mendapatkan surat pemberitahuan proses penyidikan, sehingga klien kami berharap meminta keadilan" tegasnya.


Berawal dari kasus penghasutan itu ketika dilakukan proses mediasi di balai desa cempokolimo disitu bukan malah mengajak mediasi akan tetapi ada ajakan ke lokasi untuk meminta mesin bor dan para pekerja berhenti tidak di teruskan tersebut.

" Padahal untuk surat surat dan legalitas perizinan kami lengkap baik dari dinas terkait maupun yang lainnya" Imbuhnya.

Kemudian klien kami mengalami kerugian sebesar kurang lebih 100 juta, akibat pemberhentian pekerjaan pada saat itu.

Kami berharap tetap pada koridor negara kita negara hukum kami sudah memberikan edukasi kepada masyarakat ijin kami lengkap jangan sampai warga terprovokasi atau hasutan oleh oknum kepala Desa, sehingga kami meminta Satreskrim Polres Mojokerto hukum ini harus di tegakkan"

Sampai berita ini diturunkan masih mengkonfirmasi pihak pihak terkait" Pungkasnya.(Red)
Share:

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolda Jatim Gelar Courtesy Call ke Kajati

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono melaksanakan kunjungan kehormatan (courtesy call) kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Abdul Qohar di Kantor Kejati Jatim, Rabu (21/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jatim didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim dan disambut langsung oleh Kajati Jatim beserta jajaran.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi kelembagaan antara Polda Jatim dan Kejati Jatim.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu juga mencerminkan komitmen kedua institusi untuk terus membangun sinergi dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum sesuai kewenangan masing-masing.

Kepolisian dan kejaksaan memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing yang saling berkaitan dalam sistem peradilan pidana. Karena itu, komunikasi dan koordinasi yang efektif menjadi bagian penting dalam mendukung proses penegakan hukum yang profesional, cermat, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hubungan kelembagaan yang harmonis juga diharapkan dapat menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan sekaligus memberikan kepastian hukum dan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Sebagai wilayah dengan dinamika masyarakat yang tinggi, Jawa Timur membutuhkan soliditas dan sinergi seluruh unsur penegak hukum dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Melalui courtesy call tersebut, Polda Jatim dan Kejati Jatim berkomitmen untuk terus membangun komunikasi kelembagaan yang terbuka, konstruktif, dan profesional.

Sinergi antarlembaga tersebut tetap dilaksanakan dengan menghormati fungsi, kewenangan, dan independensi masing-masing institusi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin kuat, berbagai pelaksanaan tugas yang membutuhkan sinergi antarlembaga diharapkan dapat berjalan semakin efektif serta mendukung terwujudnya penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan di Jawa Timur" pungkasnya.(Farid)
Share:

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Perkuat Perlindungan Pelajar Menuju Indonesia Emas 2045

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id– Polda Jawa Timur meluncurkan program “Polisi Jogo Sekolah” sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan (bullying), tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam masa depan pelajar.

Program ini mengedepankan pendekatan preemtif, persuasif, dan humanis dengan menempatkan personel kepolisian sebagai mitra dan pendamping dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Komitmen tersebut ditandai melalui Apel Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang dipimpin Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2026).

Program Polisi Jogo Sekolah sekaligus menjadi bagian dari penguatan semangat Polisi Bersama Masyarakat melalui kolaborasi kepolisian, pihak sekolah, orang tua, masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait.


Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menegaskan bahwa pelajar merupakan elemen krusial dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, aspek perlindungan terhadap mereka wajib menjadi tanggung jawab bersama.

"Generasi muda ini yang akan mengisi momentum Indonesia Emas 2045. Kita harus menjaga mereka dari perundungan, tawuran, narkoba, serta pengaruh negatif lainnya," ujar Irjen Dekananto di Mapolda Jatim usai memimpin apel.

Kapolda Jatim juga menyoroti fenomena perundungan yang terkadang dianggap sekadar gurauan, padahal dapat memberikan dampak serius bagi korban dan dalam kondisi tertentu berpotensi masuk ke ranah hukum.

Melalui Polisi Jogo Sekolah, personel akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada para pelajar mengenai batasan dalam pergaulan, pentingnya saling menghormati, serta konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar aturan.

Dalam pelaksanaannya, Kapolda Jatim menginstruksikan seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, layaknya memperlakukan anak sendiri.

Personel juga diharapkan membangun komunikasi dengan siswa serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua untuk mengenali sejak dini berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi keamanan, pergaulan, dan perkembangan anak.

"Kami ingin polisi menjadi orang tua asuh sekaligus sahabat bagi anak sekolah. Mereka harus merasa dekat, tidak takut, dan percaya bahwa kepolisian hadir untuk melindungi," tegas Irjen Dekananto.

Polda Jatim akan melakukan pemetaan sebagai dasar penempatan dan pola pendampingan personel. Sekolah yang berdasarkan hasil pemetaan memerlukan penguatan langkah pencegahan akan mendapatkan pendampingan secara lebih intensif, termasuk terhadap potensi tawuran, perundungan maupun penyalahgunaan narkoba.

Kapolda Jatim menekankan bahwa Polisi Jogo Sekolah tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pelaksanaan program akan dievaluasi secara berkala berdasarkan efektivitas dan manfaat nyata yang dirasakan oleh pelajar, sekolah, maupun masyarakat.

Program tersebut juga direncanakan diterapkan secara serentak oleh seluruh Polres jajaran Polda Jatim.

Untuk mengoptimalkan pelaksanaannya, Polisi Jogo Sekolah akan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai unsur terkait, antara lain guru Bimbingan Konseling (BK), kepala sekolah, wali kelas, orang tua, serta dinas pendidikan.

Kolaborasi lintas sektor tersebut penting mengingat perkembangan dan perilaku remaja tidak hanya dipengaruhi lingkungan sekolah, tetapi juga keluarga, pergaulan, serta lingkungan sosial.

"Anak-anak kita memiliki masa depan panjang. Jangan sampai karena kurang pemahaman, mereka terjerumus persoalan hukum. Ini yang kita cegah sejak dini," pungkasnya.(Farid)
Share:

Rabu, 21 Oktober 2026

Sinergi Pengawasan Pelayanan, Rutan Surabaya Terima Kunjungan Ombudsman RI

SIDOARJO, Berita cakrawala.co.id- Ombudmsan Republik Indonesia Perwakilan Jawa Timur mendatangi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Rabu (21/10/2026).

Kedatangan tim pengawas pelayanan publik ini untuk memastikan hak-hak warga binaan serta mutu layanan bagi masyarakat pemohon kunjungan terpenuhi tanpa kendala.

Pantauan di lokasi, rombongan yang dipimpin Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jatim, Triyoga Muhtar Habibi, langsung meninjau area pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Triyoga tampak mengamati alur pendaftaran antrean, ruang tunggu keluarga warga binaan, hingga fasilitas pengaduan. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pas Jatim, Kusnali, bersama Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro, mendampingi langsung peninjauan tersebut sembari menunjukkan inovasi layanan digital yang diterapkan di rutan.

Triyoga menegaskan, pengawasan ke lembaga pemasyarakatan dan rutan dilakukan secara berkala demi mencegah potensi maladministrasi. Menurutnya, Rutan Surabaya yang memiliki kepadatan tinggi menuntut standar pelayanan yang responsif dan transparan. 

"Kami melihat langsung bagaimana proses alur kunjungan masyarakat dan pemenuhan hak dasar warga binaan di dalam. Pengawasan seperti ini penting agar standar pelayanan publik tetap terjaga dan masyarakat mendapat kepastian layanan," tegas Triyoga di sela-sela peninjauan.

Senada dengan hal itu, Kakanwil Ditjen Pas Jatim, Kusnali, menyambut terbuka kedatangan Ombudsman. Pihaknya menilai masukan dari lembaga pengawas eksternal sangat krusial untuk membenahi celah kekurangan di lapangan. Sementara itu, Karutan Surabaya, Tristiantoro, menyatakan bahwa kunjungan tersebut sebagai dukungan untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan" pungkasnya.(Farid)
Share:

Link Berita

Definition List

Unordered List

Support