This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 04 Oktober 2026

Putri Ki Dalang Umar Al Khothob, N.H., Citya Sabrina Ning Faziera Lulus Cumlaude dan Resmi Bergelar S.Keb. dari UAB Surabaya

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan kebidanan. Citya Sabrina Ning Faziera resmi menyandang gelar Sarjana Kebidanan (S.Keb.) dengan predikat cumlaude dari Universitas PGRI Adi Buana (UAB) Surabaya, Sabtu (3/10/2026).

Dibalut kebaya dusty pink berhias payet dan selempang bertuliskan Cumlaude – Bachelor of Midwifery – Class of 2026, Citya tampil anggun dan berseri. Senyum lega dan bahagia terpancar dari wajahnya, tanda perjuangan panjang di bangku kuliah akhirnya terbayar.

Citya merupakan putri dari Umar Al Khothob, yang akrab disapa Ki Dalang, Ketua Puskominfo Indonesia DPD Jatim sekaligus Ketua Yayasan Rehabilitasi Narkoba "Mitra Compok Bersinar". Dari lingkungan keluarga yang lekat dengan pengabdian sosial dan kepedulian terhadap masyarakat itulah, Citya tumbuh dan menempa dirinya.

Predikat cumlaude tidak diraih dengan mudah. Predikat ini hanya diberikan kepada lulusan dengan prestasi akademik terbaik, yang menuntut konsistensi, disiplin, dan ketekunan sepanjang masa studi. Pendidikan kebidanan sendiri menuntut keseimbangan antara ilmu teori dan praktik klinik yang menantang.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas capaian ini. Semua ini adalah buah dari doa, kerja keras, dan dukungan banyak pihak. Saya berharap predikat ini menjadi amanah yang mendorong saya untuk terus belajar dan memberi manfaat," ungkap Citya.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada keluarga, terutama kedua orang tuanya.
"Terima kasih kepada Ayah dan Ibu yang tidak pernah lelah mendoakan dan mendampingi saya. Terima kasih juga kepada para dosen dan sahabat yang telah membimbing dan menguatkan saya selama perkuliahan," tambahnya.

Setelah resmi menyandang gelar S.Keb., Citya berharap ilmunya dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. "Cita-cita saya adalah mengabdikan ilmu ini untuk membantu para ibu dan generasi penerus bangsa agar tumbuh sehat. Kebidanan bagi saya bukan sekadar profesi, tetapi panggilan untuk melayani," ujarnya.

Pencapaian Citya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama mahasiswi kesehatan, bahwa kerja keras, doa, dan keteguhan hati akan membuahkan hasil. Selamat Citya Sabrina Ning Faziera, S.Keb.," pungkasnya. (Farid)
Share:

Senam Aerobik Jadi Bagian Pembinaan, Rutan Kelas I Surabaya Bangun Semangat Hidup Sehat

SIDOARJO, BeritaCakrawala.co.id — Pembinaan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban. Menjaga kesehatan serta kebugaran jasmani juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan senam aerobik yang kembali digelar Rutan Kelas I Surabaya pada Jumat (2/10/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Lapangan Dalam Rutan dan diikuti warga binaan dengan penuh antusias.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, A.Md.IP., S.H., mendorong pelaksanaan kegiatan pembinaan yang dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan, termasuk melalui kegiatan olahraga secara rutin.

Senam aerobik dipandu instruktur di bawah pembinaan Persatuan Instruktur Senam Aerobik. Para warga binaan mengikuti berbagai gerakan secara bersama-sama dengan suasana yang tertib, semarak, dan penuh semangat.

Bagi warga binaan, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas untuk menggerakkan tubuh. Senam menjadi salah satu ruang untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat positif selama menjalani masa pembinaan.

Pelaksanaan olahraga secara rutin juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat dan produktif. Warga binaan diberikan kesempatan untuk tetap aktif secara fisik melalui kegiatan yang terarah dan didampingi instruktur.

Rutan Kelas I Surabaya secara berkala melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan yang mencakup aspek jasmani maupun pengembangan sikap positif. Program tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembinaan secara menyeluruh.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya juga terus mendorong agar setiap kegiatan pembinaan dievaluasi secara berkala. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan program berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi warga binaan.

Melalui kegiatan sederhana seperti senam aerobik, pesan pembinaan pun menjadi jelas warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk menjaga kesehatan, membangun kebiasaan positif, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Dari balik tembok Rutan, semangat untuk hidup sehat dan menjadi lebih baik terus dibangun" pungkasnya.(Farid)
Share:

Sabtu, 03 Oktober 2026

SD KHM Nur Surabaya Di Sambut Hangat Kedatangan Mahasiswi Universitas Terbuka Yogyakarta

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Dalam rangka memenuhi tugas akademik mata kuliah Kepramukaan mahasiswi dari program studi PGSD Universitas Terbuka Yogyakarta melakukan kunjungan observasi dan wawancara ke sekolah KHM Nur Surabaya pada Sabtu(3/10/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan implementasi, struktur organisasi, hingga tantangan dalam pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler Gerakan Pramuka di tingkat satuan pendidikan dasar atau menengah.

Kedatangan mahasiswi Universitas Terbuka Yogyakarta disambut hangat oleh pihak sekolah KHM Nur Surabaya, kemudian Sesi wawancara dilakukan secara terpisah bersama Kepala Sekolah dan Wakil Kepsek tersebut.

Saat awak media Berita Cakrawala dilokasi, melihat Mahasisiwi melakukan pewawancara terhadap Kepala Sekolah KHM Nur Surabaya yakni M. Zeki, S.Pd, Gr. Didampingi Wakil kepala Sekolah Imamatul Mufarroha, S.Pd, Gr. beberapa point penting terkait kepramukaan.

Ia mengatakan kami sangat antusias mahasiswa Universitas Terbuka Yogyakarta datang langsung di sekolah kami. 

Dengan melakukan tugas akademiknya semoga bisa melihat langsung bagaimana teori kepramukaan tersebut" Tegasnya.

Hal yang terpenting bagaimana cara kami membentuk karakter siswa siswi menjadi disiplin" Imbuhnya.

Di akhir kunjungan, salah satu mahasiswi Universitas Terbuka Yogyakarta yakni Devy Anita dengan panggilan sapaan Kak Vya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak KHM Nur Surabaya atas keterbukaan informasi dan waktu yang diberikan.

Semoga KHM Nur Surabaya semakin berkembang, anak didiknya menjadi pintar, cerdas menjadi bagian dari bangsa dan negara" tuturnya.

Data yang diperoleh dari hasil wawancara ini nantinya akan disusun menjadi laporan analisis komprehensif sebagai bagian dari pemenuhan tugas tutorial akademik" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Pemkot Surabaya Resmi Segel Toko Miras Ilegal DrinkinQ di Barata Jaya

Surabaya, BeritaCakrawala.co.id– Sikap nekat pengelola toko minuman keras (miras) tak berizin DrinkinQ yang terus beroperasi di kawasan Barata Jaya, akhirnya berbuah tindakan tegas.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) resmi memasang segel penutupan pada Jumat (2/10/2026) siang.

Langkah penyegelan ini sekaligus mengakhiri aksi kucing-kucingan yang sempat dilakukan pihak manajemen usaha di bawah payung PT Sembilan Enam Perkasa Indonesia tersebut pascasidak beberapa hari sebelumnya.

Plt Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti, membenarkan penindakan penyegelan terhadap operasional toko miras tersebut.

Ia menegaskan bahwa DrinkinQ terbukti melanggar aturan perdagangan dan tidak mengantongi izin resmi penjualan minuman beralkohol.

“Benar, telah kami lakukan penyegelan bersama dinas terkait karena toko tersebut tidak mengantongi izin,” beber Irna.

Penindakan ini didasarkan pada Pasal 69 ayat (9) dan Pasal 71 ayat (1) Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian, serta Peraturan Walikota (Perwali) Surabaya Nomor 116 Tahun 2023 sebagai petunjuk pelaksanaannya.

Irna memaparkan bahwa penyegelan tersebut dilakukan secara sah berdasarkan dua dokumen resmi Pemkot Surabaya.

Yakni, Surat Keputusan Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya Nomor:500.2.1/8106/436.7.14/2026 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Berupa Penghentian Sementara Kegiatan Kepada PT Sembilan Enam Perkasa Indonesia (DrinkinQ).

Juga Surat Perintah Kepala Satpol PP Kota Surabaya Nomor:800/12496/436.7.16/2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Satpol PP memberikan peringatan keras kepada pihak manajemen agar mematuhi sanksi administratif tersebut.

Pihaknya mengingatkan agar tidak coba-coba merusak atau membuka segel yang telah terpasang.

Sebab, setiap upaya merusak atau membocorkan segel petugas terancam pidana sesuai Pasal 364 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Lebih lanjut, Irna menyebut bahwa penyegelan DrinkinQ hanyalah awal dari komitmen Satpol PP Surabaya dalam memberantas peredaran miras ilegal di seluruh penjuru kota.

Langkah ini dinilai sangat krusial demi melindungi generasi muda dari dampak buruk minuman beralkohol.

“Satpol PP Surabaya akan terus melakukan penertiban terhadap pelanggaran peredaran miras. Kami tidak ingin barang seperti ini sampai bisa didapatkan dengan mudah oleh anak-anak di bawah usia 21 tahun,” tegas Irna.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau agar masyarakat turut berpartisipasi menjaga lingkungan masing-masing.

Irna meminta warga Kota Pahlawan untuk tidak segan melayangkan laporan apabila menemukan toko atau tempat usaha yang nekat menjual miras tanpa izin.

“Bagi warga kota yang mengetahui adanya peredaran miras tidak berizin, bisa langsung melaporkan ke Satpol PP Surabaya dan akan segera kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Tindakan tegas Pemkot Surabaya ini menjadi angin segar bagi warga RW 3 Barata Jaya serta para tokoh agama setempat, termasuk pimpinan MUI dan MWC NU Kecamatan Gubeng, yang sejak awal konsisten melayangkan penolakan keras.

Sebelumnya, Ketua RW 3 Barata Jaya, Suyitno, menekankan bahwa sikap warga dan para tokoh agama sudah bulat. Mereka menolak kehadiran toko miras baru di lingkungan permukiman mereka.

“Kami sudah melaporkan, maka dinas dan kecamatan harus tegas. Warga kami sudah menolak. Saya bersama Pak RT dan tokoh agama setempat tidak ingin wilayah kami ada toko baru yang menjual miras lagi,” pungkasnya.(Red)
Share:

Jumat, 02 Oktober 2026

Tim JAWARAH Datangi SMPN 8 Driyorejo, Kepsek Tegaskan Pengelolaan Dana BOS dalam Pengawasan

GRESIK, BeritaCakrawala.co.id – Adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 8 Driyorejo, Jalan Tenaru, Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, mendapat klarifikasi langsung dari pihak sekolah.

Tim JAWARAH (Jaringan Wartawan Rahasia) Analisis Hukum mendatangi SMP Negeri 8 Driyorejo untuk meminta penjelasan pihak sekolah terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penyimpangan dalam penggunaan Dana BOS.

Kepala SMP Negeri 8 Driyorejo, Burhanudin, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa proses pengajuan hingga penggunaan Dana BOS dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan dan berada dalam pengawasan instansi terkait.

“Sebelum keluarnya anggaran Dana BOS, pihak sekolah mengajukan terlebih dahulu dan nanti disetujui oleh Dinas Pendidikan dan kementerian. Baru dana itu dibagikan,” ujar Burhanudin saat memberikan klarifikasi kepada Tim JAWARAH di ruang kepala sekolah.

Menurutnya, mekanisme pembelanjaan juga dilakukan secara daring serta dapat dipantau oleh pihak terkait.

“Untuk pembelanjaan secara online, kemudian dipantau juga oleh dinas, inspektorat, BPK, semuanya sudah memantau,” katanya.

Burhanudin menambahkan, pemeriksaan terhadap pengelolaan anggaran sekolah juga dilakukan secara berkala. Menurut dia, setiap tahun, termasuk pada akhir tahun, terdapat pemeriksaan maupun pengawasan dari instansi terkait.

“Setiap tahun dan akhir tahun pasti ada pemeriksaan Inspektorat maupun BPK. Sifatnya kalau ada kesalahan administrasi dan sebagainya, kami tetap dibimbing dan diajari,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dalam pengelolaan Dana BOS, pihak sekolah harus memastikan anggaran digunakan sesuai peruntukan dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

“Yang penting tidak ada penyalahgunaan dana itu untuk kepentingan pribadi. Jadi ada fleksibilitas dalam penggunaannya,” tegas Burhanudin.

Lebih lanjut, Burhanudin menyampaikan bahwa laporan penggunaan Dana BOS tahun 2025 telah diserahkan kepada Dinas Pendidikan. Ia juga menyebut proses pemeriksaan dan pelaporan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk secara daring.

“Tahun 2025 kami sudah laporkan, kami serahkan ke Dinas Pendidikan, diperiksa oleh BPK dan Inspektorat. Secara online juga sudah dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, apa yang dilaporkan dan dibelanjakan oleh sekolah, menurutnya, berada dalam mekanisme pelaporan serta diketahui oleh instansi terkait.

“Apa yang kami serahkan, apa yang kami belanjakan, sampai sepengetahuan Dinas Pendidikan dan BPK,” katanya.

Terkait adanya pemberitaan yang menyebut dugaan penyelewengan Dana BOS di SMP Negeri 8 Driyorejo, Burhanudin membantah adanya penyalahgunaan tersebut.

“Kalau terkait pemberitaan penyelewengan Dana BOS, itu masih dugaan. Kami nyatakan itu tidak benar. Kami sudah dicek seperti itu,” tegasnya.

Meski demikian, pihak sekolah menyatakan akan terus melakukan pembenahan dan lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran sekolah. Burhanudin juga menyadari bahwa pengelolaan dana pendidikan merupakan bagian yang menjadi perhatian publik.

“Ke depannya kami lebih berhati-hati. Kami bekerja dipantau oleh masyarakat, semuanya, wali murid, wartawan dan LSM.

Klarifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan mengenai pengelolaan Dana BOS SMP Negeri 8 Driyorejo, sehingga informasi mengenai dugaan penyimpangan tidak hanya bersumber dari satu pihak. Adapun untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pengelolaan anggaran, hal tersebut tetap menjadi ranah pemeriksaan dan pembuktian oleh lembaga yang berwenang berdasarkan dokumen serta hasil audit.

" Tim JAWARAH
Jaringan Wartawan Rahasia Analisis Hukum" pungkasnya.(Farid)
Share:

Pengamanan Ketat, 177 Warga Binaan Rutan Kelas I Surabaya Diberangkatkan ke Madiun

SIDOARJO, BeritaCakrawala.co.id – Sebanyak 177 narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya dipindahkan ke dua lembaga pemasyarakatan (lapas) di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026) pagi.

Proses pemindahan dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dengan menerapkan prosedur pengamanan dan pengawalan ketat. Dalam pelaksanaannya, jajaran petugas pemasyarakatan mendapat dukungan pengamanan dari personel Batalyon A Satbrimobda Polda Jawa Timur.

Sebelum diberangkatkan, seluruh warga binaan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan fisik di area dalam rutan. Setelah seluruh tahapan dinyatakan selesai, mereka kemudian diberangkatkan menggunakan armada bus khusus menuju lapas tujuan.

Dari total 177 narapidana yang dipindahkan, sebanyak 175 orang ditempatkan di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, sementara dua narapidana lainnya dipindahkan ke Lapas Kelas I Madiun.

Pemindahan tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan pembinaan warga binaan sekaligus sebagai bagian dari upaya penataan hunian pemasyarakatan.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, turun langsung memimpin dan mengawasi proses pemindahan tersebut. Pengawasan dilakukan sejak tahapan persiapan, pemeriksaan, hingga keberangkatan untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan sesuai standar operasional prosedur pemasyarakatan.

Tristiantoro menjelaskan, pemindahan ratusan narapidana tersebut merupakan tindak lanjut atas persetujuan yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurai beban hunian yang terjadi di Rutan Kelas I Surabaya.

“Pemindahan ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan yang telah diterbitkan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur,” ujar Tristiantoro.

Ia menambahkan, penataan dan redistribusi warga binaan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembinaan secara lebih terarah sekaligus menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

Dengan berkurangnya jumlah penghuni, kondisi hunian diharapkan menjadi lebih terkendali sehingga pelayanan serta program pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan secara optimal.

Selain aspek pembinaan, proses pemindahan juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Karena itu, seluruh tahapan dilakukan melalui pemeriksaan berlapis serta pengawalan ketat hingga warga binaan tiba di lapas tujuan.

Pemindahan 177 narapidana ini sekaligus menunjukkan bahwa penataan hunian menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sistem pemasyarakatan, khususnya di tengah tingginya kebutuhan kapasitas hunian dan pembinaan warga binaan" pungkasnya.(Farid)
Share:

Kamis, 01 Oktober 2026

Kepala Pusat PPK BPSDM Pujo Harinto Pacu Transformasi SDM Rutan Surabaya lewat Social Learning dan Experience Learning

SIDOARJO, BeritaCakrawala.co.id — Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembinaan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan. Di tengah tuntutan kerja yang semakin dinamis, aparatur pemasyarakatan dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta terus mengembangkan kompetensinya.

Upaya tersebut mendapat perhatian melalui sosialisasi pembelajaran berbasis sosial dan pengalaman yang dipimpin langsung Kepala Pusat Pengembangan dan Penilaian Kompetensi (PPK) BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pujo Harinto, di Ruang Rapat Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pola pembelajaran pegawai agar semakin relevan dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan teknologi. Dalam sosialisasi itu, peserta diperkenalkan lebih jauh pada pemanfaatan platform PK BANGKOM dan MOOC sebagai sarana pembelajaran yang dapat diakses secara lebih fleksibel dan interaktif.

Melalui pendekatan Social Learning, proses peningkatan kompetensi tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui interaksi, komunikasi, pertukaran pengetahuan, serta berbagi pengalaman antarpegawai. Pola tersebut membuka ruang bagi setiap individu untuk belajar dari lingkungan kerja sekaligus memperkaya wawasan melalui pengalaman rekan sejawat.

Sementara Experience Learning menempatkan pengalaman langsung sebagai bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi. Pengalaman menghadapi persoalan di lapangan, menyelesaikan pekerjaan, memberikan pelayanan hingga mengambil langkah dalam menghadapi berbagai situasi operasional dapat menjadi sumber pembelajaran yang bernilai bagi pengembangan kapasitas aparatur.

Pemanfaatan kedua pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma pembelajaran pegawai dari sekadar mengikuti kegiatan pelatihan menjadi proses pengembangan kompetensi yang berlangsung secara berkelanjutan.

Terlebih, tugas pemasyarakatan memiliki tantangan yang kompleks. Petugas dituntut mampu menjalankan fungsi pelayanan, pembinaan, pengamanan, administrasi hingga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun warga binaan.

Karena itu, peningkatan kompetensi tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Aspek kepemimpinan, kemampuan manajerial, komunikasi, pemecahan masalah, adaptasi terhadap teknologi serta pelayanan prima juga menjadi bagian penting dalam membentuk aparatur pemasyarakatan yang profesional.

Pemanfaatan teknologi digital melalui PK BANGKOM dan MOOC diharapkan semakin memperluas akses pegawai terhadap proses pembelajaran. Sistem tersebut memungkinkan pengembangan kompetensi dilakukan secara lebih fleksibel dan merata, tanpa sepenuhnya bergantung pada pola pembelajaran konvensional.

Bagi organisasi pemasyarakatan, transformasi pola belajar tersebut memiliki arti strategis. Kompetensi pegawai yang terus diperbarui diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan SDM di lingkungan Rutan Surabaya. Menurutnya, kesiapan pegawai menghadapi tantangan operasional membutuhkan proses pembelajaran dan peningkatan kapasitas yang dilakukan secara konsisten.

Komitmen tersebut diarahkan untuk membangun SDM yang unggul, profesional dan mampu merespons berbagai dinamika tugas di lapangan. Dengan kompetensi yang semakin kuat, jajaran Rutan Surabaya diharapkan dapat memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Sosialisasi yang dipimpin Pujo Harinto tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan kompetensi aparatur bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan bagian dari proses membangun budaya belajar di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan menggabungkan pembelajaran melalui interaksi sosial, pengalaman kerja dan dukungan teknologi digital, penguatan SDM diharapkan mampu melahirkan kader-kader pemasyarakatan yang tangguh secara mental, cakap dalam manajerial, adaptif terhadap perubahan serta konsisten menghadirkan pelayanan prima.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemasyarakatan yang semakin profesional, responsif dan mampu memberikan manfaat serta dampak positif yang lebih nyata bagi masyarakat luas" pungkasnya.(Farid)
Share:

Rutan Kelas I Surabaya Teguhkan Nilai Pancasila Wujudkan Pemasyarakatan Yang Humanis

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id — Memperkuat fondasi kebangsaan sekaligus merawat nilai-nilai luhur Pancasila menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nilai tersebut juga menjadi pijakan dalam memastikan pelayanan negara dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Semangat tersebut tercermin dalam pelaksanaan Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, A.Md.IP., S.H., memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti jajaran pejabat struktural, pegawai staf, regu penjagaan, hingga mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan magang di lingkungan Rutan Kelas I Surabaya.

Upacara berlangsung dengan khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penghormatan kepada bendera Merah Putih hingga pembacaan ikrar sebagai bentuk peneguhan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dan keutuhan NKRI.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila tersebut menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak sekadar menjadi simbol dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, serta pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dalam konteks pemasyarakatan, nilai-nilai Pancasila diterjemahkan melalui penyelenggaraan pelayanan dan pembinaan yang mengedepankan kemanusiaan, keadilan, serta penghormatan terhadap hak setiap warga binaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan aturan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali ke tengah masyarakat.

Nilai keadilan sosial dan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. 

Sebab, tujuan pemasyarakatan bukan sekadar menjalankan masa pidana, melainkan juga membangun kesadaran dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan secara positif di masyarakat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Rutan Kelas I Surabaya pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan, jajaran Rutan Kelas I Surabaya diharapkan mampu terus menjaga integritas, profesionalitas, serta menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan.

Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam setiap pelaksanaan tugas, pelayanan, dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan" pungkasnya.(Farid)
Share:

Rabu, 30 September 2026

Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ungkap Kasus Sabu 8,483 Gram Disimpan di Rumah, Pria 51 Tahun di Sawah Pulo Ditangkap

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Rumah di kawasan Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya, mendadak didatangi petugas Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Seorang pria berinisial D (51) diamankan lantaran diduga mengedarkan narkotika jenis sabu.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Kamis, 17 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Dari tangan tersangka, polisi menemukan satu plastik berisi sabu dengan berat bruto sekitar 8,483 gram.

Berdasarkan penyidikan, D memperoleh sabu tersebut dari seorang pria berinisial F yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Transaksi disebut berlangsung pada 12 September 2026 dengan sistem secara langsung di pinggir jalan di Gubuk yang beralamatkan di Jl. Raya Desa Kapor, Dusun Sobih, Desa Sobih, Kecamatan Bunerh, Kabupaten Bangkalan.

Tak tanggung-tanggung, D disebut membeli sekitar 10 gram sabu dengan harga Rp550 ribu per gram, sehingga total uang yang dikeluarkan mencapai Rp5,5 juta. Barang tersebut kemudian disimpan dan dibagi menjadi beberapa poket ketika ada pembeli.

Aktivitas tersebut telah dijalankan D selama kurang lebih tiga bulan. Ia disebut menunggu calon pembeli dari rumah dan memperoleh keuntungan sekitar Rp2 juta apabila seluruh sabu berhasil terjual, untuk kebutuhan sehari-hari dan juga bisa mengkonsumsi sabu tersebut.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 8,483 gram sabu, wadah kaca mata merek EIGER, satu bandel klip plastik kecil, timbangan elektrik, serok sabu, serta satu unit telepon seluler.

Atas perkara tersebut, D dijerat Pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan subsider pasal terkait kepemilikan, penyimpanan, penguasaan, atau penyediaan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., menyebut proses penyidikan akan dituntaskan. Polisi juga akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan instansi terkait dalam penanganan perkara tersebut.

Sementara itu, keberadaan F yang disebut sebagai pemasok dan masih berstatus DPO menjadi bagian yang masih harus ditindaklanjuti oleh petugas," pungkasnya.(Farid)
Share:

1.870 Kasus Narkoba, 2.382 Tersangka Diamankan, 86 Kg Sabu hingga 1 Juta Obat Keras Disita, Polda Jatim Selamatkan 1,45 Juta Jiwa

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Polres jajaran mengungkap 1.870 kasus tindak pidana narkoba sepanjang periode Juli hingga September 2026. Dari rangkaian pengungkapan selama Triwulan III tersebut, sebanyak 2.382 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Jatim dan jajaran dalam memberantas peredaran gelap narkoba serta melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan narkotika.

"Ditresnarkoba Polda Jatim bersama Polres jajaran terus berkomitmen melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba, baik melalui upaya pencegahan maupun penegakan hukum," tegas Kombes Pol Abast dalam konferensi pers, Rabu (30/9/2026).


Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Kurniawan mengatakan, dari keseluruhan pengungkapan tersebut, polisi menyita berbagai jenis barang bukti, di antaranya:
86.544,25 gram sabu
1.014,06 gram ganja kering
148 batang tanaman ganja
27.571 butir ekstasi
118,28 gram serbuk ekstasi
2.592 cartridge etomidate
406,28 gram ketamine
1.079.746 butir obat keras

"Berdasarkan perhitungan terhadap barang bukti yang berhasil diamankan, pengungkapan tersebut diperkirakan telah mencegah sekitar 1,45 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika," ungkap Kombes Pol Kurniawan.

Dalam penanganan perkara, Polda Jatim juga melakukan asesmen terhadap penyalahguna narkotika sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan mekanisme yang berlaku, sementara terhadap jaringan maupun pengedar dilakukan penegakan hukum secara tegas.

Sepanjang Triwulan III 2026, Ditresnarkoba Polda Jatim juga mengungkap tujuh kasus menonjol dengan 11 tersangka.

Dari pengungkapan tujuh kasus tersebut, petugas menyita barang bukti antara lain:
64 kilogram sabu
10.694 butir ekstasi
148 batang tanaman ganja
2.393 cartridge etomidate
6,16 gram ketamine
3.900 butir Happy Five

Kombes Pol Kurniawan menjelaskan, pemberantasan narkoba dilakukan secara komprehensif melalui langkah preemtif, preventif, dan represif.

"Kami terus melakukan langkah preemtif melalui sosialisasi dan edukasi, preventif melalui berbagai kegiatan pencegahan, serta represif melalui penegakan hukum terhadap jaringan peredaran gelap narkoba," kata Kombes Pol Kurniawan.

Salah satu pengungkapan menonjol melibatkan tiga tersangka berinisial FS, DA, dan JA yang diamankan di dua lokasi berbeda di Surabaya. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 44,662 kilogram sabu.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, FS diduga berperan sebagai pemilik sekaligus pengendali peredaran barang tersebut. Sementara JA dan DA diduga memiliki peran dalam menyiapkan serta mencatat transaksi ekstasi dan etomidate.

Penyidik saat ini masih melakukan pengembangan dan memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut dan telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dalam pengungkapan lainnya, polisi menangkap tersangka berinisial RI di Kabupaten Malang. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sebuah greenhouse yang diduga digunakan untuk membudidayakan 148 batang tanaman ganja.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, RI menerangkan bahwa bibit ganja tersebut diperoleh dari seseorang berinisial SL yang saat ini berstatus DPO.

Kasus menonjol lainnya adalah penangkapan tersangka berinisial IA di sekitar Stasiun Pasar Turi, Surabaya. Dari tersangka, polisi mengamankan 1.932 cartridge vape berisi cairan yang mengandung etomidate sebanyak 842,5 mililiter.

Kombes Pol Kurniawan mengatakan, temuan tersebut menjadi salah satu modus yang menjadi perhatian kepolisian.

"Modus yang kami temukan adalah penggunaan cairan yang mengandung etomidate dalam liquid rokok elektrik. Temuan ini menjadi perhatian kami dan perlu diwaspadai masyarakat," pungkasnya.(Farid)
Share:

Pengedar Narkoba Berhasil Di Tangkap Polisi

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil amankan pengedar narkotika jenis sabu di dalam gang perumahan puri lidah kulon indah kecamatan Lakarsantri pada 18 Agustus 2026.

Satu pelaku yakni inisial A.T.F, Laki-laki, 23 Tahun, Jl. Lidah Kulon Kec. Lakarsantri Kota Surabaya.

Kasatnarkoba AKP Adik Agus Putrawan S.H, M.H menyampaikan bahwa tersangka telah menerima sabu dari saudara Kebo
(nama panggilan...red)  DPO yaitu hari Selasa 18 Agustus 2026 sekitar 17.30 WIB didalam rumah yang beralamat di Jalan Babatan Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung Surabaya.

" Kemudian tersangka ada pembeli dari temennya kebo tersebut dengan sistem ranjau di taruh suatu tempat yang telah di tentukan tersangka" Tegasnya.

Dalam sehari tersangka  telah berhasil menjual Sabu sebanyak 10(sepuluh) kali saja.

Tersangka telah menjual narkotika jenis sabu tersebut sudah sejak 3 (tiga) tahun 
yang lalu dengan harga per poket Sabu berkisar antara Rp. 100.000,- (Seratus ribu 
rupiah) sampai dengan Rp. 800.000.- (delapan ratus ribu rupiah)" Imbuhnya.

Barang bukti yang di sita, 24 (dua puluh empat) buah klip plastik yang didalamnya berisi narkotika golongan I jenis 
sabu dengan total keseluruhan berat Bruto ±42,0 (empat puluh dua koma nom) gram, 
1 (satu) bendel klip plastik kosong,  1 (satu) buah timbangan elektrik, 1 (satu) buah tas selempang warna hitam, 1 (satu) buah Kotak plastik Cotton buds, 1 (satu) buah kotak paket yang di bungkus lakban coklat dan 1 (satu) unit Handphone.

Tersangka dijerat pasal  114 ayat (2) Undang-undang  Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-undang, Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang 
Penyesuaian Pidana. 

Dengan pidana penjara paling lama seumur hidup atau mati dan denda paling sedikit Rp. 2.000.000.000.00,- (Dua milyar rupiah)" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Pastikan Keselamatan, Satpolairud Polres Lamongan Laksanakan Operasi Gabungan

LAMONGAN, BeritaCakrawala.co.id - Satpolairud Polres Lamongan melaksanakan operasi gabungan terhadap kapal penumpang yang beroperasi di wilayah Pelabuhan ASDP Paciran, Senin (28/9) pukul 10.00 WIB hingga selesai,  

Kegiatan tersebut diikuti personel Sat Polairud Polres Lamongan dan personel KSOP Tanjung Pakis Brondong, (30/09/2026).

Sasaran operasi meliputi KMP Gili Iyang, KMP Drajat Paciran dan kapal lainnya yang berada di wilayah Lamongan.

Operasi gabungan akan memastikan alat keselamatan di kapal berfungsi dengan baik, kapasitas muatan tidak berlebihan, muatan truk diikat dengan aman, serta tidak terdapat penumpang yang tidak tercantum dalam manifest.

Kendaraan yang akan dikirim melalui kapal juga diwajibkan dilengkapi surat jalan dari Polsek setempat.

Kegiatan koordinasi dan operasi gabungan tersebut bertujuan mewujudkan keselamatan bagi nahkoda, ABK dan penumpang selama pelayaran.

Kasatpolairud AKP Guntur melalui Kasihumas M. Hamzaid, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah bersama untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran, mulai dari kelayakan dan fungsi alat keselamatan, kapasitas muatan, pengamanan muatan kendaraan hingga kesesuaian manifest penumpang.

Satpolairud Polres Lamongan mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama, sehingga seluruh pihak terkait diharapkan saling melengkapi, mematuhi ketentuan keselamatan dan saling mengingatkan demi terciptanya pelayaran yang aman dan lancar.

“Polres Lamongan mengimbau kepada seluruh pengelola kapal, awak kapal dan pengguna jasa untuk selalu mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap pihak harus saling mengingatkan dan tidak mengabaikan aspek keselamatan demi terciptanya pelayaran yang aman, tertib dan lancar" pungkasnya.(MKD)
Share:

Senin, 28 September 2026

Bukan Sekadar Apel Pagi, Rutan Kelas I Surabaya Bangun Kesiapan Jajaran Lewat Perhatian pada Kesehatan Pegawai

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Kualitas pelayanan pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh sistem dan sarana pendukung, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang berada di garis depan pelayanan. Kondisi fisik yang sehat dan prima menjadi salah satu modal penting bagi petugas dalam menjalankan tugas secara optimal, profesional, humanis, dan responsif.

Komitmen tersebut ditunjukkan jajaran Rutan Kelas I Surabaya melalui kegiatan apel pagi yang dirangkaikan dengan pembagian suplemen dan vitamin bagi pegawai, Senin (28/9/2026). Kegiatan berlangsung di halaman depan Gedung Kantor Utama Rutan Kelas I Surabaya dan diikuti Kepala Rutan bersama para pejabat struktural serta seluruh jajaran pegawai.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh petugas, sekaligus memastikan seluruh jajaran tetap dalam kondisi yang mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pembagian suplemen dan vitamin dilaksanakan secara tertib dengan melibatkan tenaga kesehatan rutan. Pemberian dilakukan dengan memperhatikan kondisi serta kebutuhan masing-masing pegawai berdasarkan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan singkat. Para pegawai juga mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan dan dosis agar konsumsi suplemen maupun vitamin dapat dilakukan secara tepat dan aman.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya menempatkan kesehatan dan kesiapan pegawai sebagai bagian penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Petugas yang memiliki kondisi fisik prima diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab pelayanan dengan lebih fokus, sigap, serta tetap mengedepankan aspek keamanan dan pendekatan humanis.

Kesiapan tersebut menjadi semakin penting mengingat tugas petugas pemasyarakatan bersentuhan langsung dengan berbagai aktivitas pelayanan, mulai dari pelayanan kunjungan masyarakat, pengamanan dan pengawalan warga binaan, pelayanan administrasi, hingga pelaksanaan program pembinaan setiap harinya.

Dengan kondisi jajaran yang sehat dan bugar, Rutan Kelas I Surabaya berupaya menjaga agar seluruh rangkaian pelayanan dapat berjalan secara konsisten, tertib, aman, dan profesional.

Langkah sederhana berupa perhatian terhadap kesehatan pegawai tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya kerja di lingkungan Rutan Kelas I Surabaya. Sebab, pelayanan publik yang berkualitas membutuhkan petugas yang tidak hanya memiliki kompetensi dan integritas, tetapi juga memiliki kesiapan fisik serta mental untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjalankan tugas pemasyarakatan secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, jajaran Rutan Kelas I Surabaya menegaskan bahwa menjaga kesehatan pegawai bukan sekadar persoalan kebugaran pribadi, melainkan bagian dari investasi terhadap kualitas pelayanan pemasyarakatan secara keseluruhan" pungkasnya. (Farid)
Share:

Link Berita

Definition List

Unordered List

Support