This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 24 Juni 2026

Aksi Damai ABJI di Wringinanom Di Warnai Intimidasi Pihak Perusuh, Peserta Soroti Sikap APH

GRESIK, BeritaCakrawala.co.id - Aksi damai yang digelar Alam Bersatu Jaya Indonesia (ABJI) di depan Kantor Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Rabu (24/6/2026), diwarnai ketegangan setelah munculnya sejumlah oknum yang diduga sengaja melakukan provokasi dan berupaya mengganggu jalannya penyampaian aspirasi.

Pihak ABJI menduga kemunculan oknum-oknum tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan terorganisir atau atas perintah pihak kecamatan Wringinanom untuk mengalihkan fokus massa dari substansi tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Dugaan tersebut muncul setelah sejumlah peserta aksi mengaku mendapat intimidasi verbal dan upaya pemancingan emosi selama berlangsungnya Aksi.

Menurut keterangan peserta aksi, upaya provokasi diduga telah dimulai sejak para orator ABJI menyampaikan aspirasi. Sejumlah oknum yang berada di sekitar lokasi disebut beberapa kali melontarkan kata-kata yang dianggap tidak pantas dan berpotensi memancing emosi massa aksi. Meski demikian, peserta aksi tetap berupaya menahan diri dan melanjutkan kegiatan sesuai agenda yang telah direncanakan.

Di sisi lain, ABJI juga mempertanyakan mekanisme pengamanan yang dilakukan aparat di lokasi. Menurut pengamatan peserta aksi, oknum yang diduga melakukan provokasi tersebut tetap berada di sekitar lokasi tanpa adanya tindakan pencegahan yang dianggap memadai. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap pihak-pihak yang dinilai berpotensi mengganggu jalannya aksi damai.

Selain itu, sejumlah peserta aksi menyoroti minimnya kehadiran personel dari jajaran Polres Gresik dalam pengamanan kegiatan tersebut. Situasi tersebut kemudian memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan massa aksi mengenai penyebab munculnya kelompok yang diduga berupaya menciptakan kericuhan di tengah penyampaian aspirasi.

Meski demikian, kegiatan penyampaian aspirasi sempat berjalan sesuai agenda setelah perwakilan ABJI diterima untuk melakukan audiensi dengan pihak Kecamatan Wringinanom. 

Namun, suasana kembali memanas ketika sejumlah oknum yang sebelumnya diduga melakukan provokasi kembali mendatangi lokasi aksi dan diduga melakukan intimidasi terhadap anggota ABJI yang berada di luar ruang audiensi.

Menurut peserta aksi, sejumlah oknum tersebut kembali melontarkan perkataan yang dianggap tidak pantas kepada tim ABJI yang tidak mengikuti audiensi. Kondisi tersebut menyebabkan suasana yang sebelumnya kondusif kembali memanas dan mengganggu jalannya kegiatan yang sedang berlangsung. 

Bahkan salah satu anggota ABJI mendapat informasi jika oknum yang melakukan provokasi tersebut adalah seorang perangkat desa, dan salah seorang Kasun yang diduga dalam pengaruh minuman keras. 

Presiden ABJI, Suliono, S.H., menyatakan pihaknya meminta seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara transparan.

"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara damai dan konstitusional. Namun sangat disayangkan muncul pihak-pihak yang diduga berupaya mengganggu jalannya aksi. Kami meminta seluruh pihak terkait memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat. Fokus kami adalah mengawal kepentingan masyarakat dan mendorong transparansi penggunaan anggaran negara," tegas Suliono.

Ia menjelaskan, seusai aksi damai ini pihak ABJI akan segera membuat laporan yang akan diserahkan kepada APH.

“Yang jelas kami akan segera membuat laporan berdasarkan hasil temuan tim investigasi kami dilapangan yang beberapa waktu lalu sudah melakukan penelusuran langsung di desa-desa yang ada di Kecamatan Wringinanom,” ungkapnya. 

Dalam aksi tersebut, ABJI menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan penggunaan Dana Desa, Bantuan Khusus Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Program TPS3R, Bantuan Khusus Perkim, audit pekerjaan fisik yang bersumber dari Dana Desa, dugaan praktik jual beli proyek dan pungutan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, serta evaluasi terhadap fungsi pembinaan dan pengawasan yang dilakukan pihak kecamatan terhadap pemerintahan desa.

Wakil Presiden ABJI, Sulikan, menegaskan bahwa seluruh tuntutan yang disampaikan bertujuan mendorong keterbukaan informasi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

"Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana yang berasal dari uang rakyat digunakan. Transparansi dan pengawasan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ABJI, Sukadi, S.H., meminta aparat penegak hukum dan instansi pengawas untuk menindaklanjuti berbagai informasi yang berkembang di masyarakat secara profesional dan objektif.

"Kami berharap seluruh aspirasi dan informasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Tujuannya agar tidak ada lagi keraguan maupun pertanyaan publik terhadap pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan," kata Sukadi.

Panglima Satgasus ABJI, Sariyono, menyampaikan kekecewaannya atas situasi yang terjadi selama aksi berlangsung. Menurutnya, aksi yang awalnya berjalan damai justru diwarnai kemunculan sejumlah oknum yang diduga melakukan provokasi dan intimidasi.

"Kami sangat menyayangkan adanya oknum yang diduga sengaja mengganggu jalannya aksi damai. Kami juga mempertanyakan pengamanan di lokasi karena menurut pengamatan kami tidak terlihat adanya tindakan yang cukup untuk mencegah potensi gangguan tersebut. Bahkan saat audiensi berlangsung, masih terdapat pihak-pihak yang diduga melakukan intimidasi terhadap rekan-rekan kami di luar ruang audiensi. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai siapa pihak yang berada di balik munculnya oknum-oknum tersebut. Kami berharap seluruh pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan polemik di tengah masyarakat," ujar Sariyono.

Lebih lanjut, Sariyono menyatakan bahwa ABJI akan mengumpulkan bukti-bukti terkait jalannya pengamanan selama aksi berlangsung. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pihak keamanan saat ABJI menggelar aksi damai di Kantor Kecamatan Wringinanom merupakan kelalaian atau lambannya respons aparat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, maka pihaknya akan menempuh jalur resmi dengan menyampaikan laporan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur.

"Kami menghormati tugas dan kewenangan aparat keamanan. Kami mendapati saat itu ada dugaan kelalaian atau respons yang dinilai tidak maksimal dalam menjaga kondusivitas aksi damai. Ya masak ada oknum pengganggu yang memprovokasi malah dibiarkan, dari hal tersebut kami dari ABJI sepakat menyampaikan laporan secara resmi ke Propam Polda Jawa Timur agar dilakukan evaluasi dan pemeriksaan secara objektif. Langkah ini kami tempuh sebagai bentuk kontrol dan harapan agar pengamanan penyampaian aspirasi masyarakat ke depan dapat berjalan lebih baik," tegas Sariyono.


ABJI menegaskan akan terus mengawal berbagai persoalan yang menjadi tuntutan aksi hingga adanya tindak lanjut dari pihak-pihak yang berwenang. Organisasi tersebut juga menyatakan komitmennya untuk tetap menempuh jalur konstitusional dan sesuai ketentuan hukum dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat" Pungkasnya.(Pras/roy)
Share:

Teladani Pahlawan, Kapolres Tanjung Perak Pimpin Tabur Bunga di Makam WR Supratman Beserta Pejabat Utama dan Bhayangkari

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) WR Supratman, Surabaya, pada hari ini, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi untuk meneladani semangat patriotisme para pahlawan bangsa.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H., dan Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres termasuk Kasat Resnarkoba AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H serta personel Polres dan Pengurus Bhayangkari Cabang Prosesi ziarah berlangsung khidmat.

Acara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu makam oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tabur bunga bersama di pusara makam Wage Rudolf Soepratman, sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak menyampaikan bahwa ziarah makam pahlawan ini bukan sekadar tradisi seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kinerja.

"Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami berkomitmen untuk meneladani semangat juang para pahlawan. Harapannya, hal ini dapat mengimplementasikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang presisi kepada seluruh masyarakat," tegas Kapolres.

Dengan semangat kepahlawanan yang terus berkobar, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berharap institusi kepolisian dapat semakin profesional, modern, dan terpercaya dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa.

Terpisah di waktu yang sama, Kasat Resnarkoba AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H mengatakan, agenda giat tersebut bertujuan untuk mengenang, menghormati, dan mendoakan jasa para kusuma bangsa yang telah berkorban jiwa raga demi kemerdekaan. Tradisi ini juga menjadi bentuk penghargaan tertinggi atas perjuangan para pahlawan," ucapnya.

Seperti yang di sampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak (KP3), masih kata Adik, jajaran kepolisian Polres KP3 Menunjukkan apresiasi dan penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Mengingatkan kita kembali pengorbanan yang telah diberikan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan seperti nasionalisme, patriotisme, serta sikap rela berkorban untuk diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Tradisi tabur bunga sendiri ini, lanjut kata Adik, melambangkan penghormatan terakhir dan kemuliaan bagi arwah yang telah berjasa besar bagi negara. Pelaksanaan ziarah dan tabur bunga di TMP sering kali dilakukan pada momen-momen peringatan nasional, seperti Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan, atau HUT institusi tertentu.

"Dan dapat Memperkokoh Persatuan, sehingga Menjadi momentum untuk memperkuat rasa persatuan, kesatuan, dan cinta tanah air antar sesama anak bangsa," pungkas AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H dihadapan awak media."Pungkasnya. (FARID)
Share:

Terus Gencar, Imigrasi Surabaya Deportasi Dari Surabaya Delapan WNA Asal Tiongkok Bekerja Tidak Sesuai Izin

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Delapan warga negara Tiongkok harus angkat koper dari Indonesia. Kantor imigrasi kelas I khusus TPI Surabaya di Juanda resmi mendeportasi dan mencekal mereka karena ketahuan bekerja tidak sesuai izin tinggal, Rabu (24/06/2026).

Pelanggaran ini terbongkar saat tim intelijen dan penindakan keimigrasian melakukan sidak di proyek renovasi restoran Pakuwon mall Surabaya. Di lokasi petugas mendapati kedelapan WNA itu aktif mengejarkan instalasi listrikk, pipa, kontruksi, ducting, bahkan jadi pengawas proyek.

Setelah dokumen diperiksa terungkap tiga jenis pelanggaran yakni empat orang pemegang izin tinggal kunjungan D2, tapi terjun langsung kerja teknis lapangan.

Tiga orang pemegang izin kunjungan C20
berkerja di perusahaan berbeda dengan penjamin izinnya.

Satu pemegang ITAS berposisi technical
Manager, tapi lokasi dan perusahaan tempatnya  bekerja tidak sesuai dokumen.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Surabaya menyampaikan, Indonesia terbuka untuk investasi dan TKA yang memberi manfaat, akan tetapi izin tinggal harus dipakai dengan sesuai peruntukannya. Kerja sesuai jabatan dan di perusahaan penjamin.

" Dengan semangat Imigrasi untuk rakyat, Ditjen Imigrasi berkomitmen jaga kedaulatan negara sekaligus menciptakan iklim investasi yang tertib dan taat hukum" Tegasnya.


Pengawasan asal negara asing akan di perketat lewat operasi lapangan serta kerja sama lintas instansi. Langkah ini sejalan dengan arahan  Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko layanan dan penegakan hukum harus profesional, akuntabel, berkeadilan.

Kedelapan WNA dinyatakan melanggar pasal 122 huruf a UU No.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Proses deportasi dan penangkalan dilakukan Senin 22 Juni via bandara Juanda langsung dipulangkan di negara asal" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Selasa, 23 Juni 2026

Imigrasi Surabaya dan Polda Jatim Ungkap Jaringan Love Scamming, Empat WNA Diamankan

SURABAYA, Berita Cakrawala.co.id- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya bersama Direktorat Siber Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penipua daring (Love Scamming).

Perlu diketahui, empat warga negara asing (WNA) asal Ghana, pantai Gading dan Nigeria, selain diduga terlibat dalam kejahatan Siber.

Para WNA tersebut melakukan pelanggaran keimigrasian berupa overstay dan penyalahgunaan izin tinggal.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral I migrasi Jawa Timur Novianto Sulastono menyampaikan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kolaborasi antara imigrasi Jatim melalui kantor I migrasi kelas I khusus TPI Surabaya bersama Dirsiber Jatim dan Polres Sidoarjo.

Sinergi ini menjadi kunci dalam mengungkap dugaan tindak pidana yang melibatkan warga negara asing serta memastikan penegakan hukum dapat berjalan secara optimal" tegasnya.

Dalam operasi yang dilakukan di Apartemen puncak Dharmahusada Surabaya, petugas mengamankan tiga WNA berinisial CEM(Nigeria), YVA (pantai Gading) dan CKN(Nigeria).

Petugas juga amankan barang bukti berupa telepon genggam, laptop, kartu SIM, serta data kontak yang diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas penipuan daring.

" Berdasarkan hasil pengembangan, petugas kemudian mengindentifikasi seorang WNA asal Ghana berinisial KKP yang diduga berperan sebagai kordinator jaringan" Imbuhnya.

Selanjutnya Tim gabungan berhasil mengamankan yang bersangkutan disebuah hotel di Surabaya.


Tak luput pula Kepala Kantor Kelas I khusus TPI Surabaya Agus Winarto menegaskan bahwasanya kasus tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan orang asing yang dilakukan secara berkelanjutan dan didukung oleh pertukaran informasi yang efektif antara instansi.

" Kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan orang asing tidak hanya berfokus pada aspek administrasi Keimigrasian, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mendeteksi potensi pelanggaran hukum yang melibatkan warga negara asing sejak dini" Katanya.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan, kamu dapat mendukung upaya penegakan hukum sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kantor Imigrasi kelas I khusus TPI Surabaya akan terus memperkuat fungsi pengawasan melalui kegiatan intelijen Keimigrasian, operasi lapangan, serta kordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan lainya.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Direktur jendral imigrasi, Hendarsam Marantoko untuk menghadirikan pelayanan dan penegakan hukum Keimigrasian yang profesional, adaptif dan berdampak langsung bagi masyarakat melalui semangat Imigrasi untuk rakyat" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Senin, 22 Juni 2026

Group Komunitas Jurnalis Nusatara Mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-80 Ibunda Tercinta AKP. Adek Agus Putrawan, SH.

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Momentum ulang tahun ke-80 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan menjadi refleksi perjalanan panjang yang sarat pengalaman, pengorbanan, serta dedikasi dalam membangun nilai-nilai keluarga, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

"Selamat Ulang Tahun ke-80, Ibunda Tercinta Bunda BERTHA H.M.L. TOBING. Angka 80 adalah bukti nyata dari kesetiaan, kekuatan, dan cinta kasih Bunda yang luar biasa. Puji syukur kami panjatkan atas setiap detik kebersamaan ini.

Semoga di usia yang baru ini, Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, memanjangkan usia yang berkah, dan memenuhi hari-hari Bunda dengan tawa dan kedamaian.

Berkat Usia Indah ini. Semoga Sehat Selalu, Bahagia, dan Panjang Umur dalam Lindungan-Nya.

Cinta dan Hormat TIM dari Group Komunitas Jurnalis Nusantara - "KJN" Pungkasnya.(FARID)
Share:

Pasporia Meriahkan Car Free Day Surabaya, Dekatkan Layanan Paspor kepada Masyarakat

SURABAYA, Beritacakrawala.co.id-
Kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Surabaya kembali menghadirkan layanan pasporia dalam kegiatan Car Free Day (CFD) dikawasan jalan Darmo, tepatnya diarea Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya, Minggu (21/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai 06.00 hingga 09.00WIB tersebut di sambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan waktu berolahraga di CFD untuk sekaligus mengurus paspor.

Petugas memberikan layanan secara langsung mulai dari pemberian nomer antrian, pengambilan foto, perekaman biometrik, wawancara hingga pemeriksaan kelengkapan berkas pemohon.

Perlu diketahui kantor imigrasi Surabaya melayani total 40 permohonan paspor yang terdiri dari 30 permohonan melalui aplikasi M-paspor dan 10 permohonan melalui mekanisme walk-in.

Selain menghadirkan layanan paspor, kantor imigrasi Surabaya juga melakukan penyebaran informasi keimigrasian kepada masyarakat tersebut.

Seperti halnya brosur layanan keimigrasian, konsultasi secara langsung serta berbagai permainan interaktif yang di sertai hadiah dan souvernir menarik.


Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang mendatangi booth kantor imigrasi Surabaya untuk memperoleh informasi dan konsultasi terkait keimigrasian hingga berpartisipasi dalam berbagai permainan yang disediakan.

Kepala kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Surabaya Agus Winarto menyampaikan bahwa layanan Pasporia merupakan salah satu upaya mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat melalui konsep jemput bola.

" Kehadiran layanan diruang publik diharapkan dapat memberikan kemudian akses sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat" Tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Kantor imigrasi Surabaya terus berkomitmen menghadirikan pelayanan yang mudah dijangkau, cepat, dan responsif serta memperluas diseminasi informasi keimigrasian.

Sejalan dengan semangat Direktorat Jendral Imigrasi dalam memberikan pelayanan terbaik melalui program( Imigrasi untuk rakyat..red) 

" Seluruh proses pelayanan berjalan tertib, lancar, dan tanpa kendala" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Ditressiber Poda Jatim dan Imigrasi Kelas 1 Ungkap Sindikat Love Scamming Internasional, Raup Rp. 1,1 Miliar 53 Korban

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur bersama Polresta Sidoarjo dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil mengungkap jaringan penipuan daring bermodus percintaan (love scamming) yang telah beroperasi sejak Agustus 2025. Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan empat warga negara asing (WNA) dan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut. Senin,(22/06/2026).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K. mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Ditressiber Polda Jatim, Polresta Sidoarjo, serta pihak Imigrasi.

Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto, S.H., S.I.K. menjelaskan, para pelaku menjalankan aksinya dengan mencari korban melalui media sosial seperti Facebook dan TikTok. Setelah berhasil membangun hubungan dan mendapatkan kepercayaan korban, pelaku berpura-pura akan mengirimkan barang-barang bernilai tinggi seperti perhiasan, laptop, maupun barang berharga lainnya.

"Korban diajak menjalin hubungan, kemudian pelaku menjanjikan akan mengirimkan barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun selanjutnya korban diberi informasi bahwa barang tersebut tertahan atau bermasalah dengan pihak kepolisian maupun bea cukai, sehingga korban diminta mengirimkan sejumlah uang untuk mengurus pengeluaran barang tersebut. Padahal barang tersebut tidak pernah ada dan tidak pernah diamankan oleh pihak kepolisian," ujar Kombes Pol Bimo Ariyanto.

Salah satu tersangka berinisial AT alias Atse Titus, warga negara Ghana, diketahui berperan dengan berpura-pura sebagai petugas pengiriman atau ekspedisi. Tersangka menghubungi korban dan mengirimkan pesan seolah-olah paket yang dijanjikan tertahan di bea cukai. Korban kemudian diminta mentransfer sejumlah uang dengan nominal yang bervariasi agar paket tersebut dapat dikirimkan.

Selain itu, seorang tersangka lainnya berperan sebagai admin sekaligus pembuka rekening yang digunakan untuk menampung hasil kejahatan. Berdasarkan hasil penyidikan, keuntungan dari aksi penipuan tersebut dibagi kepada para pelaku dengan porsi terbesar diterima oleh tersangka utama.

Penyidik mengungkap, sindikat tersebut telah beroperasi sejak Agustus 2025 dan berhasil meraup keuntungan sekitar Rp1,1 miliar. Hingga saat ini, polisi telah mengidentifikasi sebanyak 53 korban yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan masih terus melakukan pendalaman untuk menemukan korban lainnya.

Khusus di Jawa Timur, tercatat terdapat 22 korban yang berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Madiun, Kota Pasuruan, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan dan Sampang.

"Kami masih melakukan pengembangan terhadap kemungkinan adanya korban lainnya serta memburu pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini. Untuk itu, kami juga bekerja sama secara intensif dengan pihak Imigrasi guna melengkapi proses penyidikan," kata Kombes Pol Bimo.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil sinergi antara Imigrasi Jawa Timur melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Ditressiber Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo.

Dari empat WNA yang diamankan, dua di antaranya diketahui melakukan pelanggaran keimigrasian dan akan diproses oleh pihak Imigrasi.

"Walaupun terdapat unsur tindak pidana siber, dua warga negara asing juga terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian sehingga akan dilakukan penegakan hukum oleh Imigrasi," ujar Kakanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur.

Dua WNA asal Nigeria yang akan ditindak tersebut masing-masing berinisial CAM dan CKN. CAM diketahui menggunakan visa kunjungan dengan indeks 211A dan telah melakukan overstay selama 883 hari, serta diduga menyalahgunakan izin tinggal sebagaimana diatur dalam Pasal 122 huruf a Undang-Undang Keimigrasian serta Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Sedangkan CKN, yang menggunakan izin tinggal terbatas investor dengan indeks E28A, diketahui telah overstay selama 35 hari setelah masa berlaku izin tinggalnya berakhir pada 10 Juni 2026. Pelanggaran yang dilakukan berupa overstay dan penyalahgunaan izin tinggal.

Dengan pengungkapan ini, Ditressiber Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus memberantas kejahatan siber lintas negara yang merugikan masyarakat serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait dalam mengungkap jaringan pelaku lainnya"Pungkasnya. (FARID)
Share:

Minggu, 21 Juni 2026

Wujud Kepedulian HUT Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo

GRESIK, BeritaCakrawala.co.id - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Gresik kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap keluarga besar Polri melalui program Bakti Sosial Bedah Rumah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman AKP (Purn) Mulyo Utomo di Desa Tanjungan RT 018/RW 003, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Senin (22/6/2026).

Program kemanusiaan ini mendapat perhatian langsung dari Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, yang turun ke lokasi untuk meninjau progres renovasi rumah.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Gresik, di antaranya Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo Budi, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, serta Kanit Gakkum Satlantas Iptu Ahmad Andri Aswoko,

Kehadiran jajaran Polres Gresik menjadi bentuk nyata perhatian institusi kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

Selain melakukan pengecekan kondisi bangunan, rombongan juga menyempatkan diri berdialog dengan keluarga penerima bantuan.


Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dan keluarga besar Bhayangkara.

“Melalui program ini kami berharap dapat membantu mewujudkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. AKP (Purn) Mulyo Utomo beserta keluarga mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Polres Gresik. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

Baginya, program bedah rumah tersebut bukan sekadar bantuan renovasi bangunan, melainkan juga wujud kepedulian dan penghargaan dari institusi Polri kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara.

Melalui kegiatan sosial ini, Polres Gresik kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Polri yang Presisi, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat agar semakin dekat, humanis, dan dicintai rakyat."Pungkasnya (FARID)
Share:

Kunker DPR RI Komisi IV Di Nusakambangan Sekarang Menjadi Sentral Ketahanan Pangan Dan Pembinaan Warga Binaan

CILACAP, Berita Cakrawala.co.id -Ketua komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto mengapresiasi transformasi kawasan pemasyarakan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan, sekaligus pusat pembinaan kemandirian warga binaan, Sabtu (20/06/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Nusakambangan, didampingi menteri Imigrasi dan pemasyarakan (Menimipas)Agus Andrianto.

Kegiatan ini sekaligus meninjau sejumlah program unggulan mulai dari Work shop Fly Ash Bottom Ash (FABA), Pertanian, dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan kerja, konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang hingga budidaya sidat.

" Atas nama komisi IV, saya mengucapkan terimah kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pak menteri dan jajaran kementerian imigrasi dan pemasyarakatan. Mudah mudahan bisa di turu dan diduplikasi tempat tempat lainya" Tegasnya.

Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakan berisiko tinggi telah bertransformasi menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan dan produk bermanfaat bagi masyarakat

Perlu diketahui, Nusakambangan yang kita dengar selalu seram bayangan Alcatraz, ternyata setelah kesini sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk bermanfaat untuk kita semua" Imbuhnya.


Tak luput pula Menimipas menambahkan, berbagai masukan dan arahan dari komisi IV DPR RI akan bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan.

Ia berharap jajaran pemasyarakatan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan idle di seluruh lapas dan rutan sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Saat ini, Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dan melibatkan warga binaan dalan berbagai sektor usaha dan yang lainya.

Transformasi tersebut menjadi wujud komitmen pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyiapkan warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat" pungkasnya.(SJ)
Share:

Kasatnarkoba Polres KP3 AKP Adik Agus Putrawan. S.H., M.H., Berhasil Sukses Mengantarkan Peserta Peraih 21 Medali di Piala Kapolda Cup 2026

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Rangkaian turnamen Piala Kapolda Jawa Timur 2026 di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Berbagai kompetisi olahraga sukses digelar, termasuk Kejuaraan Karate Kapolda Cup yang mempertandingkan ratusan atlet, serta Turnamen Esport (Mobile Legends).

Piala Kapolda Jawa Timur 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berpartisipasi aktif dalam berbagai cabang olahraga di ajang Piala Kapolda Jatim 2026 yang digelar serentak.

Dari keterangan AKP Adik Agus Putrawan. S.H., M.H., selaku Kasat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak (KP3) Surabaya, Minggu (21/06/2026) mengatakan, Kontingen atlet karate binaan Polres Pelabuhan Tanjung Perak (KP3) sukses mengumpulkan total keselurahan ada 21 medali. Capaian gemilang ini terdiri dari Emas 6 Medali, Perak 6 Medali, Perunggu 6 Medali dan ditambah Best Of The Best
3 Piala dan uang pembinaan 3 Juta untuk 3 Orang Best Of The Best, yang diraih pada nomor kata maupun kumite di ajang Kejuaraan Karate Kapolda Jatim Cup," ucapnya.

Masih lanjut kata Adik Agus Putrawan, Pencapaian luar biasa ini diperoleh melalui perjuangan 50 atlet yang diturunkan dalam kejuaraan tersebut. Berdasarkan laporan langsung pada hari kedua pertandingan, kontingen yang mengidentifikasi diri dengan sabuk merah ini terus menambah perolehan medali.

"Teromakasi, apresiasi sekaligus motivasi kepada seluruh atlet yang masih berjuang di arena pertandingan. Kepada putra-putri terbaik kontingen Karate Cup Piala Polda Jatim, tetap semangat dan jangan mudah putus asa," katanya.

Berikut Perolehan Medali Polres Tanjung Perak :

Emas: 🏅
1. Kata Perorangan Kadet Putra Ezar Rachmad Haidar (Shokaido)
2. Kumite pra pemula -40 kg putri,Callya Agni (Inkai)
3. Kumite pemula -40 Kg putri, Dzakyah (Inkai)
4. Kumite +61 kg kadet putri,Kinanty marsha (inkai)
5. Kumite Polri -67 Kg Putra,Bripda Dito Fikri (Polri)
6. Kumite bebas polri putri, Bripda Adinda (Polri).

Perak: 🥈
1. Kata perorangan pemula putra, Maulana Kafy (Inkai)
2. Kata perorangan putri, Siti Fatimah (Inkai)
3. Kata perorangan Polri putri Bripda Adinda (Polri)
4. Rizq Abdur Inas (Kumite -40 Pemula Pa)--Inkanas
5. Kumite pemula -55 kg putra Raiz Afham (Inkai)
6. Kumite kadet -54 Kg Putri ,Augusta adynata (inkai).

Perunggu: 🥉
1. Kata beregu pemula putra,Qayyis CS (shoto-kai)
2. Kata perorangan junior putra, Nazriel ( inkai ) 
3. ⁠Kata Beregu kadet Junior putra Ezar cs (Shokaido)
   4. Kumite u21 -67 Kg putra, Daffa Maulana (Inkai)
5. Kumite -50 Kg pemula putri, talitha (inkai )
6. Kumite Pemula -45 Kg Putri Naomi Siautta (Inkai).

Best Of The Best 🔥
1. Kata perorangan putra, Ezar 
2. Kumite kadet putri, Kinanthi
3. Kumite U21 Polri Putra, Bripda Dito Fikri

AKP Adek Agus Putrawan. S.H., M.H., menambahkan, Peningkatan perolehan medali yang diraih hingga hari kedua ini, terlihat jelas bahwa kalian memiliki bakat, kemampuan, dan mental juara yang luar biasa,dan seluruh anggota jajaran Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk turut memberikan doa dan dukungan agar para atlet mampu meraih hasil yang lebih tinggi serta masuk dalam kategori juara terbaik pada kejuaraan tersebut.

"Kami optimistis para atlet binaannya mampu menunjukkan performa terbaik hingga akhir pertandingan dan fokus, disiplin, dan tunjukkan semangat juang sampai akhir, Semoga para anak didik kami dapat mewujudkan cita-cita meraih medali kejuaraan," tutup AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H,. dihadapan awak media"Pungkasnya. (FARID)
Share:

Sabtu, 20 Juni 2026

Aipda Sigit Dwi Susanto, Opsnal Unit III subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Sebagai Katim Tetap Berdiri Kokoh Di Garis Depan.

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Di tengah riuh rendah kritik, sorotan tajam, dan skeptisisme publik yang kerap menerpa institusi kepolisian, Aipda Sigit Dwi Susanto bergeming. Pria yang lebih akrab disapa “Hellboy” ini tetap berdiri kokoh di garis depan sebagai Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Bagi Hellboy, marwah seorang bhayangkara tidak lahir dari riuh tepuk tangan atau panggung popularitas. Pengabdian sejati adalah sebuah sunyi, diukur dari seberapa lelap masyarakat bisa tertidur, seberapa ditekannya angka kejahatan, dan seberapa kuat rajutan persatuan bangsa mampu dipertahankan.

Di balik setiap keberhasilan pengungkapan kasus, penangkapan pelaku kejahatan, hingga terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, ada harga mahal yang harus dibayar. Ada malam-malam tanpa tidur, risiko yang menantang maut, serta tekanan psikologis yang kerap mengintai keselamatan diri dan keluarga mereka.

“Hujatan silakan lempar ke kami, tapi biarkan rakyat tetap aman di belakang kami,” tegas Aipda Sigit Dwi Susanto, Sabtu (20/6/2026).

Kalimat tersebut bukan sekadar retorika usang. Bagi Hellboy, itu adalah doktrin hidup. 

Ketika lampu-lampu rumah warga mulai padam dan masyarakat terlelap, di situlah detak tugas mereka justru mengencang lewat patroli, penyelidikan, dan pengejaran senyap terhadap para pelaku kriminal.

Sebagai personel Jatanras, unit yang sehari-hari berhadapan dengan dunia hitam dan kekerasan, Hellboy sangat paham bahwa korpsnya kerap menjadi sasaran empuk cibiran di ruang publik. 

Namun, ia memilih kepala dingin. Menurutnya, seorang polisi tidak boleh terbang karena pujian, pun tidak boleh tumbang karena cercaan.

Fokus utamanya hanya satu, memastikan rasa aman masyarakat tidak terusik.

Kendati demikian, Hellboy menyadari bahwa keamanan bukanlah komoditas tunggal yang bisa dimonopoli oleh Polri atau TNI. 

Keamanan adalah fondasi peradaban bangsa yang rapuh jika hanya dijaga sepihak. 

Atas dasar kesadaran itulah, ia terus menggaungkan filosofi “Sabuk Kamtibmas”. Sebuah manifestasi gerakan yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk merapatkan barisan dalam semangat bela negara.

“Menjaga keamanan bukan hanya tugas seragam kami. Ini adalah kontrak sosial seluruh warga negara Indonesia. Mulai dari pejabat, aparatur pemerintah, insan media, tokoh agama, pengusaha, hingga pemuda harus mengaitkan diri dalam Sabuk Kamtibmas ini,” ujarnya 

Di era kontemporer, Aipda Sigit Dwi Susanto, (Hellboy) mengingatkan bahwa musuh nyata tidak lagi sekadar kriminalitas konvensional di jalanan.

Ancaman laten justru kerap berseliweran di layar gawai dalam bentuk hoaks, narasi provokatif, dan polarisasi sosial yang berpotensi membelah bangsa.

Oleh sebab itu, kedewasaan digital masyarakat menjadi benteng pertahanan pertama dalam menjaga stabilitas nasional.

Terkait derasnya kritik terhadap Polri, ia justru melihatnya sebagai vitamin bagi demokrasi yang sehat. Kontrol sosial adalah hal yang mutlak. 

Namun, ia berharap kritik yang dilayangkan lahir dari rahim kejujuran, kritik yang menawarkan solusi, bukan sekadar cacian yang destruktif.

“Polisi dan masyarakat sebenarnya sedang menatap kompas yang sama. Kita sama-sama mendambakan Indonesia yang aman, tertib, dan berkeadilan.

Mari saling mengingatkan tanpa harus menjatuhkan, dan saling mendukung demi kepentingan bangsa yang lebih besar,” imbuh Aipda Sigit Dwi Susanto, Hellboy.

Di tengah dinamika bangsa yang kian kompleks, pesan dari belantara Jatanras Jatim ini menjadi refleksi mendalam. Hellboy mengajak semua pihak untuk meletakkan ego kelompok di bawah payung persaudaraan.

Sebab pada akhirnya, ketulusan bekerja memang tidak pernah butuh lampu sorot.

“Sejarah tidak akan mencatat berapa banyak sanjungan yang kita kumpulkan. Sejarah hanya akan merekam apa yang telah kita korbankan untuk rakyat dan negara. 

Pengabdian sejati adalah ketika masyarakat merasa aman, meski mereka tidak pernah tahu siapa yang terjaga untuk mereka,” pungkasnya. (FARID)
Share:

Jumat, 19 Juni 2026

Tiga WN Tiongkok Dideportasi Imigrasi Surabaya Buntut Manipulasi Data untuk Mendapatkan Visa

SIDOARJO, Berita Cakrawala.co.id- kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Surabaya deportasi dan cekal tiga warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial YJ, CN dan LJ.

Ketiga resmi di pulangkan dan di blacklist dari Indonesia setelah terbukti melakukan manipulasi data dan memberikan keterangan yang tidak benar untuk mendapatkan visa kunjungan bisnis dan pra investasi di Indonesia, Jumat (19/06/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiga WNA tersebut masuk ke wilayah Indonesia
menggunakan Visa Kunjungan Prainvestasi (indeks C12) dan Bisnis (indeks C1 & C2). 

Namun, petugas imigrasi mendapati bahwa bisa tersebut diperoleh dengan cara memberikan surat, data dan keterangan penjamin yang tidak benar atau manipulasi.

Kepala kantor Imigrasi Surabaya Agus Winarto menyampaikan, kejanggalan dokumen mulai terendus dari sistem ke imigrasian yang menunjukkan adanya, ketidaksesuaian antara pihak penjamin yang terdaftar di sistem dengan dokumen digunakan untuk pengajuan visa ketiganya tersebut.

" Mereka bertiga tidak pernah berencana
akan berinvestasi maupun melakukan kegiatan bisnis di Indonesia" Tegasnya.

Selain itu, petugas mendapati berkas permohonan milik YJ dan CN memuat nomer seri materai.

Perlu diketahui, sama persis (materai kembar) yang mengindikasikan adanya rekasa dokumen secara sistematis.

" Setelah dilakukan penelusuran aktivitas di lapangan, klaim tujuan bisnis dan investasi para WNA tersebut terbukti hanya berkedok" Imbuhnya.

Tindakan manipulasi data dan penyalahgunaan izin tinggal ini telah memenuhi unsur pelanggaran terhadap Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Khususnya pasal 122 huruf a terkait dengan Penyalahgunaan izin tinggal Keimigrasian serta pasal 123 huruf b dengan penggunaan bisa yang di dapatkan dari pemberian keterangan tidak benar.


Proses pemulangan dilaksanakan melalui bandara Internasional Juanda menggunakan penerbangan China Southern Airlines Nomor penerbangan CZ8138 dengan rute Surabaya (SUB)- Guangzhou (CAN) berangkat pukul 08.00 WIB dan tiba di Guangzhou sekitar 14.05 waktu setempat.

Seluruh proses pengawalan, pemeriksaan Keimigrasian hingga keberangkatan berlangsung aman, tertib dan lancar dibawah pengawasan petugas kantor imigrasi kelas I khusus TPI Surabaya.

Kami tidak akan memberi toleransi terhadap warga Negara Asing yang mencoba melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum di Indonesia berdasarkan peraturan Undangan yang berlaku.

Kami menjatuhkan sanksi keimigrasian berupa pendeportasian serta penangkalan (blacklist) selama 5 lima tahun terhadap ketiganya.

Langkah tegas ini menjadi bukti komitmen dari jajaran kantor imigrasi Surabaya dalam menegakkan hukum Keimigrasian, secara ketat diwilayah kerja kami, sejalan dienggan arahan direktur jendral imigrasi Hendarsam Marantoko bahwa imigrasi hadir untuk menjaga kedaulatan negara karena imigrasi untuk rakyat" Pungkasnya.(SJ)
Share:

Polres Pelabuhan Tanjung Perak (KP3) Ungkap Peredaran 292,93 Gram Sabu, Dua Tersangka Diamankan

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis methamphetamine (sabu) dengan barang bukti seberat bruto 292,93 gram. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua orang tersangka, yakni ASDP (22), seorang perempuan, dan CWH (33), laki-laki.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/298/VI/2026/SPKT Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur tertanggal 12 Juni 2026.

Kedua tersangka ditangkap pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah warung makan di kawasan Jalan Kenjeran, Surabaya. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tiga paket besar sabu dengan berat bruto mencapai 292,93 gram yang diduga akan diedarkan kepada pemesan.

Dalam pemeriksaan, tersangka ASDP mengakui bahwa barang haram tersebut merupakan miliknya yang diperoleh dari seorang berinisial R yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sabu tersebut dibeli dengan harga Rp45 juta per 100 gram dan rencananya akan dijual kembali dengan harga Rp55 juta per 100 gram, sehingga memberikan keuntungan sekitar Rp10 juta untuk setiap ons yang terjual.


ASDP juga mengungkapkan bahwa pembelian sabu tersebut dilakukan atas pesanan seorang berinisial M yang juga berstatus DPO. Dalam menjalankan transaksi, ASDP dibantu oleh tersangka CWH yang mendapatkan imbalan sebesar Rp500 ribu.

Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa ASDP telah tiga kali melakukan transaksi narkotika sejak Mei 2026. Ia mengaku melanjutkan aktivitas peredaran narkoba yang sebelumnya dijalankan oleh suaminya, yang kini tengah menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan akibat kasus serupa.

Selama menjalankan bisnis haram tersebut, tersangka mengaku telah memperoleh keuntungan sekitar Rp100 juta. Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Surabaya guna menjaga keamanan dan melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba."Pungkasnya.(FARID)
Share:

Link Berita

Definition List

Unordered List

Support