This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 17 Mei 2020

Dibulan Romadhon LBH AL MIZAN, Bersama Media BeritaCakrawala Biro Kabupaten Lamongan Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

LAMONGAN, BeritaCakrawala.co.id -
Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Al-Mizan bekerja sama dengan Media online BeritaCakrawala Biro Lamongan.
Dengan adanya wabah covid-19 ini melakukan kegiatan, berbagi kepada masarakat terdampak covid-19.

Di Desa Gebang ngangkrik ini sedang memberikan bantuan kepada fakir miskin dan anak yatim piatu.

Ketua LBH AL-MIZAN dan juga sebagai Kabiro Media BERITA CAKRAWALA
Shodikin SH dalam sambutanya mengatakan, pemberian bantuan tersebut atas dasar kepedulian kita dan semoga dengan adanya bantuan ini, sedikit dapat meringankan beban bagi warga yang terdampak civid -19.

"Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan, guna mempererat tali persaudaraan serta  kemitraan pada semua, baik didesa-desa yang ada di Kabupaten Lamongan, khususnya pada bulan romadhon," terangnya.

Di tambahkan sambutan dari Kepala Desa Gebang Ngangkrik Wiji Santoso SH mengatakan, dalam sambutanya mengucapkan banyak-babyak terima kasih kepada Lembaga Bantuan Hukum Al-MIZAN dan juga Media BERITA CAKRAWALA, atas sumbangsihnya serta pemberian bantuan, semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat kami yang ada di desa Gebangangkrik ini.

Di tempat yang sama dari team awak media Berita Cakrawala Lamongan, telah menemui salah satu penerima bantuan Warsih menyampaikan, saya benar2 berterima kasih sekali atas pemberian bantuan ini. Semoga tahun depan bisa lebih maju dan jaya,"pungkasnya.(SJB)
Share:

Sabtu, 16 Mei 2020

Hasil Giat Penertiban PSBB Tahap Dua, Tiga Pilar Bersama Polres Pelabuhan Tanjung Perak Di kecamatan Kenjeran Surabaya

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan penertiban PSBB tahap II di wilayah kecamatan Kenjeran bersama tiga pilar Koramil Kecamatan, Polsek jajaran, Sabtu Sekitar 21.30 WIb (16/05/2010).

Kegiatan penertiban PSBB tahap 2 ini diawali dengan apel di kantor Kecamatan Kenjeran, Surabaya, yang dipimpin oleh Danramil Kenjeran Mayor Infanteri Mujib didampingi oleh Binmas Kenjeran Ipda Dwi Raharjo beserta Priadi dan ka trantib Kecamatan Hanung.

Kasat Sabhara AKP Windu dan Sat Narkoba Unit Satu Iptu M. Saiful dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Saat awak media beritacakrawala di lokasi,
Mayor Mujib mengatakan, bahwa
Ketentuan tutup jam 21.00.namun bagi giras yang belum segera tutup atau kami himbau untuk melanjutkan diluar jam ketentuan yang berlaku dengan syarat pedagangnya memakai masker.

" Dan juga para pembeli harus dibungkus makanannya atau minumannya langsung dibawa pulang tidak boleh ada kerumunan serta jaga jarak" Paparnya.

Rute operasi diawali dari Pogot, Sidotopo Wetan, Wahid Hasyim, Randu, Bulak Banteng, Tambak Wedi Baru, dan Suramadu.

Dari hasil operasi PSBB tersebut didapati 45 KTP dan bagi yang tidak punya KTP langsung diarahkan untuk mendapatkan imbuhan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Saat awak Media menemui pedagang yang tidak mau menyebutkan namanya setelah yang diambil ktp-serta kursinya untuk diamankan mengatakan,  ya kami memang bersalah dan ini sudah melanggar dari jam ketentuan saat ini sudah pukul 11

" Sedangkan ketentuannya 21.00 Wib harus tutup dan Kami tidak akan mengulangi lagi untuk kemudian hari saya harus tepat waktu, saya akan kan tutup aktivitas jualan ini,"Tegasnya.

Dalam kesempatan sama, Katrantib Kecamatan Kenjeran Hanung menambahkan, dengan pelaksanaan penindakan operasi skala besar tahap 2 ini kami mengimbau kepada masyarakat agar kegiatan berjualan seperti warkop tutup jam 21.00. 

" Adapun yang masih membandel hingga pukul 11 ini kami adakan penindakan untuk memintai KTP dan ditengah jam malam ini kami menindak lanjuti,  bagi yang tidak punya KTP untuk kita arahkan mendapatkan himbauan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya" Katanya.

"Maksud dan tujuan dari penindakan ini kami berharap secepat mungkin untuk memutus tali rantai penyebaran virus Corona covid 19 di Kota Surabaya"Pungkasnya.(M.gon)
Share:

Jambret Berhasil di Tangkap Satu DPO Oleh Polsek Sukolilo Surabaya

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Kapolsek Sukolilo AKP. Subiyantana.SH melalui Kanit Reskrim Zainul Abidin mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Jambret).

Berdasarkan LP. (Laporan Polisi) 14 Mei 2020 Rabu,03.00 Wib di Jalan Raya A.R Hakim Surabaya (depan warkop R3), telah terjadi penjambretan.

Yang dilakukan Oleh Ilham Rizki 20 tahun, Alamat ngagel timur 5 surabaya, sebagai eksekutor atau mengambil paksa Handphone, sedangkan untuk tersangka Daffa yang bertugas (DPO) mengalihkan perhatian dengan berpura pura tanya alamat.

Dengan Barang Bukti yang dirampas
1 (satu) unit Hand Phone merk Samsung warna merah.

Kapolsek Sukolilo AKP. Subiyantana.SH didampingi Kanit Reskrim Zainul Abidin mengungkapkan, awal mulanya tersangka Daffa membonceng Ilham, lewat di jalan raya Arif Rahman Hakim Surabaya, dan ketika melihat korban  Subadi, sedang duduk di depan warung sambil mengoperasikan Handphone miliknya yaitu Samsung A20 warna merah,

"Kedua pelaku berhenti memarkirkan sepeda motornya sekitar 5 meter, dan keduanya turun menghampiri korban, dengan berpura-pura tanya alamat, ketika korban menjelaskan dan lengah. Kemudian salah satu pelaku yang bernama Ilham langsung mengambil paksa satu unit Handphone samsung warna merah yang dipegang oleh korban langsung lari pergi," terangnya.

Masih menurut Kapolsek Sukolilo, korban berteriak maling maling, akhirnya warga ikut membantu dan berhasil mengamankan.

"Salah satu pelaku Ilham ketangkap namun Pelaku Daffa berhasil melarikan diri Daftar Pencarian orang (Dpo) dengan menggunakan sepeda motornya," tambahnya.

" Atas perbuatanya tersebut dapat Kami jerat dengan Pasal 365 KUHP"Pungkasnya.(M.gon)
Share:

Aparat Polsek Tegalsari Memberhentikan Rencana Kontes Sound Syistem dan Aktivitas Ronda Sahur Keliling Memakai Sound System

BANYUWANGI, BeritaCakrawala.co.id -Beberapa warga pemilik sound system yang melakukan aktivitas ronda sahur keliling dengan menggunakan
pengeras suara atau sound system terpaksa dihentikan oleh aparat Reskrim dan anggota  Polsek Tegalsari  saat melakukan patroli pada  minggu  dini hari sekitar pukul 1 :00 wib  ( 17/5/2020 ) di jalan menuju jembatan baru dusun Mojoroto desa/kecamatan Tegalsari( bulak sawah kambil siji)

alasan pemberhentian  aktivitas tersebut atas hasil laporan warga dan dinilai sangat mengganggu masyarakat saat melintas di jalan umum   di jam istirahat dengan membunyikan berbagai jenis musik bersuara keras apalgi akan diadakan  adu soundnya atau cek sound tanpa dilengkapi izin dari instansi terkait  pada saat kondisi Negara dalam keadaan terdampak wabah  virus Corona Covid-19 yang bisa menimbulkan berkumpulnya banyak orang .

Sekitar 7 pemilik sound system mengaku dari komunitas KBSB (Keluarga Besar Sound System Banyuwangi) yang berasal dari berbagai  Desa di kabupaten Banyuwangi dengan masing-masing mengunakan 3 kendaraan  truck dan 4 pick up diantaranya  sound  K5,Kurnia,Ze,Al-karim, Pandawa,Reno dan Novita
yang  sudah dilengkapi  peralatan musik selanjutnya diarahkan ke Polsek Teglasari untuk dilakukan pembinaan dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi kegiatan tersebut.

Kapolresta Banyuwangi  Kombes Arman Asamara Syaifudin SH, SIK ,MH melalui Kapolsek Tegalsar Iptu Lipur mengatakan,dilarang keras
karna mengganggu kenyamananan masyarakat
tidak sepatutnya  dilakukan dalam kondisi masyarakat sedang istirahat sampai menunggu di jam sahur.
"kondisi masyarakat lagi prihatin adanya Covid 19. himbauan Pemerintah dan maklumat Kapolri jelas.jadi sangat tidak patut dilakukan," kata lipur

"makanya ketika ada informasi dari masyarakat adanya Kontes Sound siytem langsung Unit patroli mendatangi tempat kegiatan dengan menggunakan Mobdin Big On dan mengajak perangkat desa Tegalsari datang ke lokasi.

" sampai dilokasi banyak yang berhamburan bubar tapi lainnya ada yang bisa kami amankan dan dibawa ke Polsek Tegalsari kita beri pembinaan dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak melakukan hal yang sama ," tambahnya.

Sementara ketua KBSB   Iwan Triwancoro mengatakan,  pihaknya mengaku  aktivitas sound system  disaat jam sau tersebutr tidak  terkoordinir melalui surat undangan resmi , murni dilakukan secara spontan dan bukan acara Event resmi .

"Temen -  temen  spontan saja istilahnya, mungkin karena beberapa bulan belakangan ini sepi tidak ada kegiatan karena Covid-19 akhirya kepingin   ngecek soundnya," ucap iwan.

"atas kejadian malam ini dengan dilakukan pembinaan dan dibuatkan surat pernyataan maka kami  akan mematuhinya untuk yang terbaik kedepanya," pungkasnya.

( Eno)







Share:

Meningkatnya Pasien Terkena Covid-19, Dewan Jatim Minta Agar Pemrov Gunakan Rumah Sakit Swasta

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Untuk menjawab kekurangan rumah sakit di Jatim untuk menangani pasien Covid-19, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim minta Pemprov melibatkan rumah sakit swasta di Jatim.

“Banyak kok di Jatim ini rumah sakit swasta. Selain mengaktifkan rumah sakit khusus Covid-19 di Jalan Indrapura Surabaya nantinya, perlu juga melibatkan rumah sakit swasta untuk penanganan pasien Covid-19. Pemprov jangan jalan sendiri,” ungkap anggota Komisi E DPRD Jatim Benyamin Kristianto saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (16/05/2020).
Diungkapkan politisi asal Partai Gerindra ini, selain rumah sakit swasta, Pemprov juga bisa merubah peran beberapa hotel yang dikelola oleh Pemprov untuk rumah sakit.
“Jumlah  pasien semakin hari semakin bertambah, tentunya sesegera mungkin untuk perlu ada rumah sakit sebanyak mungkin untuk pasien Covid-19, ” ungkap Benyamin Kristianto, pria yang juga berprofesi dokter ini.
Benyamin Kristianto mengatakan dengan merubah keberadaan hotel-hotel yang dikelolanya, Pemprov Jatim idealnya bisa meniru Pemprov DKI yang merubah wisma atlet untuk rumah sakit Covid-19.
“Banyak asset bangunan milik Pemprov yang dimaksimalkan peruntukannya untuk penanganan Covid-19,” jelas Benyamin Kristianto.
Sedangkan untuk penanganan pasien umum non Covid-19, Pria asal Sidoarjo ini bisa dimaksimalkan klinik-klinik pengobatan medis yang tersebar di Jatim.
”Klinik-klinik kecil yang ada bisa dimaksimalkan perannya untuk membantu pasien umum non Covid-19,” jelas Benyamin Kristianto.
Sementara itu, dari data yang ada diketahui bahwa pasien Covid-19 yang di rawat di sejumlah rumah sakit di Surabaya, hampir 50 persen merupakan bukan warga kota Surabaya. Rata-rata warga luar Surabaya.
Dari data pihak Rumah Sakit Unair Surabaya diketahui, selama bulan maret hingga Mei 2020, 86,7 persen atau 205 pasien Covid-19 di RS ini ber-KTP Surabaya. Sisanya, berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur dan 1 dari Cilegon, Banten.
Di sisi lain, di RSUD Soetomo Surabaya dimana rumah sakit ini dikelola oleh Pemprov Jatim menunjukkan hampir 95 persen pasien Covid-19 rata-rata berasal dari Surabaya.
Sedangkan untuk Rumah sakit darurat Covid-19 yang dibangun di Jalan Indrapura Surabaya diprediksi pada hari Minggu (17/05/2020) besok sudah bisa menerima pasien Covid-19.
Dirumah sakit tersebut nantinya memiliki konsep untuk menangani pasien Covid-19 yang masuk tahap gejala ringan atau sedang. Dirumah sakit tersebut nantinya tidak ada ICU, tidak ada ventilator. Yang disediakan hanya High Care Unit (HCU). Rencananya di rumah sakit darurat tersebut akan dikoneksikan dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan Rumah Sakit Umum Unair (RSUA) Surabaya.
Rencananya, pasien-pasien Covid-19 dengan gejala berat yang tadinya ditangani di ruang bertekanan negatif baik di RSUD Dr Soetomo maupun RSUA, kalau kondisinya sudah membaik akan dipindah ke RS Darurat itu.
Selain menerima pasien rujukan dari rumah sakit lainnya, di rumah sakit darurat Covid-19 ini nantinya akan menampung pasien dari Covid-19 dari luar daerah.
Untuk kapasitas yang disediakan Pemprov di rumah sakit darurat, rencananya akan mampu menampung kurang lebih 170 orang untuk tahap pertama renovasi ini. Itupun 70 bed di antaranya di tenda yang tersedia.
Tak hanya itu, rencananya, Pemprov Jatim akan melakukan renovasi penambah tempat tidur mencapai 200 bed tambahan pada tahap kedua. Itupun masih bisa dimaksimalkan sampai total 500 bed.
Keberadaan tempat khusus untuk menangani pasien Covid-19 ini penting. Saat ini sejumlah RS Rujukan Covid-19 penuh oleh pasien Covid-19. Dampaknya, sejumlah pasien non Covid-19 tidak tertangani untuk rawat inap,"pungkasnya.(Red)
Share:

Kapolda Jatim Menerapkan Displin Adalah Vaksin Dan Obat Covid-19

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - ditengah-tengah mewabah virus corona semakin menggeliat, wilayah penyebaran dan jumlah penularan terus meningkat. Sabtu (16/5/2020).

Irjen Dr. M. Fadil lmran, M.S.I., memapaparkan, bahwa usaha upaya kerja keras dan upaya pemerintah seakan tak lagi mampu membendung laju penyebaran dan penularan Covid-19 diberbagai wilayah di tanah air.

"Dan setelah wilayah DKI Jakarta, Jawa Timur menempati urutan kedua terbanyak jumlah pasien yang terkonfirmasi positif virus covid-19" Ujarnya.

Alhasil tercatat hingga hari sabtu 16/5/2020, jumlah yang terkonfirmasi positif covid-19 diwilayah DKI sebanyak 5.774. Sementara wilayah Jatim yang terkonfirmasi positif sebanyak 1.921.

"Adapun yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif sebanyak 302(15,72 persen), sedangkan yang dirawat sebanyak 1.434(74,65 persen) dan yang meninggal akibat virus covid-19 sebanyak 185 orang(9,63 persen)"lmbuhnya.

Pada saat menyimak data covid-19 tersebut, Kapolda Jatim lrjen Dr. M. Fadil lmran, yang baru sepekan menjabat sebagai Kapolda Jatim langsung bergegas untuk memaksimalkan pencegahan dan penularan covid-19 di wilayah Jatim.

Kapolda Jatim lrjen Dr. M. Fadil lmran, seluruh jajaran Polda Jatim segera menggelorakan agar semua warga Jatim disiplin menaati kebijakan dan himbauan yang disampaikan pemerintah.

Dengan upaya pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Bersakala Besar, larangan mudik dan menggunakan masker serta(stay at home),mencuci tangan dengan sabun akan efektif memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19.

Kapolda Jatim lrjen Dr. M. Fadil lmran menambahkan, upaya tersebut telah disusun lewat program Kampung Tangguh Berbasis POP (Problem Oriented Policing). Upaya ini merupakan edukasi yang diawali dengan sosialisasi untuk membangun pemahaman.

"Ayo kerja bersama untuk menjaga Jawa Timur dan  berkomitmen sehingga ada partisipasi atas dasar kesadaran bersama, utama supaya aman dan bebas corona"Pungkasnya.(Hm)
Share:

Kapolda Jatim Berkunjung Silahturahmi Dengan Tokoh Agama Di Kabupaten Sampang

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Setelah usai kunjungan kerja di Polres Bangkalan, dilanjutkan silaturahmi ke kediaman Habib Alwi di kecamatan ketapang, Kabupaten Sampang, Sabtu(16/5/2020).

Dalam giat kunjungan silaturahmi kapolda Jatim lrjen Pol. Dr. M. Fadil lmran, M.S.I. didampingi wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Djamaludin, dan beserta jajaran mengatakan, dalam kesempatan ini silaturahmi tersebut Habib Alwi dan Kapolda Jatim sepakat bahwa hubungan antara tokoh agama, tokoh masyarakat, dengan Polri harus tetap terjalin dengan baik sehingga situasi kamtibmas khususnya di Kabupaten sampang.

" Pada saat kegiatan silaturahmi, memberikan bantuan Paketan Sembako sebagai bukti bahwa Polri perduli baksos khususnya di masa pandemi covid-19," Tegasnya.

Tidak lupa juga Kabidhumas Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.l.K., menambahkan, Polri tidak bisa bekerja sendiri dengan maksimal tanpa adanya bantuan dari semua elemen masyarakat, terutama para tokoh agama yang mempunyai peranan yang penting dalam masyarakat Jawa Timur.

"Tentunya yang bersifat sosiologis agamis, khususnya mengajak masyarakat untuk berperan aktif malakukan pencegahan terhadap covid-19. Dan di masa pandemi saat ini" Pungkasnya.(HM)
Share:

Dirlantas Polda Jatim Melakukan Pengecekan Pos Check Point Dan Memberikan Bantuan Sosial

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - kegiatan Dirlantas Polda Jatim Melaksanakan Pengecekan Pos di daerah Madiun dan baksos, Sabtu (16/5/2020)

Dalam giat dihadiri Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol. Budi lndra Dermawan. S.l.K , M.S.l., didampingi Kasubditregident Ditlantas Polda Jatim, Kasubditgakkum Ditlantas Polda Jatim Dan beserta jajaran.

Dalam kesempatan ini Dirlantas Kombes Pol. Budi lndra Dermawan, S.l.K. M.S.l., mengatakan, akan meninjau Pos Check Madiun kota di Pos 902(Jalan Yos Sudarso), Pos Check Point Madiun Kabupaten di exit tol Dumpil Km 602, dan Masjid di wilayah Madiun Kabupaten.

Adapun dari hasil giat tersebut, melaksanakan pengecekan pos check point Madiun Kota dan Madiun Kabupaten dengan atensi penindakan yang melanggar selama PSBB.

"Apabila menemukan kendaraan travel gelap segera koordinasikan dengan gugus tugas Covid-19, kita lakukan penindakan berupa tilang kepada travel gelap dengan menyita surat-surat kendaraan, catat data pengemudi dan Nomer Hp" Tegasnya.

Kemudian di perintahkan untuk mengantar penumpang ke tempat tujuan dengan didampingi personil lantas, setelah itu antar sopir ke alamat rumahnya dan kendaraan kembali ke tempat penindakan dan dilakukan penyitaan.

Himbuan personel diwajibkan melaksanakan pola hidup sehat dengan tetap protokol Covid-19.

"Meliputi dari semua kegiatan Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol. Budi Indra Dermawan, S.l.K. M.S.l. tidak lupa juga memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada takmir masjid di Wilayah Madiun Kabupaten, mungkin dengan bantuan sembako ini bisa meringkan beban selama masa pandemi Covid-19"Pungkasnya. (HM)
Share:

Kabal Tuban Gelar Bhakti Sosial Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Keluarga Besar Angkatan Laut (KABAL) Tuban menggelar bakti sosial  dengan tema (Kabal Peduli dan Berbagi kepada masyarakat Tuban terdampak Covid-19 Sabtu(16/52020).

Sasaran bakti sosial ini ditujukan kepada masyarakat pesisir, tukang becak, tukang ojek, pemulung, dan masyarakat miskin yang terdampak langsung oleh Covid-19.

Pembina Kabal Tuban Letkol Laut (T) Deky Satriya dan letkol Mar Kanang Budi Raharjo mengatakan, menekankan kepada seluruh anggota Kabal agar dalam penyerahan bantuan sosial, dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dan tetap melakukan physical distancing  yang dianjurkan oleh pemerintah. Mekanisme pembagianya dilakukan secara terpilih (kupon), untuk menghindari kerumunan massa.

"Kabal Tuban berkomitmen untuk mencegah peredaran covid-19 dan bertujuan utama membantu masyarakat dengan membagikan ratusan paket sembako dan masker kepada masyarakat Tuban yang terdampak covid-19", Tegasnya.                 

Guna membantu masyarakat Tuban akibat pandemi covid 19, diharapkan kegiatan ini juga menambah kekompakan dan kebersamaan sesama anggota Kabal Tuban.

" Semoga apa yang kita laksanakan menambah pahala dan keimanan kita kepada Tuhan YME" Pungkasnya.(Red)
Share:

Jumat, 15 Mei 2020

Penundaan Pilkada Ditengah Pendemi Covid-19, Jadi Polemik

DENPASAR, BeritaCakrawala.co.id - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia menyebabkan Pilkada Serentak 2020, yang semula akan digelar pada 23 September 2020, bergeser 3 bulan ke bulan Desember 2020.

Percepat Penanganan COVID-19, Gubernur Rapatkan Barisan dengan Bupati/Walikota
Wacana “Nyepi Desa Adat’ Bukan Kewenangan Pemerintah Daerah
Ini setelah pasca pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020, yang mengatur Pilkada 2020.

Keputusan ini mengundang tanya oleh berbagai pihak terkait kepastian pelaksanaan pilkada di tengah pandemi covid-19 serta bagaimana nasib hak politik masyarakat ketika penundaan Pilkada dilakukan.

Menanggapi hal tersebut, KPU Kota Denpasar yang bekerja sama dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali, pegiat pemilu DEEP Indonesia dan Universitas Warmadewa, mengadakan diskusi publik yang bertemakan “Pilkada 2020 Versus Corona, Kepastian Pelaksanaan Pilkada Diengah Pandemi Covid-19, Jum’at 15 Mei 2020.

Diskusi publik dilakukan melalui media daring berupa zoom meting yang diikuti lebih dari 100 peserta dari penyelenggara pemilu baik dari unsur KPU, Bawaslu, Pegiat Pemilu, Akademisi Kampus dan Wartawan.

Diskusi ini dimoderatori oleh Heroik Subro Mulissyi selaku anggota KPU Kota Denpasar dan diisi oleh beberapa narasumber, diantaranya Saan Mustofa selaku Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Hasyim Asy’ari selaku anggota KPU RI, Yusfitriadi selaku Direktur DEEP Indonesia dan Akademisi kampus A.A Gede Oka Wisnumurti.

Wilayah Indonesia Timur kebijakan pemerintah menggeser waktu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ditakutkan akan menggeser hak politik masyarakat ditengah pandemi covid-19 yang sedang berlangsung. Selain itu, berbagai pertanyaan terkait bagaimana Pilkada 2020 akan dilaksanakan di tengah pandemi pun bermunculan selain Perppu sebagai payung hukumnya hanya mengatur pungut hitung yang dilakukan di bulan Desember, tidak menyinggung tahapan pada proses pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020.

Menanggapi hal itu, Yusfitriadi, berpendapat, persoalan ini perlu didiskusikan oleh stakeholder yang terkait, mengingat dalam dunia politik tidak hanya pejabat yang berkepentingan.

"Semua punya peran, semua punya kepentingan, dan masalah ini perlu didiskusikan bersama karena terkait keselamatan semua pihak,"ujar Yusfitriadi.

Saan Mustofa kemudian menjelaskan bahwa penundaan pemilu yang dicanangkan oleh KPU merupakan suatu kebijakan yang tepat. Dilihat dari segi keselamatan penyelenggara dan pemilih, hak pilih masyarakat tidak bergeser dan terdapat hak yang jauh lebih utama yang perlu dilindungi, yaitu kesehatan para masyarakat.

"Untuk kondisi situasional seperti ini, hak politik bisa ditunda. Hal ini sah-sah saja karena penundaan ini juga berupaya untuk menyelamatkan kesehatan masyarakat dan juga para penyelenggara. Kalau semuanya terjangkit (Covid-19), maka kita tidak bisa melaksanakan ini (Pilkada 2020) dalam waktu yang panjang nanti, sembari menunggu tanggap darurat selesai yaitu sampai tanggal 29 Mei," tegas wakil ketua Komisi II DPR.

Saan mustofa juga akan membawa proses anggaran pelaksanaan pilkada di rapat bersama dengan KPU dan Kemendagri sebelum lebaran, bahwa sinkronisasi anggaran pelaksanaan pilkada terkait ketersediaanya pada posisi aman.

Menurutnya, KPU juga perlu menyiapkan aturan lanjutan terkait penundaan pemilu ini sebagai regulasi turunannya.

"Saya harap KPU sedari sekarang sudah langsung menyusun draf PKPU terkait ini,"ujarnya.

Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari, mengatakan, penundaan pilkada serentak tahun 2020 karena adanya bencana atau pandemi covid-19, dan KPU mempunyai tugas melayani pemilih dan peserta pemilihan. Sedangkan langkah-langkah yang akan diambil untuk proses pengaktipan tahapan kembali, KPU menunggu tanggapan pemerintah.

"Untuk mengambil keputusan kapan tahapan pilkada dimulai, KPU tidak bisa sendiri dalam menentukan, perlu koordinasi dengan semua pihak," ujar Hasyim.

Kemudian, terkait penundaan Pilkada 2020, Wisnumurti berpendapat bahwa KPU harus berpikir administratif dan optimis, karena KPU tugasnya menyelenggarakan tahapan pilkada. Covid-19 banyak memebrikan pelajaran penting sebagai pola hidup baru atau new normal.

"Covid-19 banyak memberikan iklim baru pada semua elemen termasuk pada pelaksanaan pilkada tahun 2020,"kata Dosen Fisip Universitas Warmadewa, Wisnumurti.

Wisnumurti menambahkan, dalam menentukan penundaan pemilu terkait kondisi luar biasa, seperti pandemi, Pemerintah perlu memperhatikan kesiapan infrastruktur yang memadai jika Pemerintah ingin melaksanakan pemilihan umum secara elektronik dan dampak penerapannya terhadap konstitusi. Bahwa dalam kondisi pandemi, peran teknologi informasi sangat penting dalam mengakomodasi kebutuhan politik seperti pemilu.

Teknologi memungkinkan masyarakat untuk menyalurkan hak suaranya dan dapat digunakan sebagai alat untuk mengklarifikasi dokumen para pemilih. Terlebih lagi, pengembangan rekapitulasi elektronik saat ini, dapat menjadi pintu masuk dalam adopsi teknologi tersebut," pungkasnya.(Red)
Share:

Kapolda Jatim Pimpin ANEV Penanganan Covid-19 Di Wilayah Gresik

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Dalam kunjungan kerja Kapolda Jatim di polres gresik, Jumat (15/5/2020).

Dalam giat dihadiri lrjen Pol Dr. M. Fadil lmran, M.S.I. didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Djamaludin, pejabat utama Polda Jatim, Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. beserta jajaran. Dipolres Gresik Dalam rangka penangan covid-19.

Setelah menerima kedatangan Kapolda Jatim beserta rombongan, Kapolres Gresik menyampaikan paparan terkait pandemi covid-19.

"Dan diberlakukan PSBB tahap dua, di sebutkan lebih lanjut disampaikan bahwa 18 kecamatan di Gresik hanya 10 kecamatan yang terpapar pasien positif" Katanya.

Itupun ada pertambahan pasien positif tidak lebih dari 7 pasien, setelah dilakukan PSBB yang kedua di Polres Gresik bersama Forkompimda melakukan sosialisasi pencegahan covid-19.

"Termasuk himbauan dan tegoran dan banner juga, menyampaikan maklumat Kapolri tentang physical distancing. Serta penyemprotan jalan utama juga wilayah diperbatasan sebelum diberlkukan check point" lmbuhnya.

Serta pembentukan physical distancing yang nantinya pada kawasan yang berhasil akan diberikan reward. Dari pemberlakuan pembatasan ditempat kerja termasuk protokol kesehatan bagi para pekerja.

Bahkan Polres Gresik telah membuat 16 check point disetiap perbatasan yang dijaga oleh petugas Polri, TNI, Pemda, serta petugas medis. Diikuti juga mendirikan sebanyak 18 dapur umum yang tersebar disetiap kecamatan.

Setelah memapaparkan Kapolres Gresik, Kapolda Jatim lrjen Pol Dr. M. Fadil lmran, M.S.l. menambahkan, saya juga memberikan arahan yang diikuti seluruh pejabat utama Polres Gresik dan Para Kapolsek jajaran Polres Gresik.

Adapun untuk menekan perkembangan Covid-19, Kapolda Jatim memberikan beberapa penekanan, Optimalkan kampung tangguh berbasis POP khususnya desa yang masih ada persebaran covid-19, tingkatkan koordinasi dengan Pemda dan pihak-pihak terkait pada setiap cluster diwilayah Gresik.

Polisi harus menjadi penjuru dalam pemolisian berbasis perspektif pemecahan masalah dalam penanganan penyebaran Covid-19, setiap anggota perhatikan protokol kesehatan guna mencegah penularan di Polres Gresik.

" Tetap antisipasi terjadinya penyebaran Covid-19, melalui pelaksanaan pada saat malam takbir, Sholat ied, Nyekar dan Mudik lokal,"Pungkasnya.(HM)
Share:

Jelang PSBB, Pemprov Jatim Kirimkan Sembako untuk Dapur Umum di Malang Raya

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirimkan bantuan bahan pangan untuk dapur umum dalam rangka persiapan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya. Masing-masing untuk Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu dibantu Pemprov Jatim sebanyak 11 ton beras, 1,4 ton telur ayam, dan juga 900 dus mie ayam.

Bantuan bahan pangan untuk dapur umum PSBB Malang Raya ini diberangkatkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur Subhan Wahyudiono, Jum'at (15/5/2020) siang.

Begitu sampai di kawasan Malang Raya, bantuan yang dibawa menggunakan truk fuso itu akan diterima lansung oleh Kepala Daerah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan juga Kota Batu.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah mengatakan bahwa bantuan sembako bahan pangan untuk dapur umum ini adalah menjadi bagian dari bentuk support dari Pemprov Jatim bagi pemda yang menerapkan PSBB yaitu di Malang Raya mulai tanggal 17 Mei hingga 30 Mei 2020 mendatang.

Bahan pangan yang dikirimkan ini nantinya akan digunakan sebagai bahan utama untuk memberikan makanan bagi warga terdampak covid-19 di saat santap sahur dan berbuka puasa. Hal ini sebagaimana format yang sama yang juga diterapkan di daerah PSBB Surabaya Raya.

"Ini bentuk equal treatment dari kami untuk wilayah yang saat ini tengah melaksanakan PSBB. Kita tahu Malang Raya mulai hari Minggu, lusa akan mulai PSBB, itu artinya tim yang sudah dikoordinasikan baik dari Pemkab dan Pemko bekerja sama dengan Tagana dan TNI Polri akan mulai menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak, mereka akan membuatkan makanan untuk santap sahur dan berbuka puasa," tegas Khofifah.

Gubernur perempuan pertama Jatim ini menuturkan, dengan adanya makanan siap santap yang disuplai oleh Pemerintah, maka masyarakat yang tengah menjalani pembatasan sosial minimal akan memiliki support setiap sahur dan berbuka.

Terutama bagi mereka yang mengalami dampak secara ekonomi seperti yang pekerjaannya terdampak selama PSBB. Dengan adanya suplai makanan siap santap ini mereka akan terbantu dan teringankan bebannya.

Di sisi lain Kalaksa BPBD Jawa Timur Subhan Wahyudiono mengatakan bahwa tiga truk yang dikirimkan sore ini akan dikirimkan ke masing masing kepala daerah untuk menjadi sumber bahan pangan bagi dapur umum masing-masing kabupaten kota.

Sedangkan untuk dapur umum milik Pemprov Jatim juga akan didirikan di empat titik di kawasan Malang Raya.

"Dapur umum provinsi ada empat titik, dua di Kabupaten Malang, tepatnya satu di Pangdiv Singosari, dan satu di Kodim Kepanjen. Lalu di Kota Malang dapur umum didirikan di Rampal, dan di Kota Batu ada di Polresta Kota Batu," pungkasnya.(Red)
Share:

Khofifah VS Risma, Ditengah Pendemi Covid-19

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Konflik berkepanjangan yang terjadi di antara 2 pemimpin Jawa Timur ini, menuai banyak polemik. Pro dan kontra terus bergulir. Hal tersebut dikemukakan oleh politikus besutan Demokrat Dhimam Abror Djuraid. Jumat (15/5/2020)

Jawa Timur menjadi episentrum baru penyebaran covid 19. Jatim menjadi runner up nasional di bawah DKI. Banyak klaster baru yang ditemukan di Jatim. Surabaya sebagai kota terbesar menjadi sarang paling besar.

Dua emak, Gubernur Khofifah dan Walikota Risma, mestinya rukun menuntaskan pagebluk ini, tapi kelihatannya susah untuk mengajak mereka akur

Persaingan politik membuat emak-emak itu sulit dipertemukan. Pilkada Surabaya, yang seyogyanya digelar September, diundur sampai Desember. Tapi aromnya sudah terasa menyengat sekarang.

Risma bakal mempertaruhkan reputasinya untuk memenangkan sang protege, putra mahkota, Eri Cahyadi. Sementara Khofifah tidak tinggal diam, ia menyiapkan jago untuk merebut Surabaya yang sangat strategis ini. Khofifah bakal mendorong Machfud Arifin untuk menantang Eri.

Atas jaminan Risma, Eri mungkin bakal dapat rekom PDIP. Melihat kedekatan Risma dengan Megawati, kelihatannya Risma bakal dapat cek kosong yang bisa diisi nama siapa saja. Sejauh ini hanya nama Eri di kantong Risma.

Khofifah terlalu cerdas untuk membiarkan Risma bermanuver sendirian. Selama ini Surabaya menjadi kerikil dalam sepatu Khofifah. Machfud Arifin menjadi pipihan yang cukup lumayan untuk menantang jago Risma.

Machfud, seolah tinggal menagih dividen dari hasil kerjanya memenangkan Jokowi di Jatim dalam pilpres 2019. Sekarang Machfud seperti sudah aman memegang rekom dari partai-partai non-PDIP. Ia tinggal menunggu siapa yang menjadi pendampinya. Khofifah lah yang punya privilege untuk menyodorkan nama pendamping Machfud. Bisa jadi Gus Hans, orang dekat Khofifah, atau Lia Istifhama, salah satu kerabat Khofifah.

Pertempuran memperebutkan teritori Surabaya bakal seru dan sulit ditebak hasilnya. PDIP sudah menguasai Surabaya 20 tahun, dan selama 10 tahun terakhir Risma sudah menjadi legenda di Surabaya. Dukungannya terhadap Eri akan seperti “idu geni”, ludah api nan sakti yang bisa memengaruhi pilihan warga Surabaya.

Eri relatif tidak dikenal–meskipun gambarnya sekarang banyak nempel di kantong beras bansos–dan kiprah birokrasinya tidak ada yang menonjol. Tapi, ia akan menjadi kuat dengan back-up dari Risma. Andai tidak terbentur aturan, sangat mungkin Risma akan turun ranjang menjadi wakil Eri. Skenario itu dipakai PDIP pada pilwali 2005 ketika Bambang DH–inkamben walikota saat itu turun kelas menjadi wakil Risma. Kartu lawas itu tidak bisa dimainkan lagi karena Risma terbentur aturan. Risma agak puyeng mencari wakil yang pas untuk Eri.

Machfud akan jadi lawan yang tangguh,t karena amunisi dan logistik yang– kabarnya melimpah dari banyak sponsor. Apalagi kalau Khofifah all out mendukung, bakal makin seru.

Ini bukan pertempuran lokal. Ini pertempuran nasional dengan pemain lokal. Ini adalah partai balas dendam, pertempuran lanjutan dari pilgub 2018 antara PDIP yang menjagokan Gus Ipul -Puti Guntur melawan koalisi Jokowi yang menjagokan Khofifah-Emil Dardak.

Khofifah menang meyakinkan. Surabaya, yang diklaim sebagai daerah merah pun oleh Khofifah berhasil ditundukkan. Inilah yang menumbuhkan optimisme kubu Khofifah bahwa Surabaya bakal bisa ditundukkan, meskipun harus kerja keras.

Pagebluk Covid 19 membuat skenario berubah dan perimbangan kekuatan bergeser. Pengunduran waktu tiga bulan ini menguntungkan Khofifah. Penananganan kasus Covid 19 ini membuat Khofifah bisa mengambil kendali dan memamerkan otoritasnya sembari menjawab pertanyaan yang selama ini muncul, “Who is the Boss”.

Kali ini Khofifah boleh dengan lantang menjawab, “I’m the Boss”. Tentu Risma tak nyaman dengan perkembangan ini. Selama ini komunikasi antar dua Srikandi itu “lukewarm”, hangat-hangat kuku, dan adem-panas.

Saat dipanggil ke Grahadi untuk diberi tahu bahwa PSBB akan diberlakukan di Surabaya Raya, Risma terlihat jengah dan enggan menjawab wartawan. Ia sudah mengambil inisiatif menutup titik-titik masuk ke Surabaya untuk mencegah penyebaran wabah, tapi dimentahkan oleh Khofifah yang merasa dilangkahi.

Begitu PSBB disetujui pusat, Khofifah unjuk gigi dan langsung gas poll. Pikirnya, kapan lagi bisa ngerjain Risma. Selama ini ia sudah berkali-kali dikerjain Risma, bahkan baliho atau billboard gambar Khofifah pun dicekal di Surabaya.

Munculnya klaster baru di pabrik rokok Sampoerna membuat Risma makin terpojok, apalagi ketika Khofifah menganggapnya lelet dalam merespons kasus ini.

Yang teranyar, Risma merajuk karena rumah sakit di Surabaya lebih banyak dipenuhi pasien dari luar Surabaya. Pernyataan itu dibantah dan dimentahkan oleh banyak pihak.

Kalau toh faktanya benar, pernyataan Risma itu dianggap diskriminatif. Mungkin Risma berpikir mau menerapkan model zonasi seperti dalam penerimaan murid sekolah.

Bukan cuma komunikasi vertikal yang bermasalah. Komunikasi horizontal Risma dengan DPRD Surabaya juga memanas. Fraksi-fraksi non-PDIP mendesak pembentukan panitia khusus karena tidak puas atas kinerja Risma. Desakan ini ditolak PDIP, tapi hubungan Risma dengan Dewan telanjur hambar.

Gaya kepemimpinan Risma yang “one woman show” tidak cocok diterapkan untuk mengatasi musibah wabah ini. Reputasinya bisa tercoreng karena kebijakannya yang inaktif. Sebaliknya, Khofifah terus menunjukkan strong leadership dengan memperpanjang PSBB di Surabaya Raya dan memperluasnya di Malang Raya.

Emak-emak ini akan terus bersaing sampai pada puncaknya di pilkada Surabaya, Desember nanti. Untuk sementara ini Khofifah masih memimpin di depan. Kalau Risma tidak bisa menyalip di tikungan, ia akan kehilangan Surabaya, dan reputasi politiknya akan tercoreng," pungkasnya. (Red)
Share:

Link Berita

Definition List

Unordered List

Support