This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 03 Juni 2020

Polda Jatim Bersama Kapolri Melalui Daring Membuka Musrenbang Polri Tahun 2020

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Dalam rangka Musrenbang yang dibuka oleh Kepala Kepolisian Republik lndonesia Jendral Pol. Idham Azis, M.S.I. Rabu, (3/5/2020).

Dalam giat dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur lrjen Pol. Dr. M. Fadil lmran, M.S.l., didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, SH, MH, dan Pejabat utama melaksanakan Video Confrence( Vicon).

Pada saat membuka acara Musrenbang Kapolri Menerangkan, terima kasih dan penghargaan atas kinerja, dedikasi serta loyalitas yang diberikan oleh seluruh jajaran.

Sehingga penilaian seluruh kinerja Polri tahun 2019, mendapatkan penilaian yang terbaik.

Dan baik dari menteri keuangan dan peringkat satu untuk Kementrian lembaga.

Dalam kesempatan itu Kapolri juga, menyampaikan apresiasi kepada Polda Jatim dan Jajarannya.

"Tak luput juga, Setelah usai acara pembukaan langsung dilanjutkan, dengan Wakapolri Komjen Pol. Gatot Edy didampingi oleh beberapa petinggi Mabes Polri, untuk berdialog dengan Banbinkamtibmas Polda Jatim di indonesia yang berhasil berinovatif" Pungkasnya.(HM)
Share:

Kapolda Jatim Lakukan Peletakan Batu Pertama Untuk Pembangunan Gor Bulu Tangkis

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Untuk mensukseskan program Kapolri yaitu menciptakan sumber daya manusia Polri yang unggul, Rabu (3/6/2020).

Hadir dalam giat tersebut  Kapolda Jatim lrjen Pol. Dr. Mohammad Fadil lmran, M.S.I., pejabat Utama Polda Jatim.

Acara diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan penjelasan dari proyek Rizky memaparkan, bahwa pembangunan Gor Bulu Tangkis tersebut dibangun seluas 18x24 M dengan tenggang pelaksanaan pembangunan selama kurun waktu tiga bulan.

" Dalam pembangunan GOR Bulu Tangkis dimaksudkan agar seluruh anggota punya pola hidup sehat" Katanya.

Dengan adanya pembangunan Gor Bulu Tangkis tersebut dimaksudkan untuk memelihara atau meningkatkan kebugaran jasmani anggota.

"Dalam kesempatan ini, Polri dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokoknya sebagai pelayan, pelindung dan pengayoman masyarakat serta sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban" lmbuhnya.

Itupun kita optimalkan sarana olah raga yang sudah ada lapangan sepak bola, direncanakan akan dibuat standar internasional, begitu juga lapangan tembak.

Tak luput pula, Irjen Pol. Dr. Mohammad Fadil lmran, M.S.I., menambahkan, bahwa jenis olah raga Polri yang baku hanya dua yaitu beladiri,menembak, dan beladiri tangan kosong merupakan kebutuhan tiap anggota.

Dan juga pengalaman yang saya dapat bahwa, kantor polisi di hampir seluruh negara mempunyai DOJO atau tempat latihan bela diri.

Walaupun Gor Bulu Tangkis ini nantinya tidak hanya dipergunakan untuk olah raga tetapi bisa digunakan untuk penampungan anggota, saat situasi kontijensi.

"Untuk itu dalam bentuk konstruksi gedung agar di design agar bisa dipasang AC agar nyaman untuk para anggota" Pungkasnya.(HM)
Share:

Suami Istri Bunuh Diri

LAMONGAN, BeritaCakrawala.co.id - telah
terjadi peristiwa suami istri bunuh diri dirumah saudaranya, Rabu (3/6/2020).

Warno 50 tahun, alamat RT 03 RW 02 Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan. Istri Jarwati 40 tahun, alamat RT 03 RW 02 Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, diduga melakukan bunuh diri  dengan Gantung Diri di pegangan tangga rumah milik Saudara Nyamin.

Yamin selaku pemilik rumah mengatakan, siang hari sekitar 13.00 wib kedua suami istri tersebut diketahui oleh Yamin sedang bercakap cakap di dalam kamar rumahnya, mengingat kedua Korban adalah Saudara ipar saya yang rumahnya kedua korban juga bersebelahan, maka saya tidak menaruh kecurigaan sedikitpun akan hal hal yang tidak diinginkan.

"Akhirnya keduanya saya tinggal pergi ke masjid, sekitar 16.45 Wib  saya pulang dari masjid, saya terkejut, dan melihat didalam rumah ada sesosok orang tergantung di gagang tangga(Warno..red) dalam keadaan sudah meninggal kemudian saya mencari dan meminta pertolongan kepada anggota keluarga yang lain," terangnya.

Masih kata Yamin, begitu masuk ke dalam kamar ternyata ada seorang perempuan lagi terbujur dan dilihatnya juga dalam keadaan sudah meninggal dunia, di wajah (Jarwati...red) terlihat ada luka memar.

Akhirnya Yamin melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat.
Dan team Identifikasi Polres Lamongan hadir di TKP setelah mendapat laporan dari Kapolsek Karanggeneng.

Selanjutnya melakukan identifikasi  terhadap peristiwa tersebut di TKP.
Adapun motif kejadianya masih menunggu hasil Identifikasi Polres Lamongan,"pungkasnya.(SGS)
Share:

299 Pegawai Itjen Kemenkumham Rapid Test Humas: Alhamdulillah, Semua Non Reaktif

JAKARTA, BeritaCakrawala.co.id - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI tak sekadar menggelorakan imbauan melawan dan memutus mata rantai penyebaran covid-19. Kementerian yang dinakhodai Yasonna Laoly itu juga proaktif dalam melakukan pengecekan kesehatan pegawainya melalui rapid test, Rabu (3/6/2020).

Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI malah melakukan rapid test massal dengan melibatkan ASN sejak 29 Mei 2020 dan 2 Juni 2020.

Humas Itjen Kemenkumham Brahmantyo mengungkapkan, deteksi awal covid-19 melalui screaning atau rapid test tersebut dipimpin langsung oleh Inspektur Jendral Kemenkumham, Komjen Pol Andap Budi Revianto.

Rapid test dilaksanakan secara mandiri terhadap keluarga besar Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI. "Screaning ini dilaksanakan di auditorium Itjen Kemenkumham RI, Gedung Sentra Mulia lantai 16, jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan," ujarnya.

Rapid test, kata Brahmantyo, diikuti 299 orang. Mereka adalah ASN, PPNPN (tenaga honorer) beserta seluruh keluarga ASN juga ikut dites.

Pada tahap awal, Jumat (29/5/2020), peserta yang ikut sebanyak 52 orang. Usia mereka rata-rata 45 tahun ke atas. "Hasil screaning, tidak satu pun yang teridentifikasi awal. 52 orang tersebut masih negatif atau non reaktif," katanya.

Tak hanya itu, Itjen Kemenkumham melanjutkan pemeriksaan rapid test pada tanggal 2 Juni 2020. Brahmantyo
mengungkapkan, peserta yang ikut kali ini jauh lebih banyak yakni 247 orang. Seluruh ASN, PPNPN (tenaga honorer) beserta keluarga ikut dirapid. Rinciannya: sekretariat sebanyak 70 orang,  Itwil 1 sebanyak 16 orang,  Itwil 2 sebanyak 13 orang. 19 peserta dari Itwil 3, 16 orang Itwil 4, Itwil 5 dan itwil 6 masing-masing mengikutkan 17 orang.

“Selain itu, ada juga tenaga honorer termasuk Satpam sebanyak 31 orang dan keluarga pegawai sebanyak 48 orang.  Dari hasil rapid test terhadap 299 orang, alhamdulillah semuanya non reaktif. Mari kita jaga kesehatan, ikuti anjuran pemerintah dan bersama-sama kita cegah penyebaran covid-19. Salam sehat," jelas Brahmantyo.(Red)
Share:

Selasa, 02 Juni 2020

SIM Yang Mati Masa Pendemi Covid-19, Tidak di Tilang

JAKARTA, BeritaCakrawala.co.id - Polri telah memberikan dispensasi kepada pemegang surat izin mengemudi (SIM) yang masa berlakunya habis saat pandemi virus Corona (COVID-19). SIM yang mati di saat pandemi takkan ditilang.
Hal itu disampaikan Kasie SIM Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin, Rabu (3/6/2020).

“Tidak akan ada penegakan hukum kepada masyarakat yang SIM-nya habis dari 17 Maret hingga 29 Mei. Tidak ada penilangan terhadap masyarakat mengenai masa berlaku SIM tersebut,” kata Hedwin.

Menurut Hedwin, dispensasi yang diberikan itu merupakan kebijakan Polri untuk menghindari penumpukan masyarakat yang hendak mengurus perpanjang SIM yang habis dalam kurun waktu tersebut.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pelayanan pembuatan dan perpanjangan SIM sudah mulai dibuka. Begitu juga layanan SIM keliling dan SIM Internasional.

Argo menegaskan, Polri memberikan dispensasi kepada masyarakat yang masa berlaku SIM-nya habis saat pandemi Corona (COVID-19). Biasanya, SIM yang masa berlakunya habis lewat satu hari saja maka diminta untuk bikin baru. Tapi saat ini, masyarakat yang masa berlaku SIM-nya habis dan belum sempat diperpanjang karena situasi pandemi Corona tak perlu membuat SIM baru.

“Bagi masyarakat yang SIM-nya telah habis di masa pandemi itu bulan Maret, April, Mei, habis, ada dispensasi dari kepolisian sampai tanggal 29 Juni. Jadi kalau misalnya masyarakat datang, hadir, walaupun SIM-nya telah mati, atau telah tidak berlaku lagi di masa pandemi Corona ini tetap dilayani sebagai perpanjangan. Jadi bukan membuat SIM yang baru. Dispensasi sampai tanggal 29 Juni,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono,"pungkasnya.(Red)
Share:

RS Lapangan Pemprov Jatim, Tampung Pasien Covid-19

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo dan Menteri Kesehatan RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto secara langsung meresmikan Rumah Sakit (RS) Lapangan Covid-19 Pemprov Jatim, yang berada di Jalan Indrapura, Surabaya, Selasa(2/6/2020) Sore.
Peresmian RS Lapangan Covid-19 yang didirikan di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan ini juga dihadiri antara lain oleh, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah.
Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, beberapa Pejabat di BNPB dan Kementrian Kesehatan, serta Kepala Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi yang juga penanggung jawab RS Lapangan Covid-19.
Peresmian tersebut ditandai dengan pemecahan kendi tepat di depan pintu masuk ke RS Lapangan Covid-19 yang dilakukan oleh Kepala BNPB Letjend TNI Doni Monardo yang juga merupakan Ketua Gugus Pusat Penanganan Covid-19, didampingi oleh Gubernur Khofifah dan Menkes Terawan.
Per hari Selasa (2/6/2020) Rumah sakit  Lapangan Covid-19 ini, telah memasuki hari ketiga operasional. Dimana, sudah terdapat 23 orang pasien positif Covid-19 dengan kondisi ringan hingga sedang yang berdomisili di Surabaya. Dengan rincian, 13 orang pasien perempuan dan 10 orang pasien laki-laki.
Dalam sambutannnya, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan, apresiasinya kepada Gubernur Jatim  atas gagasannya untuk mendirikan RS Lapangan Covid-19 yang diperuntukkan bagi pasien positif dengan indikasi ringan hingga sedang. Menurutnya, ini sangat penting karena akan bisa mengurangi beban Rumah sakit rujukan.
“Kita berharap RS rujukan tidak penuh dengan pasien, karena jika sampai penuh maka dokternya akan kelelahan sehingga tidak memiliki kesempatan untuk relaksasi,” Tegasnya.
Untuk itu, bagi pasien positif Covid-19 yang kondisinya ringan hingga sedang cukup dirawat di RS Lapangan. Keberadaan RS Lapangan ini memang sangat strategis. Dan kita tentu berharap pasien-pasien yang berat bisa segera disembuhkan.
Untuk meningkatkan jumlah kesembuhan, pihak Kemenkes juga telah menyumbangkan 21 pax plasma convalescent bagi Pemprov Jatim. Dimana, plasma ini telah diujicobakan dan terbukti efektif menyembuhkan pasien Covid-19 yang kondisinya sakit berat di Jakarta.
“Infonya di Jatim, kemarin sudah ada 699 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kita harap diantara mereka ada yang mau menyumbangkan plasma darahnya kepada Pemprov sehingga bisa membantu mengobati pasien yang dalam kondisi berat,” Imbuhnya.
Dalam kesempatan sama, Kepala BNPB Doni Monardo menambahkan, kami berpesan kepada masyarakat, untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk bisa memutus rantai penyebaran Covid-19. Terlebih, penanganan atas pandemi ini juga belum bisa diketahui sampai kapan.
“Jadi jargon kita adalah disiplin terapkan protokol kesehatan. Karena hanya dengan inilah kita bisa mencegah penularan Covid-19,” Katanya.
Tak luput pula Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) Terawan Agus Putranto,menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemprov Jatim dalam menggagas pembuatan RS Lapangan Covid-19. Pihaknya, juga akan terus mendukung dan membackup semua upaya yang dilakukan Pemprov Jatim untuk mempercepat penanganan Covid-19.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi maka kami akan mendukung semua upaya Pemprov Jatim dalam menangani Covid-19. Terimakasih atas dukungan Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya atas kerjasamanya untuk terus mendukung Pemprov Jatim sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan, rasa terimakasihnya kepada Kepala Gugus Tugas Pusat Penanganan Covid-19 dan Menteri Kesehatan atas dukungan yang terus diberikan kepada Pemprov Jatim dalam rangka menangani Covid-19. Khususnya, terkait pendirian RS Lapangan Covid-19.
“Kami mewakili Pemerintah provinsi dan masyarakat Jawa Timur menyampaikan terimakasih kepada Kepala BNPB dan Menteri Kesehatan, yang terus mendukung Pemprov Jatim dalam menangani Covid-19. Baik lewat bantuan yang diberikan maupun support penuh atas pendirian RS Lapangan Covid-19,” ungkapnya.
Saat ini RS Lapangan memiliki total kapasitas mencapai 271 bed. Dan jika terus dimaksimalkan maka kapasitasnya mampu mencapai hingga untuk 571 orang pasien. Dengan ekstensifikasi ini nantinya maka akan semakin banyak pasien positif kondisi ringan hingga sedang yang bisa ditampung untuk dilakukan perawatan. Sehingga, daya tampun di RS rujukan bisa semakin besar.
Untuk diketahui, RS Lapangan Covid-19 ini dibangun dengan dua basis utama, yaitu gedung dan tenda. Satu gedung utama dan lima ruangan berbasis tenda. Kelima tenda tersebut dibagi peruntukannya untuk tenda pasien wanita, tenda pasien pria, tenda screening dan tenda untuk keperluan administrasi.
Sedangkan untuk kesediaan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim telah melakukan kolaborasi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia).
" Bersama IDI dan PPNI telah dilakukan perekrutan tenaga relawan guna pengoptimalan pelayanan medis bagi pasien. Dan hingga saat ini, telah dilakukan pembekalan relawan RS Lapangan untuk gelombang kedua" Pungkasnya.(SJ/Red)
Share:

Senin, 01 Juni 2020

Polda Jatim, Silaturahmi ke Gus Ali Menjalin Sinergitas Jaga Kondusifitas Kamtibmas

SIDOARJO, Beritacakrawala.co.id - Upaya menjalin silaturahmi hubungan Polri dan Ulama, dilakukan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran. Senin (1/6/2020) pagi, didampingi pejabat utama Polda Jatim dan Kapolresta Sidoarjo, Kapolda Jatim berkunjung ke Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo.

Disambut hangat Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat KH. Agoes Ali Mashuri, Kapolda Jatim Irjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran meminta doa restu agar situasi kamtibmas Jawa Timur tetap aman dan kondusif, terlebih di tengah pandemi Covid-19.

“Silaturahmi dengan ulama ini sangat penting, guna menguatkan sinergitas dalam menjaga kondusifitas kamtibmas. Serta sebagai pejabat baru di Polda Jatim, saya perlu mendapatkan doa restu dan masukan dari berbagai kalangan masyarakat, seperti halnya tokoh agama,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran.

Selain itu, dalam kesempatan ini juga dibahas langkah Pondok Pesantren dalam menghadapi santri balik ke pesantrennya, untuk kembali normalnya proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Menurut, KH. Agoes Ali Mashuri berbagai protokol kesehatan akan diberlakukan bagi seluruh santri yang balik ke pesantrennya, guna mencegah penyebaran Covid-19. Dikarenakan asal usul domisili para santri.

"Jelas tetap ada protokol kesehatan mengantisipasi penyebaran Covid-19 tersebut. Santri datang ke pesantren pada 24 Juni 2020 nanti, akan di cek kesehatannya, juga di rapid test dan mendapatkan surat keterangan sehat dari Covid-19 oleh tim dokter di pondok pesantren,"pungkasnya.(ARS)
Share:

Minggu, 31 Mei 2020

Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya, Digelar Secara Sederhana

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Dapur Umum penanganan Covid-19 di Taman Surya halaman Balai Kota Surabaya pagi ini tampak berbeda dari biasanya. Kali ini, ada prosesi potong tumpeng yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya untuk merayakan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-727.

Berhubung masih pandemi Covid-19, perayaan HJKS kali ini digelar dengan sederhana, tak ada keramaian dan perayaan yang meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal, HJKS tahun ini merupakan hari jadi yang terakhir dalam kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, setelah dua periode menjadi orang nomor satu di Kota Surabaya.

Sebelum potong tumpeng, Wali Kota Risma memberikan arahan yang memotivasi para stafnya untuk selalu bekerja keras demi pembangunan Kota Surabaya. Dalam posisi berdiri, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf-staf yang ada di Dapur Umum itu mendengarkan dengan baik arahan dan motivasi yang disampaikan Wali Kota Risma itu.

Saat itu, Wali Kota Risma menyampaikan bahwa dalam kondisi sekarang ini, sehat menjadi hal yang paling luar biasa dan patut disyukuri, karena itu adalah karunia Tuhan yang sangat luar biasa. Makanya, dalam HJKS tahun ini dirayakan dengan cara yang berbeda dan sesederhana mungkin.

Padahal biasanya selalu dilakukan upacara dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya perayaan. Namun, kali ini dirayakan dengan sederhana karena banyak warga yang masih berbaring di rumah sakit dan tenaga medis masih banyak yang berjuang untuk menyembuhkan warga Kota Surabaya.

“Jadi, mari kita rayakan ini dengan sederhana. Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saat ini masih suasana syawal juga. Ini mungkin perayaan Hari Jadi Kota Surabaya yang terakhir bagi saya, karena tahun depan saya harus meninggalkan balai kota, karena itu saya mohon maaf kalau mungkin ada perkataan dan perilaku saya yang kurang berkenan di hati teman-teman sekalian,” kata Wali Kota Risma.

Presiden UCLG ASPAC ini juga menyampaikan bahwa sebuah kota atau daerah itu bisa berhasil atau tidak tergantung pada jajaran pemerintahannya. Tidak mungkin kota itu langsung serta merta berhasil tanpa ada upaya dan desain dari pengelola kotanya. “Jadi, di tangan teman-teman lah kota ini akan menjadi seperti apa, kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka akan menjadi sebuah kota yang luar biasa. Kita harus maju terus dan menjadi besar,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh jajaran Pemkot Surabaya untuk selalu bergerak, berpikir dan jangan berhenti memajukan pembangunan Kota Surabaya. Sebab, hal itu akan sangat berpengaruh pada masa depan anak cucu warga Surabaya. Ia berharap anak cucu Surabaya tidak hanya menjadi penonton di kotanya sendiri kelak.

“Saya minta tolong yang ada di Pemkot Surabaya untuk terus bergerak, berpikir dan berpikir terus jangan sampai berhenti. Ayo kita terus majukan kota tercinta ini. Kalau kota ini maju, maka anak cucu kita akan survive di kotanya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, maju itu bukan hanya kotanya terbebas dari banjir dan indah, tapi maju itu manusianya juga harus diajak untuk seiring dengan pembangunan kotanya. Ia juga sempat mencontohkan ketika awal-awal menjadi Wali Kota Surabaya, banjir di mana-mana dan bahkan hingga tiga hari tidak tidur untuk menyelesaikan banjir tersebut, sehingga ada salah satu staf yang mengatakan bahwa banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari luar Kota Surabaya.

“Saya ingat betul omong staf itu. Saya sampaikan kepada dia bahwa Gusti Allah sudah menciptakan Surabaya berada di tepi pantai di ujung Jawa Timur, itu sudah pemberian Tuhan. Dampaknya apa? Ya kita harus selesaikan banjir itu, hingga sekarang sudah tidak ada lagi banjir kiriman itu. Jadi artinya, kita bisa merubah itu,” tegasnya.

Oleh karena itu, berkali-kali Wali Kota Risma mengajak kepada jajarannya itu untuk terus bergerak dan melangkah untuk terus memajukan Kota Surabaya. “Ayo setiap individu harus bergerak untuk memajukan Surabaya, karena kita harus berjuang demi anak-anak kita semua,” imbuhnya.

Ia menambahkan, apabila berhasil membantu atau menolong orang, dan orang tersebut berhasil membantu banyak orang, maka ada kenangan yang bisa ditinggalkan nanti. Apalagi kalau membuat sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi banyak orang, maka tentu akan dikenang.

“Oleh karena itu, ayo teman-teman semuanya, buat diri kita lebih baik dari hari kemarin. Kalau hari ini sama dengan hari kemarin, dan hari esok sama dengan hari ini, kita tidak dapat apa-apa sebagai manusia. Mungkin yang merasakan hasilnya itu bukan diri kita sendiri, tapi anak-anak dan cucu-cucu kita kelak,” imbuhnya.

Setelah menggelar potong tumpeng, Wali Kota Risma langsung menggelar live streaming di media sosial sembari menyampaikan pidato sambutannya di momen HJKS ke 727 ini,"pungkasnya.(SJ/Red)
Share:

Sabtu, 30 Mei 2020

Benarkah, Berciuman Bisa Perpanjang Umur, Apalagi Dengan Janda

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Semua laki laki dan perempuan, pasti pernah merasakan mencium atau dicium. Apalagi dengan dicium dengan rasa cinta.

Banyak juga yang percaya jika ciuman ada manfaatnya bagi kesehatan. Benarkah?

Bagi yang ingin menurunkan berat badan, lakukanlah sering saja melakukan ciuman dengan pasangan. Karena ciuman romantic bisai membakar kalori 2-3 kalori, french kiss membakar 5 kalori. Ciuman selama 1 menit menghabiskan 26 kalori.

Panjang umur, karena berciuman mesra selama 90 menit dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung sehingga dapat meningkatkan kadar hormone dalam darah dan memperpanjang umur selama 1 menit.

Suami yang mencium isterinya sebelum berangkat kerja, memiliki usia 5 tahun lebih lama, dibandingkan suami yang hanya menutup pintu, dan mereka lebih cenderung mempunyai masalah kecelakaan di jalan.

Berciuman bisa membuat lebih rileks karena menghasilkan zat yang mempunyai efek 200 kali lipat dari morfin sehingga orang merasa senang dan bahagia. French kiss merupakan tipe ciuman yang sering disebut jembatan jiwa karena pada tipe ini bukan saja bibir tapi lidah juga aktif.

Makin sayang, 66 % pasangan menutup mata pada saat berciuman, sedangkan sisanya sangat menikmati emosi menjalari wajah pasangannya. (Red).
Share:

PLT Bupati Sidoarjo Cak Nur, Siapkan Anggaran Dana Oprasional PSBB Tahap III Ke Tiap RW Tiga Juta Rupiah

SIDOARJO, BeritaCakrawala.co.id - Sebanyak 2.073 RW dalam waktu dekat akan menerima dana operasional PSBB tahap ketiga sebesar tiga juta rupiah. Dana tersebut dimaksudkan untuk keperluan operasional PSBB di setiap RW sampai dengan masa PSBB ketiga berakhir 9 Juni 2020 mendatang.

Wakil Bupati Sidoarjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nur Ahmad Syaifuddin menyampaikan dalam waktu dekat dana tiga juta rupiah akan diterima ditiap RW. Saat ini masih belum bisa dilakukan  transfer karena masih dalam proses veriifikasi, Sabtu (30/5/2020).

Wabup Nur Ahmad berharap dengan adanya dana operasional yang diberikan oleh Pemkab Sidoarjo melalui APBD tersebut bisa membantu kelancaran program salah satunya mendirikan Kampung Tangguh di tiap masing-masing desa dan RW.

"Akan kami transfer mungkin lewat kecamatan - kecamatan nanti akan membagikan ke setiap RW 3 juta rupiah, kalau kita hitung jumlah RW se Kabupaten Sidoarjo ada 2073. Itu akan kami berikan semuanya ya begitu pula dengan kebutuhan-kebutuhan yang lain mudah-mudahan dengan bantuan dari Pemda ini sedikit bisa meringankan," ujar Cak Nur.

Cak Nur mendorong setip desa mendirikan kampung tangguh meski PSBB tahap ketiga telah berakhir. Selain dana dari APBD dan APBDes sumbangan masyarakat jadi swadaya yang bisa dioptimalkan.

"Dari sumbangan masyarakat jadi swadaya masyarakat ini juga harus kita pupuk agar siswa dan masyarakat ini berjalan dengan baik sehingga Desa mempunyai kemampuan bukan hanya sebagai posko relawan saja pada akhirnya nanti bisa membuat Kampung tangguh,"katanya.

Saat ini di Sidoarjo sudah ada 67 Kampung tangguh, beberapa kegiatan promotif bahkan sampai juga mengarah ke kuratif, dengan banyaknya kampung tangguh akan memberikan dampak sosial yang positif dan ini oleh Cak Nur nanti didorong untuk diikuti kampung lainnya juga.

"Kalau bisa desa-desa yang lain bahkan seluruhnya bisa membentuk Kampung tangguh jadi kita saling membantu,"pungkasnya.(ARS)
Share:

Dr Hj Ana Mu'awanah Bupati Bojonegoro, Berikan Paket Sembako di Desa Kepoh Kelurahan Kepoh Baru

BOJONEGORO, BeritaCakrawala.co.id - Bupati Bojonegoro Dr Hj Anna Muawanah dalam rangka meringankan beban masyarakat di tengah pandemi COVID-19 memberikan 250 paket sembako, kepada warga kurang mampu. Pemberian paket sembako di lapangan Desa Kepoh Kecamatan Kepoh Baru Kabupaten Bojonegoro.
Bantuan berupa Beras, Gula Minyak Goreng, dan Mie Instant, bantuan sembako ini diserahkan kepada 250 orang terdiri dari 23 RT Desa Kepoh, Kelurahan Kepoh Baru. Bantuan tersebut diambilkan dari Bantuan Sosial Pemkab Bojonegoro.
Turut hadir dalam kegiatan Bakti sosial tersebut, Kepala Desa Muslikun mengatakan bahwa, pandemi Covid-19 ini sangat berdampak langsung kepada sektor ekonomi bahkan tak sedikit dari masyarakat yang mengeluhkan kesulitan guna memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
"Oleh karena itu Bupati bersama dengan jajarannya tergerak guna membantu warga kurang mampu dan bakti sosial, dan kegiatan ini tidak hanya di Desa Kepoh Kelurahan Kepoh Baru saja bahkan pemberian sembako ini juga di lakukan serentak di seluruh Desa se- Kabupaten Bojonegoro,"terangnya.
Dari pantauan Kabiro Media BeritaCakrawala.co.id di lapangan terlihat bahwa bakti sosial bagi-bagi sembako kepada masyarakat kurang mampu ini tetap juga menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak (physical distancing) dan tak lupa memakai masker dalam upaya pencegahan COVID-19.
"Dr Hj Ana Mu'awanah dalam kesempatan tersebut mengharapkan semoga bantuan yang di berikan ini dapat membantu masyarakat yang kesulitan di tengah pandemi Covid-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan jaga jarak dan pakai masker guna mencegah penularan wabah Corona," ungkapnya.
Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang sudah meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,”Kami sangat berterima kasih banyak dan semoga pemberian ini bermanfaat bagi kami yang menerimanya,”pungkasnya.(HYO)
Share:

Gubenur Jatim, Terima Kedatangan Pangkogabwilhan II dan Kabaharkam Polri

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menerima kedatangan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II), Marsekal Muda Imran Baidirus dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Drs. Agus Andriyanto, S.H.,M.H di Gedung Negara Grahadi pada Jum’at (29/5/2020) malam.

Dalam pertemuan ini, gubernur menyebut jika kata kunci sukses penanganan penyebaran Covid-19 adalah sinergitas dan integritas.

“Sinergitas dan integritas adalah keyword yang harus kami ikhtiarkan bersama,” ungkap Gubernur Khofifah dihadapan awak media.

Kehadiran Pangkogabwilhan II dan Kabaharkam Polri ini sebagai bentuk tindak lanjut atas instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberi perhatian bagi Jawa Timur dimana kasus positif Covid-19 masih mengalami peningkatan.

Terlepas dari bentuk perhatian tersebut, Gubernur Khofifah menyebut bahwa kehadiran keduanya juga diharapkan bisa memberi penguatan bagi jajaran Pemprov dan Forkopimda Jatim.

“Hal ini yang menjadi penyatu langkah bagi jajaran Forkopimda Jatim untuk meningkatkan sinergitas di semua lini,” imbuh orang nomor satu Jatim ini.

Dirinya juga menambahkan, arahan dari Pangkogabwilhan II dan Kabaharkam akan jadi catatan penting bagi Pemprov Jatim untuk bisa memaksimalkan ikhtiar dalam penanganan Covid-19. Terlebih dengan adanya arahan Presiden RI menuju New Normal Life, hal ini tentunya akan sangat membantu.

“Apalagi per hari ini makin banyak yang perlu dipersiapkan menuju New Normal Life,” pungkasnya.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Marsekal Muda Imran juga berharap agar kedatangannya kali ini bisa membantu beban dan mendukung sepenuhnya upaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Harapannya adalah apa yang menjadi beban tugas pemprov Jatim, Kabarhankam Polri akan bersinergi dan mendukung sepenuhnya,” ujarnya.

Setelah sebelumnya meninjau langsung RS Lapangan Pemprov Jatim di Jl. Indrapura Surabaya, Pangkogabwilhan II juga telah mengunjungi Kampung Tangguh Wani Suroboyo. Dirinya menilai Kampung Tangguh yang berlokasi di kawasan Sidotopo Surabaya itu sangatlah bagus. Dirinya meyakini jika Kampung Tangguh bisa dioptimalkan akan sangat bagus untuk menekan penyebaram Covid-19.

Sama halnya dengan Marsekal Muda Imran, Kabaharkam Polri Agus Andriyanto, juga mendukung penuh langkah Pemprov Jatim terutama Kampung Tangguhnya. Dirinya menyebut bahwa Polri akan terus mengawal dan melakukan evaluasi terkait efektifitas Kampung Tangguh.

“Jajaran Polri akan memantau dan mengevaluasi Kampung Tangguh, agar bisa efektif menekan penyebaran Covid-19. Jika memang dirasa tepat, maka akan dijadikan role model,” tuturnya.

Kedua Jenderal tersebut juga menyampaikan akan segera melaporkan hasil dari kunjungan kali ini, baik ke Kapolri dan Panglima TNI di Jakarta untuk kemudian bisa dilakukan tindak lanjut yang lebih massive, utamanya terkait persiapan menuju New Normal Life,"pungkasnya.(SJ/Red)
Share:

Warga Bersama Pemkot Surabaya, Berjibaku Tangani Penyebaran Covid-19

SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam Penanganan Covid-19 dilakukan sampai ke tingkat kelurahan dan RT/RW, Sabtu (30/5/2020).

Pemkot Surabaya tengah berjuang keras untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Jika dalam prosesnya memang terjadi penambahan kasus, itu lantaran pemkot menggelar rapid test dan swab secara masif dan massal di level bawah.

Begitupun yang dilakukan di Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo Surabaya juga mengikuti petunjuk tekhnis dari pemkot dan kecamatan, seperti yang disampaikan lurah Medokan Semampir.

” Untuk penanganan Covid-19, kita selalu koordinasi dengan Puskesmas dan tokoh masyarakat RT RW, juga dengan Kecamatan dan pemkot Surabaya, kita juga melibatkan semua termasuk peran serta RT dan RW, karena kami tidak akan bisa berjalan sendiri baik itu dalam memberikan edukasi kepada tokoh masyarakat agar kita menjaga dan jangan mengucilkan, atau membenci kepada keluarga yang terkena covid-19, namun bagaimana kita juga memberikan support untuk penanganannya,"terang Supriono,S.Sos,MM Lurah Medokan Semampir di kantornya.

"Kita memang harus mengikuti mekanisme yang ada, kenapa kalau mereka sudah dites dan dijalanin, kerjasama dengan Puskesmas kalau ada warga sekitaran itu yang terdampak, itu akan dilakukan aktivitas massal,"tambahnya.

"Di RW 7 Dan RW 8, untuk yang di RW 4 ini sudah naik untuk tes tapi masih belum siap untuk di lakukan semuanya. Kebersamaan kita tingkatkan, dan selalu koordinasi dan sekarang dibentuklah Kampung tangguh Wali Jogo Suroboyo itu yang melibatkan peran serta masyarakat, jadi dari RW RT harus ada petugas atau relawan dari masyarakat yang ikut membantu bisa nyaman dan sehat dari segala macam yaitu agar kita bisa sama-sama,"sambungnya.

"Tentang anak, banyak memberikan edukasi dan kita memang selalu memberikan edukasi kepada masyarakat dan mengiikuti mekanisme yang ada,"tukasnya.

“Kalau soal covid-19, ada beberapa yang positif yang OTG, ODP maupun PDB mereka ada tiga titik yang sudah menjalani isolasi Mandiri. Di Semampir masjid, di Semampir Selatan 2A, Semampir Indah ini sudah mereka lakukan isolasi mandiri di rumah, karena pada waktu di rumah sakit ia harus menjalani isolasi Mandiri, dengan protonnya dari pemerintah juga membantu makanan serta dari warga masyarakat membantu kebutuhan yang lain. Gotong royong masyarakat sudah berjalan," ungkapnya.

Lukas Santoso SH MH MM Msi tokoh masyarakat Medokan Semampir juga mengakui penanganan yang cepat dari kelurahan medokan Semampir,"pungkasnya.(HM)
Share:

Link Berita

Definition List

Unordered List

Support