SURABAYA, BeritaCakrawala.co.id- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Juanda memperkuat edukasi keimigrasian bagi mahasiswa internasional melalui kegiatan Immigration Briefing for New International Students yang diselenggarakan bersama Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya di Gedung Student Center UINSA, Kamis (23/10).
Dalam kegiatan ini juga di hadiri kepala seksi informasi dan komunikasi Keimigrasian dan Direktur International Office UINSA, Nabiela Naily, S.Si., M.H.I., M.A., bersama mahasiswa internasional.
Perlu diketahui, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Academic and Culture Exposure tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa internasional mengenai ketentuan keimigrasian, khususnya terkait izin tinggal dan kewajiban administratif selama menempuh pendidikan di Indonesia.
Materi disampaikan oleh Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Juanda, R. Muhammad Umar, menjelaskan bahwa Izin Tinggal Terbatas (ITAS) merupakan dokumen penting yang menjadi dasar legal bagi mahasiswa internasional untuk tinggal di Indonesia sesuai dengan tujuan dan jangka waktu yang ditetapkan.
Mahasiswa perlu memastikan izin tinggal tetap berlaku dan sesuai dengan kegiatan pendidikan yang dijalankan, termasuk memahami ketentuan perpanjangan yang diberikan sesuai aturan keimigrasian, dengan jangka waktu paling lama satu tahun.
“Setiap perubahan selama masa studi, mulai dari kehilangan atau pergantian paspor hingga perubahan alamat dan kepulangan setelah lulus, perlu ditindaklanjuti sesuai prosedur keimigrasian yang berlaku,” Tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap ketentuan keimigrasian menjadi bagian penting agar mahasiswa dapat menjalani masa studi dengan tertib dan nyaman.
Selain aspek administratif, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa internasional untuk mengenal lingkungan sosial dan budaya Indonesia.
" Pemahaman terhadap aturan keimigrasian diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengalaman akademik dan interaksi lintas budaya, sehingga mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik selama berada di Indonesia" Imbuhnya.
Tak luput pula, Direktur International Office UINSA, Nabiela Naily, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif serta memberikan pengalaman akademik dan budaya yang bermakna bagi mahasiswa internasional.
Dukungan berbagai pihak, termasuk imigrasi, diperlukan agar mahasiswa dapat menjalankan aktivitas pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya membutuhkan support system, salah satunya dari Kantor Imigrasi Juanda, agar mahasiswa internasional tetap dapat menjalankan aktivitasnya sesuai dengan aturan yang berlaku sebagai upaya preventif untuk menekan risiko yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Kolaborasi antara Kantor Imigrasi Juanda dan UINSA menjadi bagian dari upaya mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan edukasi dan sinergi keimigrasian.
Sejalan dengan semangat Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, Kantor Imigrasi Juanda terus mendorong kehadiran layanan keimigrasian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
" Edukasi ini merupakan wujud komitmen Imigrasi untuk Rakyat, tidak hanya melalui penegakan aturan, tetapi juga melalui pendampingan dan edukasi yang mendukung kebutuhan masyarakat serta kemajuan pendidikan Indonesia' Pungkasnya.( SJ)






0 comments:
Posting Komentar